Fosil Jejak Kaki Anak Purba, Ungkap Gaya Hidup 700.000 Tahun Silam

Fosil Jejak Kaki Anak Purba, Ungkap Gaya Hidup 700.000 Tahun Silam
Ilustrasi Fosil Jejak Kaki Anak Purba. Foto: Ist/Net

Fosil jejak kaki anak purba terlihat di tepi berlumpur tepian kolam. Jejak tersebut sangat awet dan terdapat lapisan abu vulkanik. 

Sementara itu, para peneliti telah mendapat wawasan baru mengenai jejak kaki anak manusia purba di sebuah situs Ethiopia. Sehingga, dapat mengetahui tentang gaya pengasuhan anak purba 700.000 tahun silam. 

Mengutip independent.co.uk, situs Melka Kunture ini banyak penghuninya. Terdapat sekelompok orang dewasa dan anak-anak. Kemungkinan berusia satu tahun dan berasal dari spesies manusia prasejarah Homo Heidelbergensis.

Baca Juga: Penemuan Fosil Cephalopoda, Diperkirakan Berusia 522 Juta Tahun

Fosil Jejak Kaki Anak Purba di Situs Ethiopia

Menurut para ilmuwan, penemuan terbaru ini mengungkap tentang komunitas anak-anak jaman purba. Saat itu anak-anak telah berpartisipasi dalam kegiatan yang berpotensi bahaya. Selain itu, tidak mendapatkan pengawasan orang dewasa. 

Kemudian, terlihat jelas pada situs jika permukaan penuh dengan peralatan dan serpihan batu. Lalu, terdapat bangkai kuda nil yang telah disembelih. Anak-anak mengikuti orang dewasa dalam aktivitas berburu.

Profesor Matthew Bennet di  Universitas Bournemouth mengungkap ada jejak kaki purba dan telah banyak aktivitas. Manusia purba dewasa dari kelompok tersebut menciptakan perkakas baru. Kemudian, menggunakannya untuk memproses binatang buruan.

Peran penting dari jejak kaki purba bagi para ilmuwan adalah untuk mempelajari hominid purba. Jadi, dapat mengetahui spesies manusia modern dan yang telah punah. 

Anak-anak merupakan hominan awal penemuan. Untuk itu bisa menjadi bahan dasar, bila nenek moyang kita berdasarkan kerangka anak. Selain itu juga dapat menjelaskan tentang perilakunya. 

Fosil jejak kaki anak purba tersebut dapat menjadi rekaman bahwa anak-anak purba sedang melakukan aktivitas bermain. 

Sementara itu, pada situs arkeologi Nambia, tampak jejak kaki anak-anak purba sedang bermain. Mereka melompat-lompat dan melompat bermain lumpur. 

Baca Juga: Fosil Lalat Hirmoneura Messelense yang Berusia 47 Juta Tahun

Situs Melka Kunture

Selanjutnya, para ilmuwan bersama Professor Bennet telah membuat makalah baru dan menerbitkannya dalam jurnal Scientific Reports.

Jurnal menggambarkan tentang situs Melka Kunture yang awal mulanya ditemukan oleh peneliti dari Universitas Sapienza Roma. Fosil jejak kaki anak purba bersama dengan sekelompok orang dewasa.

Para ilmuwan berpendapat jika kehadiran anak-anak purba di situs merupakan bukti jika keberadaan bayi harus ikut dengan orang dewasa. Bayi ikut orang dewasa dalam sebuah kelompok berburu keliling. 

Sehingga, anak-anak akan belajar langsung dengan orang dewasa, yakni tentang perburuan dan menyembelih hewan. 

Menurut Profesor Bennet, penelitian menjadi bukti kuat mengenai fosil jejak kaki manusia purba.

Situs Melka Kunture menjadi pusat perhatian para ilmuwan. Lalu, survei dilakukan pada permukaan serta pengumpulan bahan litik penting dan fosil jejak kaki.

Melka Kunture merupakan fase terkuno dari keberadaan manusia purba. Situs ini terletak di pantai yang berpasir serta tanah liat. Telah terkubur oleh sedimen tanah dengan ketebalan beberapa meter.

Alat lain yang ditemukan berupa perkakas dari kerikil dan batuan. Lalu, bagian lain dari situs terdapat area tanpa sisa-sisa.

Pemindaian Fosil Jejak Kaki Manusia Purba

Fosil jejak kaki anak purba juga muncul secara tidak beraturan. Para ilmuwan menemukannya di selatan Spanyol. Kemungkinan aktivitas anak tersebut sedang bermain karena terdapat tapak kecil. 

Penemuan fosil tersebut tepat di Pantai Matalascanas, Taman Nasional Donana. Fosil terlihat sesudah periode badai yang intens dan pantai mengalami pasang surut.

Para peneliti juga melihat jejak binatang yang telah membatu. Terdapat jejak binatang besar seperti babi hutan dan rusa.

Setelah mempelajari selama dua bulan, baru dapat melihat seluruh permukaan secara detail. Sehingga keberadaan jejak kaki hominid bisa mengenalinya.

Situs secara luas dapat terlihat dengan menggunakan drone udara dan memotretnya. Sehingga dapat melakukan pemindaian secara digital dalam bentuk tiga dimensi. 

Distribusi jejak kaki dan ukurannya menunjukkan jika mereka berkelompok. Manusia purba dewasa sebagian besar berjalan di pantai setinggi 4 sampai 5 kaki.

Kemudian terdapat dua jejak tapak kecil. Panjangnya sekitar 6 inci, kemungkinan tapak seorang anak dengan usia 6 tahun. Selain kebiasaan bermain, anak-anak purba telah mengikuti banyak aktivitas mengikuti orang dewasa.

Menurut analisa, jejak kaki berada di seputaran tepi pantai. Fosil jejak kaki anak purba tidak sepenuhnya bergerak ke dalam air. Mungkin mereka mengikuti orang dewasa memancing di lubang air atau mencari kerang. (R10/HR Online)

Editor: Jujang