Terapi Mata Minus, Kenali Apa Saja Jenisnya yang Sesuai Anjuran Dokter

Terapi Mata Minus, Mengenal Jenisnya yang Sesuai Anjuran Dokter
Ilustrasi terapi mata minus. Foto: optimax

Terapi mata minus memang banyak jenisnya. Tetapi jangan sampai anda memilih secara sembarangan. Pasalnya, memilih jenis terapi yang tepat dapat meminimalisir dari komplikasi mata minus. Namun sebaliknya, jika terapi tidak sesuai anjuran, justru akan membahayakan mata.

Jenis Terapi Mata Minus yang Sesuai Anjuran Dokter

Mata minus adalah salah satu kondisi mata yang tidak bisa menangkap bayangan objek. Seharusnya bisa jatuh tepat berada di retina, namun malah di depan retina. Kondisi seperti ini artinya mata hanya dapat melihat suatu objek dengan jelas dari jarak dekat.

Mata minus disebut juga sebagai miopi atau rabun jauh. Setiap penderita miopi juga memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda.

Untuk penderita dengan minus yang masih kecil, tidak mengharuskan menggunakan kacamata dan penanganan khusus. Namun lebih baik mengobati dengan mengkonsumsi makanan yang sehat.

Baca Juga : Aplikasi Tes Mata Minus, Langkah Sederhana Deteksi Kesehatan Mata

Penyebab Mata Minus

Miopi atau mata minus biasanya memiliki dua penyebab yang berbeda. Miopia aksial atau bola mata terlalu panjang. Selain itu, kekuatan aqueous humor, bias lensa, dan kornea terlalu besar daripada miopia bias atau panjang normal bola mata.

Sehingga akan menghasilkan titik fokus tidak dapat berfungsi dengan baik. Seseorang yang memiliki miopi, titik fokusnya akan berada di bagian depan. Sehingga ada gambar kabur pada retina yang bisa dirasakan oleh otak.

Terapi mata minus tidak dapat dilakukan hanya mengkonsumsi makanan dan suplemen tertentu. Lalu tidak dapat sembuh dengan latihan untuk memfokuskan pandangan.

Supaya anda bisa melihat benda-benda dari jarak jauh, sebaiknya melakukan terapi mata. Hal ini untuk memfokuskan cahaya pada retina, baik operasi maupun menggunakan lensa.

Terapi Refraktif Kornea (Orthokeratology)

Salah satu jenis terapi ini tidak harus melakukan operasi. Akan tetapi, menggunakan lensa kontak khusus. Lensa tersebut berfungsi untuk memperbaiki adanya lengkungan kornea pada mata.

Caranya dengan menekan kornea beberapa kali dan bertahap. Metode ini akan membuat cahaya jatuh pada retina anda sehingga bisa membuat anda melihat lebih jelas. Lensa tersebut harus digunakan waktu malam hari.

Baca Juga : Rabun Jauh Pada Anak, Penyebab dan Cara Mengobatinya

Laser Mata

Jenis terapi mata minus yang sesuai anjuran dokter lainnya yaitu laser mata. Memiliki suatu prinsip untuk memperbaiki bentuk kornea pada mata dengan menggunakan sinar laser. Pasalnya, kornea mata terdiri dari dua lapisan, yaitu lapisan luar dan lapisan dalam.

Mata minus ini karena bentuk kornea cenderung cembung. Berkat terapi ini, maka kornea mata akan dibuat lebih pipih. Sehingga cahaya bisa jatuh pada retina. Berdasarkan perbaikan kornea, ada tiga jenis operasi laser mata, yaitu:

PRK (Photorefractive Keratectomy)

Metode yang satu ini menggunakan alat laser dengan memahat lapisan bagian tengah kornea. Bertujuan untuk meratakan adanya lengkungan kornea. Sehingga cahaya bisa jatuh tepat pada retina mata.

Terapi ini sangat akurat untuk memperbaiki mata yang minus. Ada beberapa efek samping yang timbul. Anda akan merasa tidak nyaman selama 24 sampai 70 jam setelah operasi.

LASIK (Laser In Situ Keratectomy)

LASIK adalah salah satu pilihan terapi yang sangat umum untuk mengatasi mata minus. Dokter akan membedah mata dengan laser dan alat lain. Hal ini untuk membuat sebuah lipatan tipis pada lapisan kornea bagian atas.

Selanjutnya, dokter memahat kornea menggunakan alat lain untuk mengembalikan tutupnya pada posisi semula. Efek sampingnya yaitu penglihatan akan menjadi lebih silau untuk sementara waktu. Akan tetapi, kondisi seperti ini hilang setelah beberapa bulan.

Baca Juga : Mengucek Mata Tidak Baik untuk Kesehatan, Ini Bahayanya

LASEK (Laser Epithelial Keratomileusis)

Terapi mata minus berikutnya adalah LASEK, sedikit gabungan dari prosedur PRK. Hanya saja, pada terapi ini akan menggunakan alkohol. Berguna untuk melonggarkan permukaan kornea mata sehingga menjadi lipatan jaringan.

Selanjutnya alat laser untuk mengubah bentuk kornea mata. Ada beberapa teknik yang digunakan, yaitu untuk mempertahankan lapisan sel pada permukaan kornea yang tipis.

Lalu untuk memulihkan kornea setelah melakukan operasi. Prosedur LASEK ini juga memiliki banyak keuntungan daripada jenis terapi yang lainnya. Efek sampingnya cenderung sedikit.

Implan Lensa

Terapi mata yang satu ini merupakan salah satu terapi yang masih tergolong sangat baru. Lensa intraokular akan ditanamkan ke dalam mata untuk memfokuskan cahaya. Sehingga membuat penglihatan lebih jelas kembali.

Hampir sama dengan jenis terapi refraktif laser dan kornea, terapi mata minus ini sangat aman. Tetapi implen lensa masih jarang karena hanya untuk seseorang yang menderita miopi sangat parah. (R11/HR-Online)

Editor : Eva Latifah