Sabtu, Oktober 23, 2021
BerandaBerita BanjarPencabulan Anak di Kota Banjar, Tersangka Diancam 12 Tahun Penjara

Pencabulan Anak di Kota Banjar, Tersangka Diancam 12 Tahun Penjara

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Pelaku pencabulan anak di Kota Banjar berinisial G, ditetapkan statusnya sebagai tersangka oleh jajaran kepolisian Satreskrim Polres Banjar, Polda Jawa Barat.

Tersangka berinisial G terbukti melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga karena tega mencabuli anak kandungnya sendiri yang masih berstatus sebagai seorang pelajar.

Kapolres Banjar, AKBP. Melda Yanny langsung menyampaikan status tersangka tersebut saat konferensi pers di halaman Satreskrim Mako Polres Banjar, Jumat (05/03/2021).

AKBP. Melda Yanny mengungkapkan, tersangka G terbukti melakukan tindak asusila dan kekerasan kepada korban sekitar 8 bulan yang lalu.

Tersangka menjalankan aksinya tersebut semenjak korban lulus SMP, dan perbuatan itu tersangka lakukan secara berulang kepada korban.

Selain itu, tersangka juga seringkali melakukan kekerasan kepada korban ketika menolak berhubungan badan. Seperti memukul korban dengan tongkat rotan, menendang perut korban hingga terjatuh, dan menamparnya.

“Bahkan, tersangka juga mengancam akan membunuh korban ketika menolak berhubungan badan,” ungkap Kapolres Banjar, AKBP. Melda Yanny kepada awak media.

Ia juga menjelaskan, dalam pengungkapan kasus pencabulan anak ini, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu potong mini set warna putih merah tanpa merk.

Kemudian, satu potong celana dalam warna ungu, satu buah kasur lipat warna coklat gambar kartun Frozen merk Berkah Tanjung Mandiri. Lalu, satu buah bantal warna hijau tanpa merk dan satu buah tongkat kayu rotan.

“Selain itu, petugas juga mendapatkan barang bukti berupa hasil visum Et Repertum hasil pemeriksaan RSUD Kota Banjar,” terang AKBP. Melda Yanny.

Baca Juga : Kasus Pencabulan di Kota Banjar, Polisi Tegaskan Korban Bukan Hamil

Kapolres Banjar; Hukuman Penjara Maksimal 12 Tahun

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, lanjutnya, pelaku pencabulan anak di Kota Banjar yang kini statusnya sebagai tersangka itu akan dijerat dengan Pasal 46 Jo pasal 8 huruf a UU RI No. 23 Tahun 2004, tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

“Tersangka pencabulan anak akan kami proses sesuai hukum yang berlaku, dan dalam kasus ini pelaku terancam hukuman pidana maksimal 12 tahun penjara,” terang Kapolres Banjar, AKBP. Melda Yanny.

Atas kejadian tersebut, ia mengingatkan kepada para orang tua dan lingkungan tempat tinggal agar lebih mengawasi anak-anaknya. Terutama anak perempuan karena mereka rentan mendapatkan kekerasan.

Selain itu, Kapolres Banjar juga mengajak kepada kaum perempuan agar berani melawan dan menolak ketika akan dijadikan korban kekerasan dan tindak asusila.

“Perempuan harus berani menolak menjadi korban kekerasan, dan harus berani melaporkan ke aparat setempat jika mendapatkan kekerasan,” tandas Kapolres Banjar, AKBP. Melda Yanny. (Muhlisin/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img