Dampak Buruk Larangan Mudik Bagi Perusahaan Armada di Ciamis

Larangan Mudik
Dampak larangan mudik, pengusaha armada PO Bus Gapuraning Rahayu terpaksa akan merumahkan sebagian karyawannya. Foto: Suherman/HR.

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Dampak buruk larangan mudik bagi pengusaha armada di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, salah satunya pihak manajemen terpaksa akan merumahkan sebagian karyawannya.

Seperti halnya yang akan dilakukan pengusaha armada PO Bus Gapuraning Rahayu. Agar perusahaan tidak mengalami kerugian, maka pihak perusahaan akan merumahkan sebagian karyawannya.

“Untuk menekan angka kerugian, kami pun terpaksa harus mengurangi jatah operasional, tentunya sebagian karyawan harus kita rumahkan. Perusahaan juga tetap akan menjalankan protokol kesehatan dalam beroperasinya,” kata Fadli Usman, Manajemen PO Bus Gapuraning Rahayu, Minggu (11/04/2021).

Baca Juga : Pandemi Covid-19, PO Bus di Ciamis Kurangi Operasional Armada

Dengan merumahkan sebagian karyawannya, lanjut Fadli, pihak perusahaan berharap armada bisa tetap beroperasi dengan ketentuan protokol kesehatan.

Karena menurutnya, aturan larangan mudik bagi perusahaan otobus sangat berdampak negatif, yang mana manajemen terpaksa harus mengambil sikap merumahkan karyawan, terutama para sopir.

Meski dirumahkan sementara waktu, pihak manajemen akan tetap memberikan kompensasi terhadap para karyawannya.

“Minimal kita akan berikan sembako kepada para Sopir. Bagaimanapun kita berharap semua armada bisa tetap beroperasi dengan tetap mematuhi prokes,” harapnya.

Fadli menambahkan, dampak buruk larangan mudik bagi perusahaan, pihak manajemen juga bercermin pada tahun lalu. Saat itu PO Gapuraning Rahayu mengalami kerugian cukup besar akibat larangan mudik.

Pasalnya, dari jumlah sebanyak 150 armada dengan berbagai jurusan, hampir semuanya tidak bisa beroperasi. (Suherman/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah