Asteroid PDC 2021 Jika Hantam Bumi, Warga Dunia Mengungsi ke Asia

Asteroid PDC 2021 Jika Hantam Bumi, Warga Dunia Mengungsi ke Asia
Ilustrasi Asteroid PDC 2021. Foto: Ist/Net.

Asteroid PDC 2021 telah diteliti para ilmuwan. Kemudian apa yang akan terjadi bila asteroid tersebut menghantam bumi? Menurut para ahli, kejadian itu mungkin akan menjadi bencana di Eropa dan Amerika bagian utara.

Para ahli membahas hal tersebut ketika menggelar Konferensi Pertahanan Planet 2021 di Wina, Austria bulan April. Para ilmuwan telah menyusun rencana jika ada asteroid yang mempunyai potensi untuk menabrak bumi.

Batuan Asteroid PDC 2021, NASA Sebut Tabrak Bumi Fiktif

Para pakar antariksa dan ilmuwan telah mensimulasikan tentang skenario dampak dari PDC 2021. Simulasi disusun oleh Pusat Studi Objek Dekat Bumi atau CNEOS. 

Apabila terjadi tabrakan, maka para ilmuwan akan menghitung bahaya serta menentukan lokasi evakuasi. Hal tersebut untuk mengantisipasi asteroid PDC 2021 yang berpotensi menabrak bumi. 

Melansir voi.id, sistem pemantauan telah mengidentifikasi jika objek antariksa akan menghantam bumi pada tanggal 20 Oktober 2021. Sehingga kesimpulannya, bumi mempunyai waktu 6 bulan untuk perencanaan penyelamatan. 

Jika pukulan menuju kota yang padat penduduk, maka akan menyebabkan banyaknya kematian. Namun bila pukulan ke arah air, maka akan terjadi banjir besar di garis pantai.

Baca Juga: Asteroid 1999 RM45 Terlacak NASA Melintasi Bumi, Intip Faktanya

Kawasan Hantaman Asteroid

Planetary Defense Conference 2021 menyatakan jika asteroid PDC 2021 akan menghantam sejumlah wilayah. Diantaranya Eropa, Amerika Utara, serta sebagian wilayah Afrika.

Sedangkan kawasan Asia, Indonesia, Australia, dan Pasifik kemungkinan aman. Wilayah aman akan menjadi sasaran tempat pengungsian sementara. 

Namun, NASA juga menyatakan jika tabrakan bisa saja terjadi di semua wilayah. Semua wilayah yang diproyeksikan berisiko akan dampak yang potensial. 

Apabila asteroid tidak terletak pada lintasan tumbukan, maka probabilitas akan meningkat sementara. Namun akhirnya akan turun ke angka nol.

Sebaliknya jika asteroid terletak pada lintasan tabrakan, maka probabilitasnya akan meningkat. Kemungkinan mencapai 30 persen pada Oktober.

Menurut penelitian para astronom, ukuran PDC 2021 belum pasti. Hal tersebut berdasarkan perkiraan jarak, kecerahan asteroid, dan kemungkinan reflektivitas. Sehingga potensi akan kerusakan dan risiko penduduk juga belum ada kepastian. 

Orbit dari asteroid PDC 2021 sangat eksentrik. Pasalnya, bentuk memanjang berjarak 0,92 AU dari letak matahari pada titik paling dekat.

Kemudian untuk titik terjauh sampai 1,60 AU, yakni di luar dari orbit Mars. Periode orbit asteroid ini 516 hari dan bidang orbitnya miring hingga 16 derajat ke bidang orbit bumi.

Asteroid ini akan terus dalam pengawasan hingga potensi dampak bulan Oktober mendatang. Sehingga butuh teleskop aperture besar, seperti Teleskop Kanada-Prancis-Hawaii 4 meter. 

Para astronom memprediksi jika asteroid tidak akan lebih terang. Terhitung dari skala 22 hingga beberapa pekan kedepan sebelum terjadi tumbukan bulan Oktober.

Baca Juga: Asteroid GW4 2021 Seukuran Mobil Mendekati Bumi

Skenario Fiksi Asteroid

Meskipun asteroid PDC 2021 nyata adanya, namun NASA dan CNEOS menegaskan jika hal ini hanyalah skenario fiksi. Akan tetapi, kejadian ini patut menjadi media penelitian dan pembelajaran untuk menganalisanya.

Karena, bila benar-benar menghantam bumi suatu saat nanti akan menciptakan krisis kemanusiaan dan pengungsian di seluruh dunia. Selain itu, setiap dampak akan menimbulkan kerusakan, cedera, serta kematian. 

Awal mula skenario ini adalah saat para astronom menemukan asteroid pad 19 April 2021. Kemudian asteroid mempunyai nama PDC 2021.

Identifikasi tentang asteroid terus terpantau dari sistem dampak Sentry JPL dan sistem CLOMON milik ESA. Dampak asteroid tersebut bagi bumi hanya rendah, kurang lebih 1 banding 2.500 dari kemungkinan.

Para astronom telah mengetahui sifat fisik dari asteroid PDC 2021. Ukuran rata-rata asteroid 120 meter, namun ada perkiraan lainnya yakni 35 sampai 700 meter. 

Saat pertama kali terdeteksi, keberadaan asteroid sekitar 57 juta kilometer dari bumi. Jarak tersebut seperti jarak rata-rata bumi dan matahari. 

Skenario lain menyebutkan jika energi yang terlepas saat terjadi hantaman kira-kira 1,2 Mt sampai 13 Gt. Semburan udara serta tekanan ledakan tinggi merupakan bahaya utama.

Selain itu, kemungkinan ledakan dapat mencapai tingkat yang tidak dapat dihindari lagi. Ukuran wilayah yang berpotensi kerusakan ledakan sekitar area lokal.

Beberapa kilometer pada ujung kecil kisaran dari ukuran asteroid. Sementara untuk kisaran regional hingga ratusan kilometer di ujung besar. 

Para astronom telah menyiapkan aplikasi khusus untuk mengantisipasi asteroid PDC 2021. Kemudian terdapat Aerospace Corp sebagai penghitung lintasan pesawat luar angkasa penabrak kinetik. Lalu ada pula massa pesawat ruang angkasa yang meluncur menuju lintasan. (R10/HR Online)

Editor: Jujang