Adab Dalam Berhutang Sesuai Ajaran Islam yang Harus Anda Perhatikan

Adab Dalam Berhutang Sesuai Ajaran Islam yang Harus Anda Perhatikan
ilustrasi: Adab Dalam Berhutang. Foto: Ist/net.

Adab dalam berhutang menjadi suatu hal yang harus kita perhatikan. Namun uniknya, hal ini malah justru sering untuk dilupakan. Bukan hanya itu saja, akan tetapi beberapa orang juga tidak mengetahui adanya ada ini saat kita hendak berhutang kepada teman, saudara, ataupun yang lainya.

Dalam agama islam sendiri, hutang piutang itu menjadi muamalah yang boleh untuk anda lakukan. Akan tetapi memang harus dengan ekstra hati-hati dalam melakukannya. Pasalnya, hal ini dapat menghindarkan seseorang dari Surga dan justru akan mengantarkannya menuju Neraka.

Tahukah anda bahwa agama islam itu akan memuji, pedagang penjual barang dagangannya kepada orang yang belum mampu membayar tunai, memberi tempo, namun boleh untuk membelinya. Bahkan Islam sendiri yang menjanjikan surga untuknya.

Sebagaimana bunyi hadits Rasulullah:

baca juga: Pusing Terlilit Hutang, Jauhi Kebiasaan Buruk Ini Segera!

Beberapa Adab Dalam Berhutang yang Harus Anda Perhatikan

Menurut pendapat ulama mengenai arti memaafkan tersebut, berarti ia sudah memberikan kemurahan kepada penghutang perihal membayar hutangnya. Apabila nantinya terdapat kekurangan, hal tersebut akan ia ikhlaskan. Lalu apa saja adab-adab berhutang yang harus kita perhatikan? Berikut ini penjelasannya.

baca juga: Cara Jualan di Akulaku, Transaksi dengan Sistim Hutang yang Unik

Adab Umum dalam Hutang Piutang

Sudah tahu dan paham mengenai adab dalam berhutang secara umum, bukan? Nah, untuk anda yang belum mengetahui, berikut ini adab-adabnya. 

Dalam Agama Islam memang membolehkan untuk melakukan utang-piutang asalkan untuk hal kebaikan. Apabila anda terlibat dalam urusan hutang piutang akan tetapi untuk hal yang maksiat. Allah tidak menyukai hal yang demikian dan juga tidak membenarkannya.

Allah selalu menyuruh dan menyeru semua umat manusia untuk senantiasa berbuat kebaikan. Dalam Al-Quran pun Allah tidak menyuruh manusia untuk melakukan amal buruk kecuali kepada siapapun mereka yang menghalangi kita untuk dekat kepadaNya.

Mengenai berapa jumlah pinjamannya, sebagai seorang yang sudah meminjam, berarti harus mengembalikannya dengan jumlah sama. Selain itu untuk yang memberi pinjaman, tidak boleh memberikan riba atau bunga. Apabila anda meminjamkan sejumlah satu juta, berarti harus mengembalikannya dengan jumlah yang sama.

Allah berfirman dalam Al Quran surat Al-Baqarah ayat 275:

Pemberi hutang sebaiknya tidak perlu memberikan syarat kecuali waktu dalam pembayaran. Beberapa hal tersebut menjadi adab umum mengenai hutang-piutang.

baca juga: Stephen Chow Terancam Bangkrut Akibat Terlilit Hutang

Tata Krama untuk Para Pemberi Hutang

Sebagai pemberi hutang adab dalam berhutang yang harus anda perhatikan adalah ketika anda sudah memberikan kelonggaran waktu, jangan memintanya sebelum waktu tersebut habis. Kelonggaran atau batas waktu tersebut juga bertujuan untuk mempermudah penghutang untuk membayarnya. Tidak hanya itu saja, akan tetapi juga hendaknya anda menagihnya dengan sikap yang lembut dan juga sopan, juga penuh dengan maaf.

Apabila anda ingin menyuruh orang lain untuk menagih hutang, hal ini tentunya bukan menjadi masalah. Alangkah baiknya jika anda juga harus memberitahu terlebih dahulu, agar ia juga bersikap baik, sopan, penuh maaf, dan juga lembut, kepada yang anda pinjami uang.

Etika untuk Si Penghutang

Sebagai seorang penghutang, tentunya anda sudah paham betul mengenai adab dalam berhutang yang bagaimana dan yang seperti apa yang seharusnya anda lakukan. Dalam membayar hutang alangkah lebih baiknya jika anda tidak menunda-nundanya atau bersegera dalam membayarnya.

Selain itu, anda juga harus mempunyai niat yang sungguh-sungguh untuk membayarnya. Jangan sampai anda sudah mendapatkan uangnya, akan tetapi malah malas-malasan ketika hendak mengembalikannya. Perlu anda garis bawahi juga mengenai adab dalam berhutang yang satu ini sangatlah penting yakni, ketika anda menunda-nunda untuk membayar hutang tersebut, hal tersebut adalah sebuah kedzaliman. Allah akan mengabulkan doa apa saja yang diucapkan orang yang terdzalimi.

Selain itu, Allah juga akan menambahkan satu dosa untuk dia yang gemar menunda-nunda membayar hutangnya. Alangkah lebih baiknya jika anda juga berterus terang saja, apabila anda masih belum bisa untuk membayarnya sesuai dengan waktu yang sudah disepakati sebelumnya. Ketika belum mampu membayarnya, anda juga memiliki anjuran untuk banyak berdoa agar segera bisa bebas dari hutang tersebut.

Namun, ketika sudah mampu membayar hutang sesuai dengan waktu yang sebelumnya sudah anda sepakati ataupun malah sebelumnya, maka juga harus membaca bacaan Tahmid. Hal tersebut bertujuan sebagai rasa syukur kita kepada Allah karena, kita sudah mampu membayar hutang-hutang kita.

Perlu anda ketahui juga, bahwa kelak bakalan ada orang yang masuk surga karena piutang. Namun, ada juga yang masuk neraka karena kehabisan amalan baik dan juga lalai dalam membayarnya.

Dalam hadits menjelaskan bahwa:

Adab Dalam Berhutang

Nah, untuk anda yang belum paham betul mengenai adab dalam berhutang, semoga setelah membaca penjelasan ini sudah semakin paham. Juga, bersegera untuk membayar berapa jumlah hutang yang anda punya. (Muhafid/R6/HR-Online)