Hikmah Kisah Bilal Bin Rabbah, Budak yang Teguh Memegang Akidah

Hikmah Kisah Bilal bin Rabbah
Ilustrasi Hikmah Kisah Bilal bin Rabbah. Foto: Ist/Net

Hikmah kisah Bilal bin Rabbah dapat menjadi suri tauladan umat muslim. Hal ini dikisahkan dalam buku 365 Kisah Teladan Islam karya dari Ariani Syurfah pada halaman 32.

Dalam buku tersebut menceritakan sebuah kisah yang sangat menakjubkan mengenai sahabat Bilai bin Rabbah saat mempertahankan akidahnya di depan majikannya.

baca juga: Sejarah Fathu Makkah, Bukti Kekuatan Peradaban Islam

Mengetahui Hikmah Kisah Bilal bin Rabbah

Bilal bin Rabbah merupakan seorang budak yang sangat terkenal dalam sejarah Islam karena kisahnya yang sangat mengharukan.

Ia terkenal seorang muslim yang taat serta mempertahankan akidah Islam meskipun berbagai siksa dan cobaan menderanya. Sebuah kisah yang tidak pernah membosankan meskipun selalu terulang sepanjang zaman.

Kekuatan alurnya pun akan selalu membuat setiap orang tetap penasaran untuk mengetahui hikmah dari kisah Bilal bin Rabbah. Beragam hikmah dapat kita ambil dari kisah seorang budak yang memiliki kelebihan.

Bilal lahir di wilayah as-Sarah kurang lebih 43 tahun sebelum Hijrah. Ayahnya bernama Rabbah dan sang ibu bernama Hamamah yang merupakan seorang budak berkulit hitam yang tinggal di Mekkah.

Karena Bilal adalah keturunan ras kulit hitam, maka sebagian orang menyebut Bilal dengan panggilan ibnus-Sauda’.

Berikut ini beberapa hikmah kisah Bilal bin Rabbah antara lain:

baca juga: Sejarah Pesantren, Lembaga Pendidikan Tertua di Indonesia

Berpegang Teguh Pada Pendirian

Bilal bin Rabbah akhirnya masuk Islam pada saat masih jadi budak dari Bani Jumal di Mekkah. Setelah majikannya tahu jika masuk Islam, maka dirinya mendapatkan siksaan secara berulang kali dari majikannya.

Sang majikan pun meminta Bilal untuk meninggalkan Islam serta kembali kepada orang-orang Quraisy. Dia pun berjanji akan memberi membebaskan Bilal dari pekerjaannya. Akan tetapi dalam hal ini, Bilal menolak keras tawaran tersebut.

Dengan penolakan keras dari Bilal tersebut, menggambarkan bagaimana dia adalah seorang yang teguh pendirian.

Dengan adanya penolakan keras dari Bilal, majikan Bilal yang bernama Umayah bin Khalaf pun semakin meradang. Ia terus menghujani siksaan terhadap tubuh Bilal dengan menggunakan batu panas.

baca juga: Sejarah Tionghoa di Indonesia, Awal Mula Sikap Anti Cina

Seorang yang Penyabar dan Tabah

Hikmah kisah Bilal bin Rabbah selanjutnya yang patut kita teladani adalah seorang penyabar dan tabah meskipun menerima siksaan berulang kali. Tak berhenti dari siksaan batu panas, Bilal bin Rabbah pun terus menerima siksaan dari sang majikan.

Hingga pada suatu siang menjelang dzuhur, Bilal pun diseret menuju padang pasir kembali. Meskipun telah berulang kali memperoleh penyiksaan, akan tetapi Bilal tetap tabah dan sabar, tenang serta tidak goyah imannya.

Saat penyiksaan berlangsung, Abu Bakar Ash-Shiddiq pun datang. Akhirnya sahabat Rasulullah tersebut membeli Bilal, dan Umayah bin Khalaf pun tentu sangat senang.

Dan tak berselang lama, Abu Bakar pun menghadap Rasullulah, ia menyampaikan kabar menggembirakan mengenai kebebasan Bilal.

Akhirnya Rasulullah pun menyambut baik kabar gembira tersebut. Kesabaran dan ketabahan serta keteguhan hati Bilal pun berbuah manis.

Pengikut Setia Rasulullah SAW

Sebagai pengikut setia Rasulullah menjadi hikmah yang dapat kita petik dari kisah Bilal Bin Rabbah. Setelah merdeka, akhirnya Bilal pun mengabdikan diri kepada Allah dan Rasul-Nya. Kemanapun Rasulullah pergi maka Bilal senantiasa berada Rasullulah.

Oleh karena itu, para sahabat Nabi SAW pun juga sangat menghormati serta memuliakan Bilal. Sebagaimana memuliakan serta menghormati Rasulullah SAW.

Muazin Pertama

Bilal ikut berdakwah dengan Rasulullah serta para sahabat Nabi lainnya. Setelah kaum Muslimin hijrah serta menetap di Madinah, maka Rasulullah pun menisyaratkan azan untuk melakukan sholat.

Rasulullah pun menunjuk Bilal untuk mengumandangkan azan. Kemudian Bilal mulai mengumandangkan azan dengan suara yag sangat merdu dan empuk. Hikmah kisah Bilal bin Rabbah mampu mengisi hati dan telinga kaum Muslimin dengan keimanan dan keharuan.

Bilal bin Rabbah merupakan muazin pertama yang melangsungan azan dalam dunia Islam. Akhirnya Bilal terkenal sebagai seorang sahabat Nabi yang mempunyai suara yang sangat merdu.

Setiap kali melakukan adzan, masyarakat Arab selalu tertegun mendengarnya. Suara Bilal bagikan suara yang datang dari surga.

Semua masyarakat Arab pun tidak pernah bosan mendengarnya. Sehingga orang-orang pun banyak yang tertarik untuk ikut sholat berjamaah di mana Bilal melangsungkan adzan.

Banyak sekali hikmah kisah Bilal bin Rabbah yang dapat kita jadikan sebagai suri tauladan. Dari semua kisah Bilal, sangat jelas tergambar bahwa si adalah seorang yang sangat teguh dalam mempertahankan akidah. (Muhafid/R6/HR-Online)