Penanganan Kasus DBD, Ini Imbauan DPRD Ciamis untuk Dinkes

Penanganan DBD
Penanganan kasus DBD, ini imbauan DPRD Ciamis untuk Dinkes. Foto: Eli Suherli/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Penanganan kasus DBD di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, perlu mendapat perhatian dari pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan sebagai instansi terkaitnya.

Oleh karena itu, Komisi D DPRD Kabupaten Ciamis mengingatkan kepada Dinas Kesehatan untuk tidak hanya fokus terhadap penanganan Covid-19. Sementara penyakit mematikan seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) luput dari penanganan.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Ciamis, Sarif Sutiarsa mengatakan, penyakit DBD masih menjadi permasalahan yang cukup besar. Terlebih saat ini Kabupaten Ciamis dengan 27 kecamatan sering tercatat adanya kasus warga yang terkena DBD.

“Jangan sampai akibat terlalu fokus dalam penanganan Covid-19, penanganan kasus DBD malah terabaikan. Padahal penyakit tersebut sangat mematikan apabila lambat dalam melakukan penanganan medis,” katanya, Selasa (30/03/2021).

Pemkab Ciamis Harus Waspadai Kasus DBD

Menurut Sarif, urusan Covid-19 menjadi permasalahan internasional karena penyebaran virusnya tidak hanya di Indonesia saja. Namun, penanganan kasus DBD juga merupakan permasalahan yang harus tetap mendapat perhatian. Pemerintah Kabupaten Ciamis dan Dinas Kesehatan perlu mewaspadainya.

“Warga yang terkena Covid-19 rata-rata OTG dan bisa sembuh dengan cepat ketika imunnya terjaga baik. Tetapi DBD tidak mengenal OTG, siapa saja dan umur berapa pun kalau terkena DBD dan lambat penanganan, maka nyawa taruhannya,” tandas Sarif.

Sebab, lanjutnya, warga yang terkena DBD bisa dihitung jam, lambat penanganan medis jelas bisa dipastikan meninggal. Berbeda dengan warga yang terkena Covid-19. Mereka banyak yang tidak menyadarinya, tahu-tahu positif usai melakukan tes swab. Setelah itu isolasi mandiri bagi OTG, dan bisa cepat sembuhnya.

Namun, untuk warga yang terkena Covid-19 memiliki komorbid harus tetap menjalani penanganan medis. Tetapi itu sangat jarang, karena rata-rata OTG yang hanya perlu melakukan isolasi mandiri untuk penyembuhannya.

Sedangkan, untuk penderita DBD bisa sembuh dengan bantuan medis. Oleh sebab itu, pihaknya menghimbau kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis untuk tidak lengah akibat terus mengurus Covid-19 dan vaksinasi.

Musim Hujan Perlu Diwaspadai

Sementara wabah penyakit DBD berikut penanganannya terabaikan begitu saja. Terlebih saat ini musim penghujan, kasus DBD sering terjadi. Karena secara siklus, musim hujan menjadi waktu yang tepat untuk perkembangbiakan nyamuk.

“Pastinya ada warga yang terkena DBD, terutama di daerah padat penduduk dan saya yakin sekarang jumlah warga yang terkena DBD ada penambahan,” ujarnya.

Sarif menambahkan, jangan sampai warga terkena DBD masih dikategorikan terkena Covid-19. Karena jika melihat dari ciri-cirinya ada kesamaan, yaitu pasien mengalami demam. 

Apabila hal itu terjadi, maka pihaknya siap melakukan tindakan tegas. Baik kepada Dinkes maupun Rumah Sakit yang mengeluarkan hasil diagnosa pasien. (Es/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah