Sinopsis Arslan Senki, Kisah Pangeran 14 Tahun yang Diremehkan

Sinopsis Arslan Senki
Sinopsis Anime Arslan Senki. Foto: Ist/Net

Sinopsis Arslan Senki adalah anime yang mengisahkan perjuangan seorang pangeran yang masih kecil. Perjuangan yang luar biasa dan menjadi legenda.

Kisah ini dibuat anime oleh Abe Noriyuki dengan studio Zanzigen pada tahun 2015. Hingga saat ini animenya telah sampai pada season 2.

Anime ini menjadi salah satu anime terbaik. Bahkan banyak penggemar yang sangat menantikan season ketiganya. Namun belum ada kepastian rilis season ketiganya.

Simak Sinopsis Arslan Senki

Cerita berawal pada tahun 317 Pars Era dengan peperangan yang luar biasa. Peperangan ini antara kerajaan Pars dan Lusitania.

Peperangan terjadi karena Lusitania menyerbu sekutu Pars yaitu negeri Maryam. Pars membalas serangan itu dengan mengirim 300 ribu pasukan dalam peperangan.

Raja yang memimpin kerajaan Pars adlah Andragoras II. Pars membuat gunung mayat pasukan Lusitania.

Baca Juga: Zeke Jaeger di Attack On Titan, Si Santuy dengan Rencana Jahat

Di sisi lain di ibukota Pars, Ecbatana, anak Andragoras bernama Arslan sedang berlatih pedang dengan Vahriz. Selepas latihan, raja Andragoras pun tiba dari peperangan.

Arslan pun menyambut, namun malah dicuekin oleh ayahnya sendiri. Hal ini karena Arslan yang lemah karena belum bisa Andragoras banggakan.

Pasukan Andragoras juga membawa tawanan perang dari Lusitania. Terlihat ada anak-anak juga diantara para tawanan.

Pertemuan Arslan Dengan Teman Baru

Dalam sinopsis Arslan Senki pun sang pangeran bertemu dengan para tawanan Lusitania. Namun, ada salah satu tawanan yang anak kecil :Lusitania yang kabur.

Tawanan itu pun menyandera Arslan agar bisa lolos. Arslan dan tawan itu pun berlari kesana kemari demi terhindar dari pasukan kerajaan Pars.

Baca Juga: Sinopsis Ansatsu Kyoushitsu, Anime yang Menyindir Dunia Pendidikan

Di sana pun Arslan malah mengajak berkenalan dengan tawanan itu. Rupanya namanya adalah Toele dan memiliki usia sama dengan Arslan yaitu 11 tahun.

Arslan mencoba membiarkan Toele kabur dengan kuda. Namun, ada satu prajurit kerajaan terkuat di sana bernama Daryun.

Ketika akan memanah Toele yang pasti tidak akan meleset, Arslan berteriak agar berhenti. Daryun pun sengaja membuat meleset tembakan panahnya tersebut.

Pertempuran Pertama Arslan

Singkat cerita di sinopsis Arslan Senki ini sang pangeran berusia 14 tahun. Usianya yang masih kecil itu terpaksa harus mengikuti perang dengan Lusitania.

Sebelum peperangan Daryun memberi saran mundur terlebih dahulu kepada raja. Hal ini karena ada kabut tebal yang aneh di area pertempuran.

Raja tak setuju dan membuat Daryun tidak boleh memimpin pasukan manapun. Peperangan pun mulai.

Pasukan Pars luluh lantah karena strategi penjebakan yang dilakukan Lusitania. Selain strategi, rupanya banyak pasukan Pars juga yang berkhianat.

Di usia yang muda, Arslan harus melihat banyak mayat yang terbunuh. Kemudian datang jenderal Pars bernama Kharlan.

Namun Kharlan malah ingin membunuh Arslan, ketika nyaris tewas muncul Daryun. Ia menyelamatkan sang pangeran dan langsung pergi dari medan peperangan.

Raja pun mundur dari peperangan karena sudah akan kalah. Ia dikawal oleh Vahriz juga. Namun, di jalanan rupanya sudah ada yang mencegat raja dari pelarian.

Di sana juga ada musuh yang membenci Andragoras yang menggunakan topeng. Vahriz tewas dan Andragoras pun menjadi tawanan.

Ibukota Runtuh

Dalam sinopsis Arslan Senki ini pun, kerajaan Pars benar-benar hancur. Arslan dan Daryun pun pergi ke hutan.

Rupanya di sana ada mantan jenderal Pars yang cerdas bernama Narsus dan asistennya Elam. Narsus ini yang memiliki ide untuk melarang perbudakan, ia juga yang mampu menyelamatkan Pars saat krisis.

Namun semua yang dilakukannya tak dihargai oleh Andragoras. Ia malah diasingkan dari Pars.

Arslan berusaha membujuk Narsus agar bergabung dengannya melawan Lusitania. Dengan ucapan bodoh anak 14 tahun Narsus luluh dan mengikuti jejak Arslan.

Narsus memiliki hobi melukis namun gambarnya sangat ancur. Arslan malah menjanjikan Narsus menjadi pelukis di kerajaan.

Daryun, Narsus dan Elam pun menjadi pengikut Arslan yang setia. Mereka pun berkeliling ke beberapa daerah Pars.

Di ibukota Pars, pasukan Lusitania siap menyerbu. Di sana juga terdapat seorang anak muda yang menembakan panah kepada jenderal Pars.

Hal itu karena jenderal tersebut yang membuat rakyat disiksa dan disandera oleh Lusitania. Rupanya yang menembak itu adalah Gieve seorang pengembara.

Namun, tak beberapa lama ibukota pun runtuh. Lusitania pun menguasai ibukota. Sementara Gieve melarikan diri dari sana.

Pembentukan Kelompok Arslan

Di saat perjalanan dalam sinopsis Arslan Senki, Gieve bertemu seorang gadis yang dihalau pasukan Lusitania. Gieve mencoba menolongnya, namun wanita itu ternyata ahli juga dalam menggunakan panah.

Wanita itu bernama Farangis dan merupakan pendeta dari kuil Mithra. Ia memiliki tugas untuk mencari dan menjaga Arslan.

Rupanaya ada yang melapor di mana posisi Arslan. Pasukan Pars yang berkhianat pun mencari mereka.

Singkat cerita, Daryun dengan kekuatan, Narsus dengan strategi dan Elam dengan kelincahan berhasil mengalahkan pasukan itu. Rupanya yang memimpin adalah Kharlan.

Di tengah kegentingan, Gieve dan Farangis pun datang menyelamatkan Arslan. Kharlan pun tewas oleh pedang dari Daryun.

Kelompok Arslan pun terbentuk. Terdiri dari Daryun Narsus, Elam, Gieve dan Farangis.Mereka terus berkelana mencari sisa pasukan Pars.

Bagaimana kisah selanjutnya dari pangeran 14 tahun di sinopsis Arslan Senki ini? Saksikan keseruan dari anime ini di berbagai platform nonton seperti Netflix. (R7/HR-Online)

Editor: Ndu