Adik Terseret Ombak di Pantai Karapyak Pangandaran, Kakaknya Trauma

Ombak di Pantai Karapyak
Proses pencarian bocah TK yang terseret ombak di Pantai Karapyak, Kabupaten Pangandaran. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Seorang bocah yang masih duduk di bangku sekolah TK hanyut terbawa ombak di Pantai Karapyak, Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, sekitar pukul 11.00 WIB, Minggu (11/4/2021).

Korban diketahui bernama Noval (6) berasal dari Dusun Mulyasari, RT 01, RW 09, Desa Cikalapa, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. 

Baca Juga: Dua Orang Anak Terseret Arus di Pantai Karapyak Pangandaran, 1 Tewas

Saat bermain air di pantai Karapyak, korban bersama kakaknya Revan (11) yang masih duduk di Kelas 5 MI Darul Ulum Kedungreja.

Revan menuturkan ia bersama adiknya bermain air di pantai Karapyak, ia mengaku masih trauma dengan kejadian tersebut. Apalagi saat kejadian, Revan menyaksikan bagaimana adiknya hanyut terbawa ombak. 

“Saat sedang bermain air di karang pantai, adik saya terlihat kepeleset di karang. Saat itu ada ombak langsung menarik Noval, dan saat itu saya ada yang narik bapak-bapak,” tutur Revan.

Sementara jajaran personil Polsek Kalipucang bersama Sat Pol Air Polres Ciamis, TNI AL Pos Pangandaran, Polsek Kalipucang, Koramil Kalipucang, Basarnas, SAR Barakuda, SAR MTA, Satpol PP, dan Life Guard, Tagana Kabupaten Pangandaran terus melakukan pencarian.

Kapolsek Kalipucang Kompol Jumaeli mengatakan, tim gabungan melakukan pencarian korban yang terseret ombak di kawasan Pantai Karapyak. Tim gabungan juga menyisir area sekitar lokasi korban terseret ombak sampai pukul 17.00 WIB.

“Kami Tim SAR Gabungan melakukan pencarian dengan menyisir kawasan sekitar korban terseret sampai pukul 5 sore. Kalau belum ditemukan dilanjutkan besok,” kata Kompol Jumaeli.

Kompol Jumaeli menambahkan, pihaknya terus melakukan pencarian dengan membagi dua penyisiran sebelah timur dan barat.

“Korban belum ditemukan, pencarian terkendala kondisi air pasang, gelombang relatif tinggi,” pungkasnya. (Madlani/R7/HR-Online)

Editor: Ndu