Sungai Ciloseh Meluap, PMII Kota Tasikmalaya: BBWSC Tanggung Jawab

Sungai Ciloseh Meluap
Salah satu rumah warga RT 001/001, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, terendam banjir akibat meluapnya sungai Sungai Ciloseh. Foto : Apip/HR

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Hujan deras yang mengguyur Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mengakibatkan air Sungai Ciloseh, tepatnya di bendungan Cimulu meluap.

Akibatnya, pada Sabtu malam (27/3/2021), puluhan rumah yang berada di sepanjang bantaran sungai terendam banjir beberapa centimeter.

Adapun puluhan rumah yang berada di sepanjang aliran sungai Ciloseh tersebut, di RT 001/001, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya.

Ketua RT 01, Jajang mengatakan, membenarkan kejadian tersebut. “Air sungai meluap karena hujan mengguyur semalaman. Jadi air naik ke permukiman warga,” singkatnya kepada HR Online, Minggu (28/3/2021).

Sementara itu, banjir yang ke naik ke permukiman warga dari luapan air sungai Ciloseh tersebut mendapat sorotan dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tasikmalaya.

Menurut Ketua 2 PC PMII Kota Tasikmalaya, Asep Kustiana, Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy (BBWSC) harus bertanggung jawab dengan adanya banjir tersebut.

Lanjut Asep, bahwa hujan deras yang terjadi pada Sabtu malam di Kota Tasikmalaya, mengakibatkan meluapnya sungai Ciloseh tepatnya di bendungan Cimulu. Sehingga, menimbulkan banjir dan sampai ke rumah warga.

Selain itu, lanjutnya, karena sebelumnya tidak ada pemeliharaan sungai. Jadi, menurutnya, BBWSC sekarang harus segera melakukan pengerukan sedimentasi yang sudah dangkal ini.

“Tidak ada perhatian dari BBWSC. Sehingga, ketika curah hujan tinggi dan ruang air sedikit, itulah yang membuat sungai Ciloseh meluap dan menimbulkan banjir sampai ke pemukiman warga sekitar,” tuturnya.

Lebih lanjut Asep menambahkan, dengan sedimentasi yang dangkal juga dapat menimbulkan penumpukan sampah.

“Sehingga akibatnya menimbulkan bau tak sedap terhadap warga sekitar, dan juga menjadi salah satu penyebab terjadinya penyakit DBD,” pungkasnya. (Apip/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto