Sabtu, Oktober 23, 2021
BerandaBerita TerbaruShalat Sunnah Muakad, Penjelasan, Macam-macam, dan Keutamaannya

Shalat Sunnah Muakad, Penjelasan, Macam-macam, dan Keutamaannya

Shalat sunnah Muakad adalah shalat sunnah yang memiliki hukum hampir sama shalat wajib. Uswatun Hasanah kita juga sudah meninggalkan petunjuk yang berupa sunnah, salah satunya adalah sunnah muakad. Mengapa demikian? Agar umat Islam bisa mengikuti semua yang menjadi perintah Allah SWT dan juga larangannya.

Sunnah sendiri memiliki pengertian suatu perkara yang jika dilakukan akan mendapatkan balasan berupa pahala, namun jika tidak kita kerjakan maka tidak akan mendapat dosa ataupun siksa.

Baca Juga: Cara Wudhu yang Benar, Skincare Ampuh untuk Bekal Ketika di Akhirat

Pengertian Shalat Sunnah Muakad yang Perlu Anda Pahami

Tahukah anda, apa pengertian shalat sunnah Muakad itu? Merupakan shalat sunnah yang selalu Baginda Nabi Muhammad kerjakan.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan

Untuk anda yang ingin melaksanakan atau sudah rutin melaksanakan shalat ini, pasti sudah paham betul dengan hal-hal yang harus kita perhatikan ketika hendak melakukan.

Shalat sunnah ini tidak menggunakan adzan dan juga iqomah, lebih baik kita laksanakan secara munfarid (kecuali Sunnah Idain). Mengawalinya dengan bacaan niat sesuai shalat yang ingin dikerjakan. Alangkah lebih baiknya jika anda mengerjakannya berbeda tempat dengan shalat fardhu dan melakukan dua rakaat salam.

Macam-macam Shalat

Amalan sunnah berupa shalat sunnah ini memiliki macam-macam. Dengan begitu, tidak semua shalat sunnah termasuk dalam kategori shalat sunnah Muakad. Agar anda tidak bingung, berikut ini macam-macamnya.

Shalat Rawatib

Salah satu macam shalat sunnah Muakad ini yaitu shalat rawatib. Ini adalah shalat yang menyertai shalat fardhu dan bisa anda kerjakan sebelum maupun sesudahnya. Biasanya juga disebut shalat qobliyah dan ba’diyah.

Tahukah anda, balasan apa yang akan dapatkan ketika rutin mengerjakan shalat dua rakaat sebelum shubuh? Amalan ini merupakan amalan yang tidak pernah Baginda Nabi Muhammad SAW tinggalkan (HR. Bukhari). Selain itu, juga merupakan amalan yang lebih baik daripada dunia dan seisinya (HR. Muslim).

Sedangkan, jika anda rutin mengerjakan amalan shalat sunnah qobliyah juga ba’diyah dzuhur, maghrib dan isya, maka anda akan dibangunkan rumah saat di surga (HR. Tirmidzi).

Shalat Malam atau Lail

Pastinya anda sudah tidak asing lagi mendengar salah satu macam shalat sunnah Muakad ini. Sunnah malam ini adalah shalat yang dikerjakan saat malam hari ba’da isya sampai terlihat fajar. Berikut ini macam-macam shalat lail:

Baca Juga: Fadhilah Shalat Tasbih Menurut Rasulullah, Bisa Mengontrol Emosi

Shalat Witir

Sering kali kita mendengar shalat yang termasuk dalam shalat sunnah Muakad ini ketika waktu Ramadhan. Jika anda ingin mengerjakan, berarti anda harus mengerjakannya dalam jumlah yang ganjil. Witir ini juga merupakan penutup dari shalat malam.

Shalat Tahajjud

Tahajjud ini adalah shalat sunnah Muakad yang memiliki waktu pengerjaan pada malam hari. Waktu yang paling afdhol dan baik untuk mengerjakan adalah setelah bangun tidur atau pada sepertiga malam terakhir.

Barang siapa yang mengerjakan sembahyang tahajjud pada sepertiga malam, maka Allah akan mengangkat ia ke tempat yang lebih tinggi (Qs. Al-Isra ayat 79).

Shalat pada Hari Raya

Idain memiliki arti hari raya, yakni hari raya Idul Fitri dan juga Idul Adha. Shalat pada hari raya Idul Fitri berlangsung saat tanggal 1 Syawal, sedang Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Tarawih

Tarawih adalah shalat sunnah Muakad yang mempunyai waktu pengerjaan malam hari setelah shalat fardhu isya sampai menjelang shalat shubuh. Biasanya dikerjakan pada bulan Ramadhan.

Madzab Syafii, Hanafi, dan juga Hambali menyatakan bahwa bilangan shalat tarawih adalah 20 rakaat, Maliki 39 rakaat, sedangkan dalam hadits Aisya menyatakan 11 rakaat.

Namun, kebanyakan umat muslim di Indonesia mengerjakan sebanyak 11 rakaat, meski memang sebagian ada yang mengerjakan 21 rakaat.

Baca Juga: Amal Ibadah Paling Utama di Bulan Ramadhan

Berdasarkan ulama Hanafiyah, sunnah sendiri terbagi menjadi dua, yaitu sunnah Muakad dan juga sunnah Ghoiru Muakad. Dengan adanya dua perbedaan tersebut, sudah pasti pengertian juga penjelasannya berbeda.

Sunnah Muakad merupakan suatu hal yang senada (semakna) dengan fardhu. Letak perbedaannya, ada pada tingkatnya saja. Sunnah Muakad lebih rendah daripada wajib. Terkadang kita juga sering mendengar bahwa sunnah Muakad adalah Fardhu Amali.

Maksud dari Fardhu Amali adalah suatu perbuatan yang mempunyai posisi seperti fardhu dalam hal pengamalannya, sehingga membutuhkan adanya peraturan juga qadha. Meskipun begitu, kita tidak harus meyakini bahwa sunnah Muakad itu adalah fardhu.

Sedangkan sunnah Ghoiru Muakad adalah suatu perbuatan yang bila anda kerjakan akan mendapat pahala, jika tidak maka tidak akan mendapatkan siksa. Semoga, penjelasan dan macam-macam shalat sunnah Muakad bisa membantu anda lebih paham lagi.

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img