Vaksinasi Gelombang Kedua, Pedagang Pasar Kota Banjar Belum Divaksin

vaksinasi
Vaksinasi gelombang keuda, pedagang di Pasar Kota Banjar sudah siap divaksin. Foto: Muhlisin/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Pelaksanaan vaksinasi gelombang kedua untuk sektor pelayanan publik di Kota Banjar, Jawa Barat, para pedagang di pasar tradisional mengaku belum menerima suntik vaksin Sinovac penangkal virus Corona.

Sejumlah pedagang di Pasar Banjar mengaku sampai saat ini baru sebatas diminta kartu identitas diri (KTP) oleh petugas pengelola pasar, sebagai persiapan ketika nanti dilaksanakan vaksinasi.

Dani Apriadi (40), salah seorang pedagang ikan mengatakan, sejauh ini dirinya belum mendaftar sebagai peserta vaksinasi karena belum ada petugas terkait yang meminta kartu identitas.

“Belum daftar saya mah. Cuma katanya ada beberapa yang sudah terdata, karena sekitar dua hari yang lalu ada petugas yang meminta kartu identitas,” kata Dani, kepada wartawan, Kamis (11/03/2021).

Ia juga mengaku sampai saat ini belum mendapatkan informasi terkait tempat maupun jadwal pelaksanaan vaksinasi untuk para pedagang pasar. Meski begitu, Dani sudah siap jika sewaktu-waktu ada pendataan, dan harus mengikuti vaksinasi sebagai upaya bersama mencegah penularan virus Corona.

“Kalau untuk suntik vaksin saya mau saja ngikutin sama pedagang yang lain. Cuma itu, belum tahu jadwalnya kapan,” ujarnya.

Dani berharap, nantinya untuk tempat pelaksanaan vaksinasi gelombang kedua bagi para pedagang pasar bisa berlangsung di ruang kantor UPT Pasar Banjar. Atau ada tempat khusus yang lokasinya tidak begitu jauh dari pasar.

Baca Juga : Kota Banjar Masih Butuh 10 Ribu Vaksin Sinovak untuk Pelayan Publik

Hal itu menurutnya, selain jumlah pedagang pasar yang banyak, juga untuk efektivitas waktu. Sehingga, proses vaksinasi tersebut tidak sampai mengganggu aktivitas para pedagang melayani pembeli saat berjualan.

“Kalau lokasinya dekat pasar, pedagang juga tidak akan repot harus bolak-balik. Soalnya pedagang juga kan tidak libur, masih tetap jualan,” kata Dani.

Senada dengan Dani, pedagang lainnya, Ai mengatakan sejauh ini ia juga belum mendaftar sebagai peserta vaksinasi karena belum ada pendataan dari petugas.

Menurutnya, belum adanya pendataan yang merata tersebut karena pelaksanaan vaksinasi yang berjalan saat ini hanya untuk mereka yang sudah masuk data prioritas penerima vaksin.

“Mungkin vaksinnya masih untuk peserta yang lain, jadi untuk para pedagang belum terdata semua,” ujar Ai yang menjual aneka macam sayuran.

Vaksinasi Pedagang Pasar Langkap Kota Banjar

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, dr. Andi Bastian menegaskan, pedagang pasar termasuk salah satu target sasaran vaksinasi gelombang kedua untuk kategori sektor pelayan publik.

Namun demikian, untuk pelaksanaan vaksinasi tidak bisa langsung secara serentak, mengingat jumlah ketersedian vaksin yang ada kuotanya sangat terbatas.

Adapun terkait permintaan para pedagang Pasar Banjar yang meminta pelaksanaan vaksinasi bertempat di area pasar, imbuh Bastian, hal itu menurutnya bisa saja dilakukan jika memang memungkinkan. Namun sebelum itu pihaknya akan melakukan survei ke lokasi terlebih dahulu.

“Nanti kami lihat lokasinya. Kalau memang memungkinkan, bisa saja di pasar. Besok juga kami sudah mulai vaksinasi pedagang Pasar Langkaplancar, Kota Banjar. Tapi lokasinya di Puskesmas Langensari 1,” jelas Andi Bastian. (Muhlisin/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah