Sabtu, Oktober 23, 2021
BerandaBerita PangandaranReward untuk Desa di Pangandaran Jika Terapkan Ini dalam APBDes

Reward untuk Desa di Pangandaran Jika Terapkan Ini dalam APBDes

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Reward untuk desa di Pangandaran jika dalam APBDes menerapkan partisipasi masyarakat sebagai bentuk pembangunan gotong-royong. Reward tersebut akan diberikan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata mengatakan, dirinya meminta kepada Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Pangandaran, untuk melakukan penilaian terhadap desa yang melaksanakan partisipasi masyarakat sebagai bentuk gotong-royong.

“APBDes-nya kedepan akan dapat reward. Pak Kadinsos buat penilaian mana desa yang APBDes-nya terukur, terhitung. Tetapi di situ tampak juga partisipasi masyarakatnya sebagai bentuk gotong-royong,” kata Jeje saat kegiatan Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke XVIII Tingkat Kabupaten Pangandaran Tahun 2021, di Lapangan Grand Pangandaran, Selasa (30/03/2021).

Ia mencontohkan, pembangunan yang menggunakan bentuk gotong-royong misalnya ada anggaran Rp 100 juta untuk pembangunan jalan. Jika dikerjakan oleh proyek itu 10 meter, nanti bisa lihat desa mana yang menambahkan pengerjaannya dengan pola gotong-royong menjadi 15 meter.

Baca Juga : Bupati Pangandaran Larang Nelayan Tangkap Benih Lobster

“Jadi variabel reward-nya sejauh mana desa menerapkan partisipasi masyarakat sebagai bentuk gotong-royongnya masih kuat,” ujarnya.

Lebih lanjut Jeje mengatakan, dirinya berkaca pada sebuah desa di Klaten, Jawa Tengah yang berhasil menjalankan pola pembangunan secara gotong-royong.

“Belum lama ini saya ke Desa Ponggok di Klaten, Jawa Tengah. APBDes-nya hanya Rp 3,5 miliar, dan potensinya biasa-biasa saja, Tetapi yang luar biasa itu bagaimana komitmen membangun desa dengan pola kebersamaan atau gotong-royong,” kata Jeje.

Oleh karena itu, pihaknya akan memberikan reward untuk desa di Pangandaran jika berhasil menjalankan pola gotong-royong dalam pembangunan wilayahnya.

“Misalkan yang bagus APBDes-nya besok tambah 500 juta rupiah. Jadi kedepan cari desa yang betul-betul seperti itu agar semangat gotong-royong masyarakat tumbuh dan berkembang,” pungkas Jeje. (Madlani/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img