Pengertian Isra Miraj Mengajarkan Tidak Ada yang Mustahil Bagi Allah

Pengertian Isra Miraj Mengajarkan Tidak Ada yang Mustahil Bagi Allah
Ilustrasi Pengertian Isra Miraj. Foto: Ist/Net

Pengertian Isra Miraj memberikan pengajaran kepada kita bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT. Isra Miraj merupakan sebuah peristiwa yang sungguh luar biasa. Peristiwa luar biasa tersebut yang bisa melakukannya adalah Nabi Muhammad SAW seorang.

Perjalanan malam ini terdapat dalam Al-Quran surat Al-Isra ayat 1:

baca juga: Kisah Perjalanan Nabi Muhammad SAW Mendapat Perintah saat Isra Miraj

Sebenarnya Apa Pengertian Isra Miraj yang Tepat Itu?

Merupakan perjalanan malam Baginda Nabi Muhammad SAW dari masjid Mekkah (Masjidil Haram) menuju ke Masjidil Aqsa yang berada di Yerusalem, lalu naik ke surganya Allah. Kemudian mendapatkan perintah berupa sholat lima kali sehari dalam satu waktu. Itulah pengertian Isra Miraj secara bahasa.

Secara etimologi, Isra berasal dari kata ‘Saro’ yang mempunyai arti perjalanan malam. Sedang pengertian Isra Miraj secara istilah adalah perjalanan kanjeng Nabi Muhammad bersama malaikat Jibril dari Mekah ke Baitul Maqdis malam hari dengan kendaraan bernama Buroq.

baca juga: Dakwah Nabi Muhammad SAW pada Periode Mekah

Apa yang Menyebabkan Uswatun Hasanah Melakukan Perjalanan Malam?

Setelah kejadian “Tahun Ummul Husni” (Tahun Kesedihan) meninggalnya Khadijah dan juga pamannya, perjalanan dakwah Nabi Muhammad terasa sulit. Karena memang tidak ada lagi orang yang membela dan menghibur laranya.

Dari situlah, Allah mendengar Muhammad SAW dan merencanakan perjalanan spiritual kepadanya. Sehingga dalam waktu sama malam saja, suami Khadijah ini bisa bertemu dengan Allah dan juga melihat singgasana-Nya. Itulah alasan yang menyebabkan terjadinya pengertian Isra Miraj.

baca juga: Perang Terakhir Nabi Muhammad SAW

Perjalanan Malam Muhammad SAW

Kisah ini bermula saat turunnya malaikat ke Bumi menghampiri Rasulullah. Dengan waktu yang sangat kilat, malaikat tersebut membawa Muhammad menuju sumur air zam-zam. Mereka juga memperlakukan dengan baik, sopan, santun, serta meminta izin untuk membelah dadanya.

Setelah mendapatkan izin dari Muhammad, Jibril membasuh hatinya dengan menggunakan air zam-zam. Tak hanya itu saja, Jibril juga mengeluarkan wadah yang berisikan iman dan hikmah. Kedua hal tersebut juga ia tuangkan dalam hati Nabi Muhammad.

Setelah selesai, para malaikat membawa suami Aisyah tersebut menuju Sidratul Muntaha dengan menggunakan kendaraan yang bernama Buroq.

Buroq merupakan binatang yang mempunyai postur tubuh besar lebih dari keledai dengan dua sayap yang berada pada kedua kakinya.

Selanjutnya Kanjeng Baginda Nabi Muhammad meninggalkan Kota Mekkah. Dalam perjalanannya tersebut, Muhammad juga sempat singgah pada beberapa tempat. Tempat-tempat tersebut belum pernah ia lihat dan juga kunjungi sebelumnya.

Meskipun demikian, ada malaikat Jibril yang siap sedia memberikan penjelasan dan juga pengertian mengenai nilai historikalnya. Pada tempat-tempat singgah tersebut, Muhammad selalu mendapatkan izin untuk shalat dua rakaat.

Jibril juga menjelaskan tentang azab yang akan menimpa seorang hamba karena dosa perbuatannya. Sehingga pada setiap tempat singgah, Muhammad mendapatkan ibrah yang berharga. Kisah dari pengertian Isra Miraj belum selesai.

Perjalanan Miraj Muhammad Sholallahu ‘Alaihi wa Sallam

Sesudah menyelesaikan perjalanan Isra, Jibril dan Muhammad melanjutkan perjalanannya untuk menuju Sidratul Muntaha. Sidratul Muntaha adalah langit lapisan ke tujuh.

Sebelum menyuruh Muhammad untuk naik, Jibril memeluk dan juga mencium bagian kening serta kedua matanya sembari berkata “Wahai Muhammad, engkau adalah tamu mulia yang akan menghadap kepada yang Maha Mulia, maka naiklah”. Muhammad sontak langsung menjalankan perintah Jibril.

Pada saat kakinya menginjak tangga yang pertama, seakan tangga tersebut sudah tahu kemana ia akan membawa Muhammad sehingga berjalanlah sendiri dengan menembus awan menuju Sidratul Muntaha.

Setiap tingkatan langit selalu saja terdapat pemandangan yang luar biasa. Beliau juga selalu bertemu dengan Nabi-Nabi yang terdahulu. Kisah ini tertuang dalam pengertian Isra Miraj.

Langit demi langit telah Beliau lewati, akhirnya Nabi Muhammad pun bertemu dengan Allah yang Maha Segala-galanya. Beliau juga mendapatkan tugas untuk menyampaikan kewajiban sholat sebanyak 50 kali.

Saran dan Negosiasi

Merasa jika pertemuannya dengan Allah sudah cukup, Nabi Muhammad SAW akhirnya turun dengan membawa perintah sholat tersebut. Peristiwa turunnya juga terdapat peristiwa negosiasi dan saran dari Nabi-Nabi terdahulu. Mereka menganggap perintah sholat dari Allah tersebut sangatlah banyak dan berat.

Hingga pada akhirnya, Muhammad bertemu dengan Nabi Musa As. Musa menyarankan supaya Muhammad kembali melakukan negosiasi kepada Allah untuk mengubah perintah sholatnya menjadi 5 kali dalam satu waktu. Maa Syaa Allah, akhirnya Allah menyetujuinya.

Berakhir sudah kisah perjalanan malam Muhammad dari pengertian Isra Miraj. Sebagai umat Baginda Nabi yang kelak ingin mendapatkan syafaatnya, maka belajarlah tentang ilmu agama. (Muhafid/R6/HR-Online)

Editor: Muhafid