Tata Cara Tayamum yang Benar Sesuai Ajaran dan Tuntunan Agama Islam

Tata Cara Tayamum yang Benar Sesuai Ajaran & Tuntunan Agama Islam
Ilustrasi Tata Cara Tayamum. Foto: Ist/Net

Tata cara tayamum merupakan suatu hal yang harus kita ketahui. Tayamum berfungsi sebagai pengganti wudhu. Jika beberapa syarat terpenuhi untuk tidak berwudhu dan menggantinya dengan tayamum, berarti cara mensucikan diri anda juga sudah diterima oleh Allah SWT.

Tayamum adalah salah satu ilmu yang biasanya kita pelajari dalam Thaharah. Tayamum juga mempunyai arti menyucikan diri tanpa menggunakan air. Akan tetapi, menggunakan pasir ataupun debu.

Hal ini terdapat dalam firman Allah surat Al-Maidah yang artinya: “Wahai orang yang beriman, jika kamu hendak melaksanakan ibadah shalat, maka basuhlah bagian mukamu, dan tanganmu sampai ke siku, selanjutnya usap kepalamu juga kakimu sampai pada mata kaki. Apabila hendak mandi junub, mandilah.

Tetapi jika kamu sakit, sedang dalam perjalanan, atau menyentuh kaum wanita, berada pada keadaan susah untuk menemukan air, maka tayamumlah dengan tanah bersih, usapkan pada muka dan juga tanganmu. Allah tak akan mempersulit, hanya saja untuk menyempurnakan nikmat-Nya untukmu agar kamu juga bersyukur” (Al-Maidah ayat 6).

Baca Juga: Cara Wudhu yang Benar, Skincare Ampuh untuk Bekal Ketika di Akhirat

Inilah Tata Cara Tayamum yang Harus Anda Ketahui

Berdasarkan pengamatan, sedikit orang masih memiliki keraguan dalam melaksanakan tayamum sebagai pengganti wudhu. Masa menggunakan debu sih? Itukan mensucikan diri juga beribadah kepada Allah Talla. Lalu bagaimana tata cara tayamum yang benar sesuai dengan ajaran Islam itu?

Siapkan Debu Atau Pilih Debu yang Bersih

Jika anda hendak melakukan bersuci dengan tayamum, tata cara tayamum yang harus anda lakukan adalah mencari, menemukan, dan juga menyiapkan debu yang bersih.

Anda juga perlu yakin dalam melakukan hal ini. Jika anda masih ragu mengenai bersih atau tidaknya debu tersebut, maka bagaimana Allah akan menerima ibadah anda?

Padahal ragu-ragu itu sumbernya berasal dari godaan syaitan yang terkutuk. Jadi, yakinlah saja bahwa debu tersebut adalah bersih dan juga menyucikan anda dari hadas kecil maupun besar.

Menghadap Ke Kiblat

Untuk melaksanakan bersuci dengan debu ataupun pasir, anda disunahkan untuk menghadap ke kiblat. Setelah menghadap kiblat, letakkan kedua tangan anda pada debu tersebut dengan jari-jari yang rapat.

Membaca Niat yang Lillah

Dalam keadaan tangan yang masih menempel pada debu atau pasir tersebut, tata cara tayamum yang selanjutnya anda juga harus mengucapkan niat. Jika anda tak mau dengan melantangkan, cukup anda ucapkan dalam hati saja. Pasalnya, niat itu tak harus anda ucapkan dengan lisan.

Selain basmallah, beberapa ulama juga menganjurkan untuk membaca doa niat seperti ini: “Nawaitu taymmuma liistibaakhati Sholiha Lillahi Ta’alla”.

Artinya adalah “Aku niat tayamum karena Allah untuk melaksanakan shalat”.

Baca Juga: Pandemi di Zaman Rasulullah, Mulai dari Wabah Kusta Hingga Tha’un

Usapkan Kedua Tangan Ke Seluruh Permukaan Wajah

Lain halnya dengan wudhu, setelah niat itu kita harus mencuci tangan. Tetapi tata cara tayamum, setelah niat justru mengusapkan kedua telapak tangan yang sudah anda tempelkan pada debu atau pasir tadi ke seluruh muka anda tanpa terkecuali. Usahakan untuk bisa meratakan debu-debu tersebut pada bagian wajah.

Letakkan Telapak Tangan untuk Menyentuh Debu Kembali

Selesai mengusapkan debu ke seluruh bagian wajah, tata cara tayamum yang selanjutnya adalah meletakkan kedua tangan untuk menyentuh debu kembali.

Untuk yang kedua ini, tangan anda harus renggang juga menengadah dengan posisi tangan kanan berada di atas tangan kiri.

Usapkan Kembali Debu Ke Lengan Sampai Siku

Oh, iya untuk tata cara tayamum yang selanjutnya ini, mungkin sedikit memerlukan unsur kehati-hatian. Karena anda harus merapatkan jari-jari tangan, juga mengusahakan ujung jari tangan kanan tidak keluar dari telunjuk jari tangan kiri. Begitu juga sebaliknya.

Berarti, telapak tangan kiri mengusap lengan tangan kanan sampai dengan ke siku. Lalu tangan kanan tersebut anda putar guna mengusap sisi tangan kanan lain yang belum rata.

Berikutnya adalah telapak tangan tersebut mengusap dari siku sampai bertemu kembali pada jari jempol kiri dan mengusap jempol pada tangan kanan. Oh, ia lakukan dengan sama untuk tangan kiri juga ya agar tetap seimbang dan sah.

Baca Juga: Bacaan Dua Kalimat Syahadat Memiliki Keutamaan Membawa Ke Surga

Membaca Doa Setelah Selesai Tayamum

Karena sebagai pengganti wudhu, tata cara tayamum yang selanjutnya adalah membaca doa. Jika anda mengawali segala hal dengan membaca bacaan basmallah, berarti harus mengakhiri dengan bacaan tahmid atau hamdallah. Tentunya anda sudah tahu dan hafal tentang doa setelah berwudhu, bukan?

Tak berbeda dengan tayamum ini, anda mengawalinya dengan niat karena Allah semata, berarti anda harus mengakhirinya dengan doa.

Hal tersebut juga bisa menjadi rasa syukur kita kepada Allah karena masih bisa melaksanakan ibadah dengan tata cara tayamum yang baik dan benar sesuai tuntunan ajaran Islam.