Gadis Cantik di Kota Banjar Diduga Gelapkan Uang Bosnya Rp 376 Juta

Gadis Cantik di Kota Banjar Diduga Gelapkan Uang Bosnya Rp 376 Juta
Motor Honda Spacy dengan nomor polisi Z 5223 YK yang berhasil diamankan Polres Kota Banjar. Motor tersebut dipakai oleh LU yang diduga menggelapkan uang majikannya, yang digunakan untuk pergi ke BCA. Foto : Sandi/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- LU (21), seorang gadis cantik asal Kota Banjar, Jawa Barat, harus berurusan dengan pihak berwajib. Pasalnya, ia diduga menggelapkan uang Rp 376 juta milik bos toko In Pantes Pasar Banjar tempatnya bekerja.

Kasat Reskrim Polres Banjar, Iptu M. Zulkarnaen, melalui Kanit Jatanras Aiptu Olin Sumarlin mengatakan, korban telah membuat laporan polisi pada tanggal 5 April 2021.

Berdasarkan laporan dari H Inda yang merupakan bos toko In Pantes sekaligus korban, menyuruh LU pergi ke bank sekitar pukul 10.30 WIB, untuk menyetorkan uang Rp 376 juta.

Akan tetapi, hingga pukul 14.00 WIB terduga pelaku tidak kunjung kembali, dan uang tersebut pun tidak masuk ke rekening. Kemudian korban menyuruh karyawan lainnya untuk menyusul gadis cantik tersebut.

“Korban sudah membuat laporan penggelapan uang tersebut, dan juga sudah kami mintai keterangan,” kata Aiptu Olin Sumarlin, Rabu (7/4/2021).

Kemudian, dari hasil pengembangan informasi, petugas kepolisian berhasil mengamankan satu unit motor yang LU tinggalkan, di lingkungan Sukarame, RT 4/14, Kelurahan Mekarsari.

Motor Honda Spacy dengan nomor polisi Z 5223 YK tersebut sebelumnya terduga pakai untuk pergi menyetorkan uang ke BCA.

“Motor yang terduga pelaku penggelapan uang gunakan ini, sudah kami amankan kemarin hari Selasa,” tuturnya.

Sementara dari informasi lainnya, LU yang diduga gelapkan uang tersebut terlihat pergi ke lingkungan Sukarame. Bukannya pergi ke bank untuk menyetor uang majikannya, terduga malah menemui seorang laki-laki di sebuah kontrakan.

“Untuk laki-laki yang LU temui, ternyata ia cuma numpang di kontrakan temennya, dan sudah tiga minggu di situ. Sampai sekarang kasusnya masih dalam proses penyelidikan,” pungkasnya. (Sandi/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto