Dampak Pandemi Bagi Pedagang di Pasar Banjar, Tak Berani Stok Barang

Dampak Pandemi
Niken penjual sayuran dan kebutuhan pokok di pasar Banjar saat melayani pembeli. Foto: Sandi Lukman/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Dampak pandemi bagi pedagang sayuran di Pasar Banjar, Jawa Barat, sangat terasa. Mereka tidak berani lagi untuk menyetok barang dagangannya karena melihat daya beli masyarakat saat ini menurun.

Niken, salah seorang pedagang sayuran dan kebutuhan pokok lainnya di Pasar Banjar mengungkapkan, secara tidak langsung pandemi Covid-19 berdampak pula terhadap daya beli masyarakat.

Akibatnya, para pedagang tidak berani untuk menyetok barang dagangan lantaran khawatir tidak laku terjual, yang akhirnya akan membusuk.

Namun, di tengah daya beli masyarakat yang kurang, lanjut Niken, hari keempat bulan Ramadhan ini ada beberapa sayuran yang harganya mengalami kenaikan.

Baca Juga : Jelang Ramadan, Harga Daging Ayam di Pasar Banjar Tembus 39 Ribu

“Harga sayuran yang mengalami kenaikkan itu antara lain emes atau oyong. Kemudian wortel juga harganya naik, yang tadinya 8 ribu rupiah per kilogram, sekarang jadi 12 ribu rupiah per kilogramnya,” tutur Niken, Jumat (16/04/2021).

Ia juga mengatakan, sampai saat ini tidak ada kelangkaan barang, hanya saja jika menyetok terlalu banyak khawatir tidak habis terjual.

“Langka mah nggak, cuma dampak dari pandemi ini daya beli masyarakat yang jadi kurang. Jadi pedagang beli bahan pokok atau sayuran dari petani pun seperlunya, tidak sampai nyetok. Karena banyak yang tidak terjual dan akhirnya terbuang,” terangnya.

Niken berharap agar harga kebutuhan pokok dan sayuran bisa normal kembali, sehingga masyarakat kalangan menengah bawah dapat memenuhi kebutuhannya.

“Selain itu juga kami berharap virus Corona bisa cepat berakhir. Karena dampak pandemi bagi pedagang sayuran terasa banget, begitu pula pedagang lainnya,” ungkap Niken. (Sandi/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah