Curug Sukajadi Tasikmalaya Cocok Buat Ngabeubeurang Saat Puasa

Curug Sukajadi Tasikmalaya Cocok Buat Ngabeubeurang Saat Puasa
Curug Sukajadi yang berada di Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, yang cocok buat ngabeubeurang saat bulan puasa. Foto : Apip/HR

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Curug Sukajadi bisa menjadi alternatif buat Anda, yang ingin ngabeubeurang (aktivitas untuk “mempercepat” waktu siang hari) saat bulan puasa.

Terlebih, air terjun yang berada di Kampung Sukajadi, Desa Lengkongbarang, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat ini, masih pemandangannya masih alami.

“Curug Sukajadi ini airnya masih alami dan juga jernih sekali. Selain itu juga menyuguhkan pemandangan alam yang keren pokoknya,” ucap Baban, warga setempat kepada HR Online, Minggu (18/4/2021).

Akan tetapi, lanjutnya, pengunjung yang ingin berenang harus hati-hati. Sebab, pada bagian tengahnya, curug tersebut memiliki kedalamannya sampai 40 meter.

“Kalau ingin berenang lebih baik di pinggirnya saja karena masih dangkal,” katanya.

Sementara bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi kedalamannya, saat berenang harus didampingi oleh ahlinya. Selain itu juga, wajib memakai pengaman seperti pelampung.

“Tapi kalau pengunjung yang ke sini, saya rekomendasi jangan berenang. Lebih baik mengambil selfie pemandangan Curug Sukajadi saja,” ujarnya.

Sementara bagi yang ingin menikmati air terjun tersebut, pengunjung yang berasal dari daerah Kota Tasikmalaya untuk sampai ke lokasi memakan waktu sekitar 2 jam.

“Akses jalannya ada yang bagus namun juga ada yang jelek,” sambung Baban.

Sedangkan dari parkiran sampai ke Curug Sukajadi ini, pengunjung harus jalan kaki yang membutuhkan waktu sekitar 1 jam. “Untuk masuk ke sini tidak ada pungutan biaya alias gratis,” ujarnya.

Kakang, salah seorang pengunjung dari Kota Tasikmalaya, mengaku curug Sukajadi tersebut indah sekali. Karena, menurutnya, pemandangan masih alami. Selain itu, katanya, airnya juga segar serasa ingin meminumnya.

“Asli banget, ini curugnya masih alami dan airnya dingin. Tapi sayangnya tidak boleh berenang, karena dalam. Jadi saya berenangnya di pinggir saja, karena gerah jalan kaki dari parkiran ke lokasi curug ini,” ujarnya. (Apip/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto