Sholat Qobliyah Subuh dan Keutamaannya yang Penting Untuk Diketahui

Sholat Qobliyah Subuh
Ilustrasi Sholat Qobliyah Subuh. Foto: Ist/Net

Sholat qobliyah subuh merupakan salah satu sholat sunnah sebelum sholat subuh. Dari pendapat jumhur ulama, salah satunya mazhab Syafi’i, jika sholat qobliyah ini sama dengan sholat fajar.

Untuk tata caranya yakni dikerjakan dengan dua rakaat. Semua sholat sunnah menjadi sangat penting selain mengerjakan sholat wajib lima waktu.

Karena, sholat sunnah pun menjadi penyempurna sholat wajib dan menjadi salah satu ibadah yang bernilai pahala yang tidak sedikit.

baca juga: Shalat Sunnah Muakad, Penjelasan, Macam-macam, dan Keutamaannya

Apa Itu Sholat Qobliyah Subuh?

Qobliyah subuh merupakan sholat sunnah yang pengerjaannya sebelum sholat subuh. Dalam “dua rakaat sebelum subuh mampu mengalahkan dunia dan seisinya”. Hal itu merupakan salah satu keutamaan dari ibadah ini oleh Ulil Hadrawy.

Lalu sholat ini pun disebut juga dengan sholat sunnah Barad. Karena, ibadah sunnah ini orang muslim lakukan saat hari masih terasa dingin.

Kemudian, ada pula yang menyebutkan jika sholat ini adalah sholat Ghadat, karena merupakan sholat pagi-pagi sekali. Sholat qobliyah sebelum sholat subuh ini sangat istimewa sebab rutin Nabi Muhammad SAW kerjakan.

Kemudian, telah ‘Aisyah istri Rasulullah riwayatkan, jika rasulullah tak pernah meninggalkan empat rakaat sunnah qobliyah dzuhur serta dua rakaat sholat qobliyah subuh. (Hadits Riwayat Bukhari 1182).

Lalu, dalam riwayat yang lain mengatakan jika Aisyah berkata:

Tak hanya itu saja, telah sebuah hadis sebutkan mengenai keistimewaan sholat qobliyah ini lebih utama dari apapun yang ada di dalam dunia apabila dikumpulkan.

baca juga: Niat Sholat Tahajud, Tata Cara dan Keutamaannya

Apa Perbedaannya dengan Sholat Fajar?

Seringkali terdapat suatu kebingungan tersendiri mengenai perbedaan qobliyah subuh dengan sholat fajar. Namun, perbedaan tersebut hanya terdapat pada penamaannya saja.

Ada hadits merujuk sholat fajar merupakan sholat qobliyah subuh. Lalu, juga ada satu hadits lain dengan sholat fajar merujuk ke sholat subuh.

Kemudian, M.Ali Zainal Abidin dalam “Sholat fajar, adalah sholat subuh atau qobliyah subuh?” telah mengungkapkan jika sholat fajar adalah sholat yang secara langsung saat fajar sudah terbit.

Sedangkan, saat fajar terbit, terdapat dua jenis sholat yang dilakukan, yakni sholat qobliyah subuh yang hukumnya adalah sunnah serta sholat subuh sendiri yang bersifat wajib.

Lalu, penamaan sholat fajar sebagai sholat qobliyah bisa kita ketahui dengan kata “rak’atai-l-fajr” yang berarti dua rakaat sholat fajar.

Hal tersebut juga telah tertuang dalam sebuah hadits:

Sedangkan, terdapat juga sebuah hadits yang mengungkapkan jika sholat fajar yang dituliskan dengan kata “ra’atai-l-fajr” yang berarti dua rakaat fajar telah merujuk ke sholat qobliyah subuh.

Sementara itu, sholat fajar yang dimaksudkan dengan kata “shalla-l-fajr” atau dengan “sholat al-fajr” yang merujuk sholat subuh.

baca juga: Sholat Sunnah Fajar, Amalan yang Mampu Memberikan Rumah Megah

Bacaan Niat dan Tata Cara Mengerjakan Sholat Sunnah Qobliyah Subuh

Niat adalah sebuah landasan atau dasar dalam setiap umat mengerjakan segala aktivitas. Begitupun dengan sholat. Niat sholat sunnah sebelum subuh dapat anda lafalzkan sesuai dengan bahasa Arab atau sesuai bahasa sehari-hari.

Hal ini karena sejatinya, niat berasal dari dalam hati umat manusia. Namun, alangkah lebih bagusnya jika melafalzkannya dengan menggunakan bahasa Arab seperti dalam Al Quran.

Setelah itu, anda perlu mengerti tentang bagaimana tata cara mengerjakan sholat sunnah ini. Walaupun sebenarnya hanya sama dengan pengerjaan sholat subuh.

Adapun beberapa langkah atau cara untuk mengerjakan sholat qobliyah subuh adalah sebagai berikut:

Pertama yakni membaca niat sholat sunnah sebelum subuh. Lafalnya adalah sebagai berikut:

Sholat Qobliyah Subuh
  • Langkah yang kedua adalah dengan membaca takbiratul ikhram
  • Selanjutnya membaca surat Al Fatihah lalu lanjut salah satu surat pendek dalam Al Quran
  • Ruku
  • I’tidal
  • Sujud pertama
  • Lalu duduk di antara dua sujud
  • Selanjutnya sujud kedua untuk rakaat pertama
  • Langkah berikutnya adalah berdiri untuk rakaat kedua dan membaca surat Al Fatihah sampai sujud kedua
  • Selanjutnya adalah sujud tasyahud
  • Langkah terakhir yaitu mengucapkan salam lalu menoleh ke kanan dan ke kiri

Bacaan Surat dalam Qobliyah Subuh

Untuk bacaan surat-surat pendek anjuran saat melaksanakan sholat qobliyah subuh ini terdapat beberapa pilihan yang baik sesuai dengan anjuran hadits. Adapun surat-surat tersebut adalah sebagai berikut:

Surat Al Ikhlas dan Al Kafirun

Saat menjalankan sholat qobliyah ini, seseorang yang beragama Islam pun bisa membaca surat Al Kafirun untuk rakaat pertama, lalu untuk rakaat kedua adalah surat Al Ikhlas.

Hal ini merupakan anjuran karena Nabi Muhammad SAW juga melakukannya. Seperti hadits riwayat Muslim oleh Abu Hurairah, jika Rasulullah SAW pada sholat sunnah sebelum subuh membaca Al Kafirun dan Al Ikhlas (HR Muslim 726).

Surat Al Baqarah Ayat 136 dan Surat Ali Imran Ayat 52

Tak hanya surat Al Ikhlas dan Al Kafirun saja yang merupakan surat anjuran. Namun, juga terdapat ayat lain dalam surat Al Baqarah ayat 136 dan Ali Imran yang bisa anda baca. Terdapat sebuah hadits riwayat dari Said bin Yasar, Ibnu Abbas mengabarkan untuknya.

Lalu untuk rakaat kedua dalam sholat qobliyah subuh membaca surat Ali Imran ayat 52.

Keutamaan Sholat Sebelum Subuh

Untuk kaum muslim, mengerjakan sholat lima waktu merupakan sebuah kewajiban yang berdosa jika meninggalkannya. Ibadah sholat lima waktu juga menjadi salah satu kelima rukun Islam dan menjadi pondasi keimanan dalam agama.

Akan tetapi, sebagai umat muslim, juga tak boleh terpaku pada sholat wajib saja. Terdapat ibadah lain yang mestinya harus diamalkan.

Tentu saja, manfaatnya dan keutamaannya bisa kita peroleh sama besarnya dengan mengerjakan sholat wajib. Sholat sunnah sebelum subuh merupakan salah satu ibadah sunnah yang mempunyai keistimewaan tersendiri.

Oleh karena itu, Nabi Muhammad SAW juga senantiasa menjaga amalan sholat qobliyah subuh ini. Berikut adalah beberapa keutamaan yang akan kita peroleh setelah mengerjakannya setiap hari, antara lain:

Lebih Baik dari Dunia serta Seisinya

Keistimewaan serta keutamaan ibadah sunnah qobliyah subuh ini merupakan sebuah kebaikan yang melebihi dunia dan juga isinya. Dari keutamaan ini kemungkinan telah banyak yang para kaum muslim ketahui.

Istimewanya sholat sebelum subuh ini pun telah tertuang dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh istri Rasulullah SAW, Aisyah radhiallahu anhu.

Apabila kita sudah mengetahui keutamaannya ini, sudah seharusnya kita menyadari tentang keutamaan sholat sebelum subuh ini dan menjadi kaum muslim yang lebih beriman.

Kemudian, dari Abu Hurairah Radhiyallalu Anhu mengatakan jika Rasulullah SAW pernah berkata mengenai keutamaan yang luar biasa dari sholat subuh selain sholat qobliyah subuh.

Sebagai Cara untuk Mengikuti Teladan Nabi Muhammad SAW

Keutamaan dari solat sunnah sebelum subuh selanjutnya adalah sebagai upaya umat Islam untuk mengikuti teladan dari seorang Rasul Allah, yaitu Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah SAW memberikan contoh untuk kaumnya supaya selalu senantiasa menjaga rutinitas penting dan bermanfaat, yakni melaksanakan sholat sunnah sebelum subuh.

Sebagai Penyempurna Sholat Wajib

Untuk keutamaan sholat qobliyah subuh selanjutnya adalah sebagai penyempurna sholat wajib lima waktu. Sholat sunnah ini mampu menutupi kekurangan dari sholat wajib.

Biasanya, sebagai manusia yang tak pernah luput dari kekurangan dan kesalahan, tidak menutup kemungkinan kita melakukan kekeliruan yang disengaja atau tidak saat beribadah sholat lima waktu.

Balasan Rumah Dalam Surga

Terdapat keutamaan sholat qobliyah subuh lainnya, yakni memperoleh balasan rumah dalam surga Allah. Keutamaan ini merupakan keutamaan yang telah ada dalam sebuah hadits yang Ummu Habibah Radhiallahu Anhu sampaikan. Ia adalah istri Nabi Muhammad SAW, dan berkata:

Keutamaan sholat qobliyah subuh sangat besar untuk kita umat muslim. Dengan demikian, sebaiknya, sebagai umat Islam yang taat akan hukum Islam, melaksanakan berbagai amalan dapat membantu meringankan siksa kubur dan yaumul hisab kelak. (Muhafid/R6/HR-Online)

Editor: Muhafid