Jumat, Desember 3, 2021
BerandaBerita TerbaruStruktur Tubuh Bakteri dan Fungsinya Dalam Kelangsungan Hidup

Struktur Tubuh Bakteri dan Fungsinya Dalam Kelangsungan Hidup

Struktur tubuh bakteri memiliki fungsi masing-masing untuk kelangsungan hidupnya. Bakteri berasal dari kata bacterium. Bacteria merupakan sebuah kelompok yang tidak memiliki inti sel.

Bakterion berasal dari bahasa Yunani yang artinya tongkat atau batang. Berdasarkan dari morfologinya, bakteri terbagi atas tiga golongan.

Pembagian tersebut terbagi atas golongan basil, golongan kokus, dan golongan spiril. Basil merupakan tongkat yang bentuknya pendek. Sedangkan kokus merupakan bola kecil dan spiral memiliki bentuk bengkok layaknya spiral.

Mengenal Struktur Tubuh Bakteri dan Fungsinya Masing-masing

Bakteri merupakan makhluk hidup dalam kategori kingdom Monera. Memiliki sel dengan bentuk yang bervariasi. Bentuknya ada yang coklat, batang, dan melengkung. Biasanya bakteri memiliki ukuran dengan diameter 0.7 – 1.3 mikron.

Bagian tubuh bakteri biasanya tersusun atas tiga bagian. Berupa dinding sel, protoplasma, dan bagian luar yang bentuknya mirip kapsul.

Bakteri juga tidak memiliki membran pada inti sel. Sehingga tidak memiliki klorofil dan ukurannya sangat kecil. Hal ini bisa terlihat dengan menggunakan mikroskop bercahaya.

Baca Juga: Struktur dan Fungsi Pankreas pada Pencernaan Tubuh Manusia

Kapsul dan Lapisan Lendir

Struktur tubuh bakteri yang pertama adalah kapsul yang bisa menghasilkan lendir ke permukaan sel. Kapsul ini tersusun atas air dan polisakarida.

Biasanya terletak pada bakteri saprofit. Kapsul ini bisa menebal dan membentuk glikoprotein. Kapsul dan lapisan lendir mampu melindungi dan mempertahankan kelembaban sel.

Lalu bisa membantu dalam melekatkan tubuh pada substrat dan menunjukkan virulensi pada bakteri. Kapsul ini berfungsi untuk pelindung pada sistem imun dan sel inang.

Dinding Sel

Struktur tubuh bakteri berikutnya adalah dinding sel yang terbentuk dari peptidoglikan. Hal ini sejenis dengan polisakarida yang selalu berikatan dengan protein.

Bagian ini berfungsi untuk melindungi sel agar tidak mudah rusak. Terutama pada bagian yang letaknya dekat dengan tekanan osmotik kecil. Lalu mampu mempertahankan bentuk dari sel bakteri.

Bakteri terbagi atas dua kelompok, yaitu gram positif dan bakteri gram negatif. Bakteri gram positif terlapisi oleh peptidoglikan yang tebal.

Struktur tubuh bakteri ini biasanya memiliki warna ungu. Sedangkan bakteri gram memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis. Warnanya cenderung merah atau merah muda.

Baca Juga: Struktur Kulit Manusia, Organ Paling Besar Sebagai Pelindung Tubuh

Membran Plasma

Struktur membran plasma tersusun dari fosfolipid dan protein. Memiliki sifat yang semipermeabel dengan fungsi untuk melapisi sitoplasma.

Bahkan juga bisa mengontrol pergantian zat yang ada pada sel dari zat luarnya. Sehingga tubuh bakteri akan tetap aman dari gangguan masalah.

Flagela

Struktur tubuh bakteri berikutnya adalah flagela yang merupakan bulu cambuk. Bagian ini tersusun atas protein yang berfungsi untuk pergerakan.

Flagela hanya terdapat pada bakteri dengan bentuk batang, koma, dan spiral. Sehingga tidak semua bakteri memilikinya.

Sitoplasma

Berikutnya ada cairan yang tidak berwarna. Tersusun dari air, garam mineral, enzim, dan berbagai bahan organik lainnya. Struktur ini memiliki fungsi sebagai wadah berlangsungnya reaksi metabolisme.

Pili

Struktur tubuh bakteri bernama pili merupakan rambut-rambut halus yang tumbuh dari dinding sel. Bentuknya hampir mirip dengan flagela.

Hanya saja, ukurannya lebih pendek dan juga bentuknya kaku. Fungsi dari pili untuk membantu melekatnya substrat dan menyalurkan materi genetik saat konjugasi.

Klorosom

Bakteri memiliki sebuah klorosom yang sangat berperan dalam kelangsungan hidupnya. Bahkan fungsinya untuk mengadakan fotosintesis. Tetapi proses ini hanya bisa dilakukan oleh bakteri jenis fotosintetik.

Ribosom dan Mesosom

Struktur tubuh bakteri yang tidak boleh lupa adalah ribosom dan mesosom. Ribosom merupakan sebuah organel kecil pada bakteri. Fungsi dari ribosom untuk melakukan sintesis protein sehingga bakteri bisa bertahan hidup jika memiliki ribosom.

Sedangkan mesosom merupakan organel sel yang bentuknya seperti pentol. Fungsinya untuk menghasilkan energi dan membentuk sel baru pada saat melakukan pembelahan. Lalu mampu menerima DNA saat konjugasi.

Nukleoid

Struktur tubuh bakteri berikutnya adalah nukleoid. Fungsi dari bagian untuk tempat bertemunya DNA kromosomal bakteri.

Plasmid dan DNA

Bakteri juga memiliki plasmid yang berfungsi untuk rekayasa genetika. Sehingga nantinya akan menghasilkan DNA. DNA terbagi atas dua fungsi untuk menentukan sifat metabolisme bakteri dan ketahanan suatu antibiotik.

Granula dan Vakuola Gas

Kedua struktur ini memiliki fungsi untuk menyimpan cadangan makanan. Selain itu, juga menyimpan senyawa lain yang sudah diproduksi.

Pilus dan Fimbria

Struktur yang terakhir adalah pilus dan fimbria yang bisa mendukung bakteri melekat pada tempat hidupnya. Lalu bisa menempel pada sel bakteri lainnya.

Nah, cukup sudah penjelasan mengenai struktur tubuh bakteri sebagai makhluk hidup yang kecil. Pelajari perbedaan masing-masing struktur dan juga fungsinya. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -