Sabtu, Oktober 23, 2021
BerandaBerita TerbaruPerbedaan Tulang Rawan dan Tulang Keras pada Tubuh Manusia

Perbedaan Tulang Rawan dan Tulang Keras pada Tubuh Manusia

Perbedaan tulang rawan dan tulang keras terlihat dari beberapa segi. Namun, keduanya adalah tipe jaringan kolektif yang ada pada tubuh seseorang.

Tulang merupakan bagian dari sistem rangka yang akan membentuk kerangka tubuh. Masing-masing dari tulang akan menjalankan fungsinya masing-masing. Tidak terkecuali tulang rawan dan tulang keras.

Tulang tersebut memiliki kandungan kalsium dalam bentuk garam. Berdasarkan jaringan penyusunnya terdapat dua jenis, yaitu tulang rawan dan tulang keras.

Kartilago atau tulang rawan biasanya terdapat pada anak kecil. Sedangkan osteon atau tulang keras memiliki tekstur yang lebih padat. Biasanya akan mengandung banyak zat kapur.

Baca Juga: Tulang Rawan Hialin, Struktur dan Fungsinya dalam Organ Tubuh

Simak Perbedaan Tulang Rawan dan Tulang Keras Pada Tubuh

Kartilago dan osteon merupakan dua tulang yang terdapat dalam tubuh manusia. Pengelompokan tulang ini berdasarkan penyusunnya. Walaupun sama-sama penyusun kerangka, tetapi memiliki hal yang berbeda.

Berikut adalah perbedaan antara kedua tulang tersebut:

Struktur Sel

Osteon terbuat dari osteoblas dan memiliki sel progenitor sebagai pembangun osteosit. Sel ini merupakan sel tulang orang dewasa dan osteoklas. Nantinya sel besar akan memecah jaringan tulang.

Hal ini bertujuan untuk memperoleh pertumbuhan tulang, perbaikan, hingga pembentukan tulang. Ada juga tipe sel lainnya yang berguna mengatur pergerakan kalsium dan fosfat keluar masuk tulang.

Perbedaan keduanya terlihat dari struktur selnya. Untuk tulang rawan memiliki kandungan yang bernama kondrosit. Asal dari kondrosit dari sel prekursor yang namanya kondroblas.

Dalam hal ini, kondroblas akan menghasilkan matrix. Tersusun atas kolagen dan serat elastin. Keduanya terdapat pada sel kondrosit dewasa.

Jenis Tulang

Berdasarkan jenis tulangnya, kartilago dan osteon juga berbeda. Osteon memiliki variasi tulang panjang, pendek, pipih, dan tak beraturan.

Jenis tulang ini memiliki karakteristik yang kuat dan tidak fleksibel. Lain halnya dengan kartilago yang merupakan jaringan ikat fleksibel. Tulang ini memiliki jenis hialin, fibrosa, dan elastis.

Baca Juga: Karakteristik Tulang Pipa, Definisi, Hingga Struktur dan Jenis-Jenisnya

Struktur Fisik

Perbedaan tulang rawan dan tulang keras juga terletak pada struktur fisiknya. Kartilago memiliki susunan sel kondrosit yang bisa menghasilkan matrik ekstraseluler. Tulang ini tidak keras seperti osteon karena tak mengandung pembuluh darah.

Lain halnya dengan osteon yang merupakan kombinasi dari sel hidup dan mati. Tulang ini tertanam pada matriks. Osteon memiliki lapisan keras yang mengacu pada kompak dan beberapa ruang.

Bagian dalam ruang yang ada merupakan jaringan spons. Bentuknya berpori dan berguna untuk melindungi sumsum tulang serta pembuluh darah.

Terdapat jaringan lain pada osteon, termasuk periosteum, saraf, dan endosteum. Matriks osteon memiliki komponen organik dan anorganik. Formasi dari tulang ini adalah hasil dari pengerasan matriks.

Fungsi

Perbedaan tulang rawan dan tulang keras bisa terlihat dari segi fungsi. Fungsi kartilago bisa mengurangi gesekan pada sendi manusia. Bahkan bisa membantu tabung bronkial dan traker dalam peredam guncangan.

Karena memiliki sifat yang fleksibel, kartilago juga berfungsi sebagai penjaga bentuk tubuh. Termasuk melindungi bagian telinga dan hidung.

Sedangkan tulang keras atau osteon memiliki fungsi untuk melindungi tubuh dari cedera mekanis. Sebagai contoh tengkorak yang berguna untuk melindungi otak. Osteon juga berperan dalam pergerakan tubuh manusia.

Pasalnya, otot rangka akan terikat pada tulang tersebut. Sehingga seseorang bisa dengan mudah melakukan pergerakan. Osteon juga berperan dalam penyimpanan mineral kalsium dan eritrosit.

Penyakit Tulang

Setelah mempelajari perbedaan tulang rawan dan tulang keras, saatnya beralih ke penyakit. Ternyata, osteon dan kartilago juga bisa terserang penyakit mulai dari ringan hingga fatal. Simak penjelasannya berikut ini.

Rakitis

Penyakit rakitis akan mempengaruhi perkembangan tulang pada masa anak-anak. Sedangkan saat dewasa, penyakit ini memiliki sebutan osteomalacia. Penyakit ini akan mengakibatkan tulang seseorang berubah lunak dan lemah.

Baca Juga: Kelainan pada Tulang Perlu Diwaspadai, Cegah dengan Olahraga

Tumor Tulang

Penyakit berikutnya adalah tumor tulang yang menyebabkan gumpalan jaringan. Tumor ini biasanya bersifat jinak, tetapi bisa membuat jaringan tulang rusak. Lama-kelamaan tulang akan rapuh dan mudah patah.

Osteoporosis

Penyakit yang umum dirasakan ketika lansia adalah osteoporosis. Keadaan ini akan mengakibatkan kerusakan pada tulang belakang, pinggul, dan pergelangan tangan. Penyebabnya adalah kekurangan kalsium dan gangguan hormon.

Itulah beberapa perbedaan tulang rawan dan tulang keras pada tubuh manusia. Pastikan selalu menjaga kesehatan agar terhindar dari segala bentuk penyakit.

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img