Sabtu, Juli 2, 2022
BerandaBerita CiamisWabah Chikungunya Serang 67 Warga Panumbangan Ciamis

Wabah Chikungunya Serang 67 Warga Panumbangan Ciamis

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Selain Demam Berdarah Dengue (DBD) wabah Chikungunya juga banyak menyerang warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis mencatat ada sekitar 67 orang warga yang terjangkit Chikungunya di Kecamatan Panumbangan.

Kepala Dinkes Kabupaten Ciamis dr Yoyo mengatakan, wabah Chikungunya biasanya disebabkan serangan nyamuk yang sama dengan penyebab DBD yaitu Aedes aegypti. Hanya saja, virusnya berbeda.

“Dari Januari hingga Maret tahun 2021 sekarang ini kami mencatat kasus Chikungunya terbilang cukup tinggi. Karena dalam satu kecamatan yaitu di Kecamatan Panumbangan terdapat 67 orang warga yang terjangkit,” ungkapnya.

Baca Juga: Angka Kasus DBD di Ciamis Selama 2 Bulan Menurun

Yoyo melanjutkan, ciri-ciri orang terjangkit virus Chikungunya sama seperti DBD dan tifoid. Namun pada pasien yang terjangkit Chikungunya terjadi pembengkakan jaringan kulit di wilayah kaki yang menyebabkan orang tersebut tidak bisa berjalan.

“Kalau DBD dan tifoid atau tifus demam cukup tinggi bisa mencapai 40 derajat dan untuk Chikungunya demam ada, ditambah kaki mengalami bengkak dan susah bergerak, sehingga sering disebut dengan penyakit kaki gajah,” jelasnya.

Menurut Yoyo, wabah virus Chikungunya akan menyerang manusia melalui gigitan nyamuk. Karena itu penting untuk membersihkan lingkungan setiap hari terutama di lokasi-lokasi yang sering menyimpan genangan air yang menjadi sarang nyamuk.

Dinkes Imbau Berantas Sarang Nyamuk Penyebab Chikungunya di Ciamis

Pihaknya mengimbau kepada para Kepala Puskesmas di Kabupaten Ciamis untuk terus melakukan pembinaan. Termasuk juga sosialisasi penanganan wabah virus Chikungunya, meski sekarang pihaknya masih fokus pada penanganan Covid-19.

Karena kata Yoyo, untuk melakukan penanganan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri melainkan harus bersama-sama. Seperti program jumantik perkantoran harus bisa tetap dijalankan dengan baik dan benar.

“Untuk lokasi endemik kita sudah melakukan penanganan seperti fogging dan juga pemberitahuan terus menerus kepada warga supaya senantiasa menjaga kesehatan lingkungan,” katanya.

Sebab, kata Yoyo, meski sudah melakukan penanganan, akan tetapi tidak dilakukan secara rutin dan berkesinambungan, maka dipastikan wabah Chikungunya maupun DBD bisa terus menyerang. Satu-satunya cara mengurangi risiko yaitu memberantas sarang nyamuk.

“Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) harus terus dilakukan terutama di daerah-daerah yang padat penduduk. Untuk itu kami mengajak kepada seluruh warga kabupaten Ciamis bersama-sama memberantas sarang nyamuk setiap saat,” pungkasnya. (ES/R7/HR-Online)

Editor: Ndu

- Advertisment -