Sejumlah Pedagang Menolak Vaksin Covid-19, Ini Kata IDI Kota Banjar

Pedagang Pasar Menolak Vaksin
Ilustrasi Vaksin Covid-19. Foto: Ist/Net

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Banjar, Jawa Barat, dr. Fuad Hanif mengaku prihatin dan sangat menyayangkan adanya kejadian sejumlah pedagang pasar yang menolak vaksin Covid-19.

Ia menyayangkan pedagang pasar menolak vaksin, karena hal itu menandakan masih kurangnya kesadaran warga masyarakat tentang pentingnya vaksinasi dalam upaya pencegahan penularan virus Covid-19.

Baca Juga: Sejumlah Pedagang Pasar Banjar Tak Mau Divaksin

Padahal, kata Fuad, pihak pemerintah bersama tim Satgas serta petugas kesehatan sudah sering memberikan pemahaman edukasi pentingnya vaksinasi. Para petugas kesehatan juga memberikan contoh sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan vaksinasi.

“Tentu kami prihatin dengan adanya warga masyarakat yang enggan divaksin karena kami bersama tim Satgas juga selalu mendukung upaya vaksinasi ini,” kata Fuad Hanif kepada HR Online, Kamis (25/3/2021).

Lanjut Fuad mengatakan, vaksin Sinovac yang digunakan saat ini sangat aman untuk digunakan karena sudah berdasarkan rekomendasi yang diberikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Selain itu, vaksin Sinovac yang digunakan saat ini juga sudah dijamin kehalalannya oleh MUI sehingga masyarakat tidak perlu merasa takut untuk divaksin.

“Vaksin Sinovac ini aman. Untuk itu kami meminta bantu kami melindungi diri dan keluarga anda dengan mensukseskan vaksinasi,” ujar Fuad.

Ia menambahkan, vaksinasi ini sebetulnya tidak jauh berbeda dengan pemberian vaksin yang ada pada waktu yang telah lalu seperti pemberian vaksin untuk pencegahan penyakit polio, rubella dan penyakit campak yang dulu juga pernah mewabah.

Untuk itu, ia mengajak kepada warga masyarakat agar ikut membantu para medis dalam melakukan upaya pencegahan penularan Covid-19. Caranya dengan menyukseskan pelaksanaan vaksinasi agar nantinya terbentuk kekebalan kelompok atau herd immunity. 

“Yang paling krusial untuk menghambat penyebaran virus ini adalah melakukan vaksin di samping ikhtiar menerapkan protokol kesehatan. Untuk itu, jangan takut divaksin” ujar Fuad Hanif. (Muhlisin/R7/HR-Online)

Editor: Ndu