Walikota Banjar Kaget Ada Jual Beli Lapak di Pasar Muktisari

Pasar Muktisari Banjar
Walikota Banjar di Pasar Muktisari, Kecamatan Langensari. Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),– Walikota Banjar, Jawa Barat Hj. Ade Uu Sukaesih, akhirnya turun tangan langsung mengatasi penataan sejumlah pedagang tradisional di Pasar Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar yang masih membandel dan tidak mau direlokasi ke lantai atas.

Proses penataan pedagang pasar Muktisari tersebut berlangsung sejak pagi sekitar pukul 07:00 WIB. Bahkan, bersamaan dengan datangnya para pedagang pasar.

Usai penataan Walikota Banjar Ade Uu Sukaesih, mengatakan, bahwa saat ini kondisi pasar tradisional Muktisari masih terkesan semrawut, pedagangnya kurang disiplin, terlihat kumuh dan jauh dari kesan pasar sehat.

Untuk itu perlu dilakukan penataan secara bertahap agar lebih tertib. Apalagi gedung serta fasilitas penunjang di pasar tradisional Muktisari saat ini sudah sangat representatif dan modern.

“Kalau tidak sekarang kapan lagi kita adakan penataan. Apalagi kemarin juga sudah ada yang survei untuk fasilitas gedung memang sudah bagus tinggal penataan masih kurang tertib,” kata Ade Uu Sukaesih kepada awak media, Senin (29/3/2021).

Lanjut Ade Uu Sukaesih mengatakan, ia mengaku kaget pada saat melakukan penataan karena mendapati masyarakat yang ternyata memiliki dua sampai empat kios atau lapak berjualan di dalam pasar.

Namun, pemilik kios tersebut justru menyewakan lapak atau kiosnya itu kepada orang lain dengan harga biaya sewa sebesar Rp 200-300 ribu per bulan.

Padahal, sambung Ade Uu Sukaesih, tanah dan gedung serta fasilitas yang di pasar Muktisari tersebut milik Pemerintah Kota. Sehingga harus ditertibkan agar tidak sampai terjadi jual beli kios.

“Tidak diperkenankan jual beli kios. Kalaupun tidak dipakai harus dikembalikan ke Pemkot untuk diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Ini juga akan kita tertibkan,” tandasnya.

Pasar Muktisari Kota Banjar Kurang Tertata

Lebih lanjut, pihaknya mengakui jika kurang tertatanya pedagang pasar Muktisari ini karena pada awalnya memang kurang ada penegasan dari pemerintah. Termasuk pembagian zonasi untuk memisahkan antara lapak pedagang yang menjual barang kering dan basah.

Untuk itu, kata Ade Uu Sukaesih, sebagai solusi saat ini pihak pemerintah akan menyiapkan penerapan sistem zonasi bagi para pedagang pasar tradisional sebagai solusi ke depan agar pengelolaan pasar lebih tertata.

“Sekarang terpenting kita ajak penataan agar mau menempati kios lantas atas. Setelah itu nanti kita siapkan penataan dengan sistem pemisah zonasi lapak pedagang,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang pasar yang belum mau direlokasi, Sariah, mengatakan, belum pindah ke lantai atas.

Sariah menambahkan, sudah terlanjur berada di lantai bawah dan merasa canggung untuk berjualan di lantai atas.

“Belum pindah saya lagi kagok udah berjualan di bawah. Paling besok hari Rabu,” singkatnya. (Muhlisin/R7/HR-Online)

Editor: Ndu