Kamis, Oktober 6, 2022
BerandaBerita TerbaruPerbedaan Komet dan Meteor, Berikut Penjelasannya

Perbedaan Komet dan Meteor, Berikut Penjelasannya

Perbedaan komet dan meteor terlihat pada cirinya masing-masing. Dalam alam semesta hingga saat ini masih menyimpan berbagai misteri bagi setiap manusia.

Ruang angkasa mempunyai berbagai benda langit, termasuk komet dan meteor yang bisa menghantam bumi. Untuk itu, perlu mengetahui lebih lanjut mengenai komet dan meteor.

Mengenal Perbedaan Komet dan Meteor Sebagai Benda Luar Angkasa

Pengertian Komet

Melansir Britannica, komet memiliki tubuh kecil yang mengorbit matahari. Dengan komposisinya sebagian besar terdiri dari es yang mudah menguap.

Kata komet berasal dari Yunani (kometes), yang memiliki arti berambut panjang. Diameter komet paling besar yang pernah tercatat mencapai panjang 10 kilometer.

Komet juga memiliki nama lain yaitu bola salju kotor. Hal ini karena susunan komet dari debu dan es yang membeku. Akibat terkena debu, sehingga terlihat lebih mirip dengan bola salju yang kotor.

Lintasan komet memiliki bentuk elips atau lonjong, dengan posisi mengelilingi matahari. Terkadang lintasan komet sangat dekat dengan matahari.

Hal ini yang menyebabkan sebagian es pada komet menguap. Tentu adanya akibat dari efek panas dari matahari. Komet yang menguap akan membentuk kepala gas dan ekornya.

Perbedaan komet dan meteor terlihat dari panjang ekornya yang bisa mencapai jutaan km. Komet dengan ekor panjangnya yang biasa terlihat dari bumi.

Namun tak bisa terlihat dengan mata telanjang. Sehingga memerlukan alat bantu seperti teleskop untuk bisa melihat komet tersebut.

Baca Juga: Komet C/2020 X3 (SOHO) Ditemukan Oleh Astronom Amatir Asal Thailand

Tempat Asal Komet

Tempat asal komet di luar angkasa bernama Awan Oort. Letak Awan Oort berada pada luar sistem tata surya. Dalam Awan Oort ternyata terdapat jutaan hingga triliunan jumlah kometnya.

Hal itu akibat gaya gravitasi yang berasal dari bintang-bintang sekitar matahari. Tentu akan menyebabkan ada ketidakseimbangan dalam Awan Oort. Sehingga awan ini mengeluarkan sejumlah komet secara acak menuju pusat tata surya.

Perbedaan komet dan meteor dari bagian inti komet bisa diketahui pada pusatnya. Selain itu, tersusun oleh gas dan debu batuan. Inti tersebut terdiri atas benda yang padat dan juga stabil.

Komet akan langsung mendekati matahari setelah keluar dari Awan Oort. Namun beberapa materi dalam inti kometnya akan terpental keluar permukaan tubuh komet.

Adanya materi yang terpental keluar, pada akhirnya membentuk ekor debu komet. Selain ekor debu, terdapat ekor ion dengan panjang ekornya mencapai 100 juta kilometer.

Pada perbedaan komet dan meteor, posisi ekor komet selalu menjauhi matahari. Komet Halley merupakan salah satu komet paling terkenal.

Seorang ahli astronomi bernama Edmond Halley pada tahun 1705 yang menemukan komet tersebut. Pada tahun 1986, komet Halley tercatat terakhir kali terlihat. Kemungkinan lain akan muncul kembali tahun 2061.

Baca Juga: Komet C/2020 M3, Komet Langka yang Terdeteksi Mendekati Bumi

Pengertian Meteor

Apabila pernah melihat bintang jatuh, mungkin saja benda tersebut adalah meteor. Salah satu benda langit tersebut kemunculannya sering dinantikan oleh sebagian besar orang untuk bisa melihatnya.

Sebagian besar orang percaya bahwa apabila melihat bintang jatuh, maka keinginan dan harapan orang tersebut bisa terwujud suatu saat nanti.

Perbedaan komet dan meteor lainnya bisa diketahui dari letaknya. Letak meteor tidak jauh dari bumi. Meteor berasal dari meteoroid atau batuan yang melayang pada luar angkasa.

Meteor akan mengalami gaya tarik akibat adanya gravitasi bumi. Hal itu karena letak meteoroid yang berdekatan dengan bumi. Meteoroid bergesekan dengan permukaan atmosfer bumi terlebih dahulu.

Tentunya saat tertarik oleh gravitasi bumi. Sehingga meteorid akan habis terbakar pada atmosfer bumi sebelum masuk ke dalam bumi.

Saat meteoroid bergesekan dengan atmosfer, akan terlihat oleh manusia di bumi. Hal itu yang lebih dikenal dengan meteor atau sebutan lain dari bintang jatuh.

Meteor ialah penampakan jalur dari benda-benda ruang angkasa saat bergesekan pada atmosfer bumi. Fenomena tersebut akibat adanya panas yang berasal dari tekanan rem.

Tekanan rem merupakan hasil benda saat bergerak. Tentu dengan kecepatan tingginya atau supersonik pada medium fluida atau cair. Tekanan rem menghasilkan gaya hambat yang sangat besar pada benda jatuh.

Anda perlu pahami perbedaan komet dan meteor di atas. Kedua benda luar angkasa tersebut bisa menghantam bumi kapan saja. (R10/HR Online)

Editor: Jujang