Akibat Pandemi, PO Bus di Ciamis Ini Terpaksa Akan Jual Aset

PO Bus di Ciamis
Salah satu bus milik PO Bus Aladin yang ada di Ciamis. Foto: Ferry/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sebuah PO Bus di Ciamis terpaksa bakal menjual aset perusahaan akibat menurunnya jumlah penumpang serta adanya pembatasan operasi angkutan umum.

Perusahaan Otobus (PO) Aladin yang merupakan perusahaan angkutan umum swasta di Kabupaten Ciamis salah satunya, bakal menjual aset untuk menutupi biaya operasional, gaji karyawan dan angsuran ke bank.

Hal ini terjadi karena PO Bus di Ciamis ini terdampak pandemi covid-19 yang mana pemasukan selama ini berkurang drastis, baik dari angkot maupun bus.

Pemilik PO Aladin, H Tatang Aceng Kendar, mengungkapkan, sejak adanya pendami ini pemasukan ke perusahaannya bekurang, apalagi kendaraan umum yang beroperasi ada pembatasan.

“Kami juga punya setoran ke bank, daripada leasing yang membawanya karena kita tidak bayar, mendingan saya jual aset saja,” katanya, Rabu (31/3/2021).

H. Tatang Aladin sapaan akrabnya, mengaku akan menjual aset itu berupa sawah seluas 577 bata yang berada di 2 lokasi, dengan rincian 400 dan 177 bata.

Hasilnya, selain untuk membayar setoran bank, bayar pegawai serta operasional.

“Setoran saja sebelum pandemi itu sekitar Rp 51 juta, dan setelah adanya corona jadi Rp 31 juta karena ada keringanan dari banknya,” ucapnya.

baca juga: Pansus BPNT, DPRD Ciamis Minta E-Warung Tolak Barang Kualitas Jelek

Pengusaha Minta Solusi Pemerintah

Tatang mengatakan, pemerintah juga saat ini telah mengeluarkan kebijakan bahwa masyarakat tidak boleh mudik pada lebaran tahun 2021 ini.

Maka dari itu, pihaknya selaku pemilik PO Bus di Ciamis ini semakin bingung. Pasalnya, tidak ada subsidi dari pemerintah.

“Sedangkan karyawan dan operasional serta storan ke bank harus tetap dibayar, padahal kami juga sama-sama terdampak,” katanya.

Jika lebaran tidak boleh mudik, lanjut dia, tentu saja mobil juga tidak akan beroperasi karena tidak ada penumpang.

Kalaupun ada, lanjutnya,  pasti hanya satu atau dua saja. Itu hanya cukup untuk biaya bensin, makan dan lain-lain selama perjalanan.

“Karyawan saya dari mulai angkot sampai bus itu sekitar 100 orang lebih, itu belum sama keluarganya. Kalau tidak jalan atau kerja tentu tidak punya uang, kan kasihan keluarganya juga,” terangnya.

Padahal, lebaran itu harusnya mereka bisa pulang karena bertemu dengan keluarga satu tahun sekali. Tapi ini tidak boleh.

“Kami biasanya kalau lagi mudik itu bagian panen, tapi saat ini karena tidak mudik jadinya tidak bisa berbuat banyak,” terangnya.

Harusnya, kata pemilik PO Bus di Ciamis ini, pemerintah juga harus memberikan solusi dari kebijakan tersebut agar tidak merugikan pengusaha. Berkaca dari tahun kemarin, akhirnya sama-sama tidak ada solusi. (Fery/R6/HR-Online)