Penemuan Fosil Cephalopoda, Diperkirakan Berusia 522 Juta Tahun

Penemuan Fosil Cephalopoda, Diperkirakan Berusia 522 Juta Tahun
Ilustrasi penemuan fosil Cephalopoda. Foto: Ist/Net

Penemuan fosil Cephalopoda di Kanada membuka fakta awal mula hewan laut Bumi. Tentunya dapat menulis ulang sejarah evolusi organisme avertebrata. Cephalopoda yang mungkin yang tertua dalam sejarahnya. Penemuan dari beberapa fosil dari Semenanjung Avalon di Newfoundland, Kanada. Ilmuwan bumi dari Universitas Heidelberg yang menemukan fosil tersebut.

Penemuan baru ini, yang perlu pemeriksaan ulang terhadap kemunculan Cephalopoda. Perkiraan usia fosil tersebut 522 juta tahun. Ternyata pada bentuk pertama dari organisme invertebrata yang sangat berevolusi. Keturunannya saat ini seperti cumi-cumi, sotong, gurita, dan nautilus. Dengan adanya kasus tersebut akan membuka fakta baru. Bahwa Cephalopoda yang berevolusi sekitar 30 juta tahun lebih dari dari awal perkiraannya.

Baca Juga: Penemuan Fosil Dinosaurus di Argentina Berusia Ratusan Tahun

Awal Penemuan Fosil Cephalopoda

Melansir Wikipedia, Cephalopoda yang dianggap sebagai evolusi dari nenek moyang serupa monoplacophora. Cephalopoda memiliki cangkang melengkung, meruncing, dan terkait erat dengan gastropoda atau siput. Kesamaan Plectronoceras cephalopoda pada awalnya dengan beberapa gastropoda. Hal itu yang digunakan untuk mendukung pandangan mengenai penemuan fosil Cephalopoda ini.

Pada perkembangan siphuncle yang memungkinkan cangkang dari bentuk-bentuk awalnya. Sehingga menjadi berisi gas untuk menopangnya. Selain itu untuk menjaga cangkang tetap tegak. Pada hewan tersebut yang merangkak sepanjang lantai.  

Fosil Cephalopoda

Pada saat ini, fosil Cephalopoda yang paling awal dalam penemuannya adalah Plectronoceras Cambria. Plectronoceras Cambria merupakan mollusca ukuran kecil dengan cangkang berbentuk mirip kerucut. Tentunya yang hidup pada akhir periode kambrium atau sekitar 490 juta tahun lalu.

Meskipun pengetahuan terhadap Plectronoceras Cambria hanya berdasarkan oleh fosil yang tidak lengkap. Namun penemuan baru ini sepertinya cukup mirip. Hal itu untuk menunjukkan adanya hubungan spesies tersebut.

Peneliti memiliki asumsi yang berbeda untuk mendukung evolusi tersebut. Bahwa pada evolusi jutaan tahun yang dapat memisahkan hubungan spesies tersebut. Salah satu tanda-tanda dari penemuan fosil Cephalopoda oleh peneliti. Pada beberapa cangkang kapur dari Semenanjung Avalon merupakan bukti adanya siphuncle.

Siphuncle merupakan tabung jaringan yang dapat membantu mengosongkan air dari cangkang. Setelah itu juga dapat mengatur kadar oksigen, karbon dioksida, dan nitrogen. Selain itu juga sebagai pengontrol daya apung.

Baca Juga: Penemuan Fosil Falcatakely Forsterae, Paruhnya Mirip Bulan Sabit

Membedakan Fosil Cephalopoda

Namun, adanya tanda-tanda siphuncle tersebut tidak muncul pada penemuan fosil cephalopoda tersebut. Letaknya yang sedikit berbeda dari yang diharapkan. Setelah melakukan kajian secara menyeluruh dari persamaan dan perbedaan ini.  Peneliti kemudian berasumsi bahwa bentuk cephalopoda tersebut yang lebih tua.

Peneliti mencatat, untuk membedakan fosil cephalopoda.  Sebagai awal dari organisme septate atau bilik lain, seperti adanya siphuncle, septal necks, dan cincin penghubung. Untuk itu perlu adanya kesesuaian dalam waktu.

Bahwa cephalopoda muncul sebelum arthropoda, yang termasuk serangga dan krustasea. Catatan tersebut berdasarkan geologi yang berasal dari bagian Terreneuvian. Terreneuvian merupakan rangkaian paling bawah dan juga tertua dari sistem geologi Kambrium.

Ciri Cephalopoda Terlihat dari Struktur Tubuh

Fosil-fosil tersebut menampilkan beberapa ciri-cirinya. Sehingga yang dapat menjadikan penemuan fosil tersebut dalam golongan Cephalopoda. Struktur tubuh Cephalopoda terbagi menjadi 2 bagian yaitu kepala dan badan yang dihubungkan oleh leher.

Pada bagian kepala terdapat mulutnya yang dikelilingi oleh kaki. Kaki tersebut yang terdiri atas 10 jerait yaitu 8 lengan dan 2 tentakel. Memiliki tentakel yang lebih panjang dari tangannya. Selain itu fungsi jerait untuk menangkap mangsa dan alat gerak.

Dalam mulutnya terdapat lidah yang memiliki gigi kitin tajam. Pada bagian lateral dari kepalanya terdapat sepasang mata.  Strukturnya hampir mirip dengan mata vertebrata. Daerah bawah dari kepalanya terdapat cerobong penyemprot. Berfungsi untuk mengalirkan air saat sedang bernafas atau untuk berenang dengan cepat.

Seluruh bagian badannya tertutupi oleh mantel. Adanya bagian dorsal melekat pada badan. Sedangkan pada bagian perut mantelnya tidak melekat dengan badan. Sehingga terdapat rongga pada mantelnya. Terdapat juga insang dalam rongga mantelnya.

Luar mantel yang letaknya di sebelah kiri dan kanan badannya, terdapat sirip. Fungsi sirip ini untuk pergerakan ke depan dan juga belakang.

Dalam penemuan fosil Cephalopoda yang menjadi kunci dalam penelitian. Studi evolusi keberadaan Cephalopoda dalam penemuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Communications Biology. (R10/HR Online)

Editor: Jujang