Senin, Mei 16, 2022
BerandaBerita TerbaruSyarat Wajib dan Rukun Puasa Ramadan

Syarat Wajib dan Rukun Puasa Ramadan

Puasa Ramadan merupakan salah satu ibadah wajib yang umat Islam tunggu-tunggu waktunya. Lantaran momen tersebut hanya ada satu kali dalam setahun selama satu bulan penuh.

Dalam kalender Islam, ibadah puasa ini umat muslim jalankan pada bulan Ramadan selama 29-30 hari tergantung penentuannya.

Umat Islam begitu menanti-nantikan kedatangan bulan ini karena begitu banyak pahala yang akan mereka dapatkan selain dari ibadah puasa.

Selain itu pada waktu yang hanya ada sekali dalam setahun ini, akan ada banyak hikmah yang mereka petik jika melaksanakannya dengan sungguh-sungguh juga sepenuh hati.

Bagi mereka yang menjalankannya hanya sebatas ikut saja maka cukup mendapat rasa lapar serta haus saja.

Bahkan umat muslim sudah mengajarkan puasa Ramadan ini pada anak-anak mereka sejak kecil. Biasanya dengan puasa setengah hari di mana dari waktu subuh sampai adzan Dzuhur saja.

Momen Ramadan ini biasanya ramai atribut tentang islami yang bisa kita jumpai dari berbagai tempat. Seperti di pinggir jalan yang mana terdapat simbol ketupat dan lain sebagainya.

Belum lagi pada acara televisi yang kerap memuat acara Islam seperti ceramah para ulama, acara hafal Al-Qur’an, talk show tentang Islam juga sebagainya.

Tak hanya itu, pada saat sahur pun yang biasanya hanya tampil acara ulangan bisa kita jumpai talk show pagi hari untuk menemani penonton sahur.

Kala waktu menjelang berbuka puasa pun, juga ada acara untuk menemani pemirsa menyantap menu berbuka yang cukup seru dan menghibur.

Selain ibadah puasa Ramadan, pada bulan ini ibadah yang orang-orang tunggu ialah shalat tarawih. Di mana jama’ah lakukan selepas shalat Isya setiap hari selama bulan tersebut.

Malam Lailatul Qadar juga menjadi salah satu ibadah yang umat Islam harapkan untuk mendapatkan masanya. Sebab tidak ada yang tahu pasti malam tersebut di tanggal berapa. Bahkan alim ulama sekalipun hanya memberikan ciri-ciri kedatangan malam tersebut. 

Memang begitu banyak waktu untuk beribadah yang ada pada bulan ini, sebab itulah para orang beriman kerap merindukan Ramadan.

Pengertian Puasa Ramadan

Umat Islam di seluruh dunia selalu menantikan saat puasa Ramadan setiap tahunnya. Tapi tahukah anda pengertian tentang salah satu ibadah ini?

Jangan sampai anda hanya sekedar turun temurun melakukan ibadah puasa tanpa tahu segala sesuatunya dengan baik dan benar.

Salah satu kewajiban bagi semua umat muslim kala bulan Ramadan tiba adalah puasa. Dalam bahasa Arab, puasa ini disebut dengan kata Shiyam.

Menurut bahasa, arti singkat dari puasa atau shiyam ini adalah upaya diri untuk menahan dari sesuatu.

Pengertian puasa lain adalah salah satu bentuk ibadah yang umat Islam lakukan dengan arti menahan dirinya dari semua hal yang akan membatalkannya. Adapun hal tersebut adalah menuruti syahwat, keinginan perut dan kemaluan atau Fajri dengan niat khusus di dalasesuat

Bentuk puasa Ramadan adalah puasa yang umat Islam laksanakan mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari.

Di bulan suci inilah seluruh umat Islam dunia wajib berpuasa. Namun jika tergolong tidak mampu melakukannya maka hukumnya wajib mengganti puasa karena ketidakmampuan tersebut pada hari lain. 

Sebab apabila umat muslim dengan sengaja tidak melaksanakan maka hukumnya dosa terlebih ia mampu untuk melakukannya baik secara jasmani maupun rohani.

Dasar dari hukum wajib puasa di bulan Ramadan ini bisa anda lihat di dalam Al-Qur’an tepatnya surah Al-Baqarah.

Syarat Wajib Puasa Ramadan

Sebagai umat Islam wajib mengetahui syarat wajib untuk menjalankan ibadah puasa. Adapun ketentuan ini merupakan ragam syarat yang jika bisa terpenuhi seseorang, menjadikan orang tersebut harus menjalankan ibadah wajib tersebut mau tidak mau, suka ataupun tidak.

Secara sederhana apabila ada salah satu syarat yang tidak mampu terpenuhi maka orang itu hukumnya tidak wajib menjalankan puasa ramadan atau boleh meninggalkannya.

Persyaratan pertama adalah orang tersebut wajib beragama Islam. Baik kaum laki-laki maupun perempuan hukumnya wajib menunaikan ibadah puasa jika agama yang mereka anut adalah Islam.

Karena itu bagi mereka yang bukan pemeluk agama Islam maka tidak wajib menjalankannya.

Selanjutnya adalah baligh. Laki-laki yang sudah mengalami mimpi basah juga perempuan yang sudah mengalami haid maka dikatakan sudah masuk masa baligh dan wajib menjalankan ibadah puasa Ramadan. 

Memiliki akal sehat juga salah satu syarat puasa. Bagi orang yang akalnya terganggu seperti depresi atau tidak berakal maka mereka tidak berkewajiban menjalankan shiyam.

Hal terakhir yang menjadi syarat wajib menjalankan puasa adalah sudah mengetahui waktu bulan suci Ramadan baik dari ketentuan pemerintah ataupun kalender Islam. Jika mereka sudah tahu kapan tepatnya masuk bulan Ramadan maka hukumnya wajib untuk menunaikan.

Rukun Puasa Ramadan

Salah satu bagian dari rukun Islam adalah rukun Puasa Ramadan sehingga hukumnya juga wajib untuk umat muslim laksanakan setelah memenuhi persyaratan wajib. Rukun tersebut tak hanya ada pada ibadah bulan Ramadan saja melainkan juga wajib pada puasa sunnah.

Niat menjadi rukun pertama dalam menjalankan ibadah puasa. Niat ini adalah kalimat yang mempertegas keinginan seseorang menjalankan puasa. Niatnya pun berbeda-beda sesuai ibadah puasa yang hendak seseorang jalankan.

Selanjutnya adalah menahan diri sendiri dari berbagai hal yang bisa membatalkan puasa. Adapun berbagai hal tersebut yaitu makan dan minum yang disengaja atau lain-lain seperti murtad, juga memasukkan zat apapun ke dalam lubang pada tubuh masing-masing.

Berikutnya adalah menahan diri dari hasrat syahwat sampai jima. Jima ini artinya adalah berhubungan badan. Baik dalam hubungan suami istri pada siang hari di bulan Ramadan bisa membatalkan puasa seseorang tersebut.

Muntah yang sengaja seseorang lakukan juga membatalkan puasa Ramadan. Karena itu menahan diri dari muntah merupakan salah satu rukun puasa. Kecuali jika seseorang tengah sakit dan tidak sengaja muntah maka puasanya tidak batal.

Hikmah Puasa Ramadan

Ada banyak hikmah yang bisa kita petik kala menjalankan puasa Ramadan. Baik secara rohani yaitu seperti mendekatkan diri kepada sang pencipta yaitu Allah SWT. Karena kita termasuk orang-orang yang menjalankan perintahnya dan menjauhi larangan-nya.

Tak hanya sampai di situ, orang yang menjalankan puasa di bulan Ramadan juga ikut merasakan simpati kepada kaum tak mampu yang tidak bisa makan teratur setiap harinya.

Dengan begitu, banyak orang prihatin dan mendorong para kaum mampu untuk saling membantu satu sama lain.

Kita juga bisa memperoleh banyak pahala dengan menekan rasa amarah kala menjalankan ibadah puasa. Sebab umat muslim yang menunaikan ibadah puasa sebenarnya tengah berperang pada nafsu dalam diri lantaran setan sang penggoda tengah diikat.

Jika diri sendiri berhasil maka di hari idul Fitri lebaran, kita akan merasakan kemenangan agung juga seperti terlahir kembali.

Ibadah puasa Ramadan memiliki manfaat yang begitu banyak untuk umat Islam petik. Karena itu mari bersemangat menyambutnya karena belum tentu di tahun yang akan datang kita bisa menjumpainya kembali. (Deni/R4/HR-Online)

- Advertisment -