Hari Tergelap Gadis Kecil di Pangandaran, Mulut Robek Dibacok Tetangga

Gadis Kecil di Pangandaran
Ibu dan anak, warga Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat korban pembacokan dan pembakaran Karim. Foto: Dok HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Hari tergelap dalam kehidupan Putri Yasmin, gadis kecil berusia 5 tahun di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat terjadi pada Rabu, 31 Maret 2021.

Hari itu, mulutnya robek sampai ke bagian rahang. Putri yang tidak tahu kesalahannya apa, dibacok golok tetangganya dengan membabi buta.

Adalah Karim (52) seorang penjahit pakaian yang tiba-tiba gelap mata, ia mengamuk bukan hanya melukai 5 orang tetangganya, namun juga membakar sejumlah bangunan di pasar wisata Pangandaran, Jawa Barat. 

Karim membacok mulut Putri Yasmin hingga tercabik-cabik. Rahang Putri juga putus, gigi copot bahkan gusinya juga terlepas akibat bacokan Karim. Putri terpaksa menjalani operasi bedah mulut sampai operasi plastik.

Putri Yasmin tidak sendirian, Bintang yang biasa dipanggil Dacu juga adalah korban amukan Karim. Remaja berusia 16 tahun tersebut mendapat 7 jahitan pada bagian kepala. 

Bintang menuturkan saat melakukan aksinya, Karim sama sekali tidak berbicara. Karim langsung membacok orang-orang yang ada di sekelilingnya.

“Saat beraksi, dia tidak berbicara apapun, enggak ngomong sama sekali, langsung main bacok seenaknya,” ujar Bintang, Minggu (4/4/2021).

Dari kesaksian Bintang, Karim awalnya mengarahkan goloknya kepada ibu-ibu yang sedang duduk di warung yang ada di depan kios jahit milik Karim.

“Pertama itu nyerangnya ibu-ibu yang sedang nongkrong di warung depan, yang kena bacokan Ibu Nunung. Saat itu Ibu Nunung sedang makan bakso,” kata Bintang.

Aksi Karim berlanjut, ia masuk ke rental Play Station, di sana pun Karim kembali membacok Ryan. Setelah itu tiba-tiba Karim menghampiri Bintang yang masih kebingungan, Karim lantas membacok kepala Bintang.

“Saya lari saat itu, berusaha menyelamatkan diri. Sempat teriak minta tolong, itu kondisinya kepala sudah penuh darah karena bacokan golok,” tuturnya.

Bintang mengaku sakit yang ia rasakan tak tertahankan, namun saat itu Bintang sempat melihat pelaku masuk ke rumah Dewi. Lokasinya berada di samping rumah Karim.

“Terdengar teriakan Ibu Dewi minta tolong dengan kencang, tapi saya pun tak sanggup menolong, kepala saya terasa sakit banget,” katanya.

Gadis Kecil di Pangandaran Sempat Dilindungi Ibunya

Dewi saat itu sedang mencuci piring, sementara Putri Yasmin anak kandungnya sedang tiduran. Ketika itulah Karim melayangkan goloknya berkali-kali kepada Putri Yasmin. Dewi berusaha menolong Putri Yasmin, namun ia malah terkena bacokan golok Karim.

“Ibu Dewi memeluk anaknya, Putri Yasmin, agar tidak terkena bacokan golok Karim, tapi malah Ibu Dewi pun kena bacok,” lanjut Bintang.

Ibu dan anak itupun berlumuran darah, punggung Dewi terkena bacokan golok berkali-kali, darah mengucur di mana-mana.

Karim lantas pulang ke rumahnya setelah menyiksa Dewi dan anaknya. Ia naik ke atap dan membakar rumahnya sendiri. Akibatnya 4 bangunan luluh lantak terbakar.

Korban bacokan golok Karim ada lima orang, yakni Dewi (36), Putri Yasmin (5), Bintang (16), Nurohmah atau Nunung (36), dan Ryan Destiansyah (21).

Kapolres Ciamis AKBP Hendria Lemasna mengaku pihaknya masih menyelidiki motif Karim melakukan pembakaran dan pembacokan kepada lima warga Pangandaran.

“Dari beberapa saksi, pelaku kemungkinan melakukan aksinya karena sedang ada masalah,” singkatnya.

Sayangnya Kapolres Ciamis tersebut tidak merinci masalah apa yang tengah dihadapi oleh Karim. (Ceng2/R7/HR-Online)

Editor: Ndu