Hujan Meteor Pi Puppid, Warnai Langit Pertengahan April

Hujan Meteor Pi Puppid Warnai Langit Pertengahan April
Ilustrasi Hujan Meteor Pi Puppid. Foto: Ist/Net.

Hujan meteor Pi Puppid mulai aktif dari tanggal 15 April sampai 28 April. Kemudian akan menghasilkan laju puncak meteor sekitar tanggal 23 April.

Peluang melihat meteor terjadi pada tempo waktu tersebut. Meteor akan terlihat tiap berada di titik pancaran konstelasi Puppis di atas cakrawala. Jumlah meteor yang tampak akan meningkat makin tinggi pada titik pancaran langit.

Terjadinya Hujan Meteor Pi Puppid Pertengahan April

Mengutip dari in-the-sky.org, pancuran akan aktif tiap hari mulai senja di kota Surabaya. Berakhirnya saat titik pancaran berada di ufuk barat sekitar pukul 23:18.

Titik cahaya akan memuncak sebelum malam sekitar jam 17:00. Tampilan terbaik kemungkinan terjadi setelah senja, yakni saat titik pancaran masih dalam posisi titik tertinggi.

Kota Surabaya menghadap ke arah meteor yang masuk, karena rotasi Bumi. Jika dilihat dari kota tersebut, jumlah hujan meteor Pi Puppid turun maksimal secara vertikal. Sehingga menghasilkan lintasan pendek yang mulai mendekati titik radiasi.

Meteor yang terbakar akan lebih sedikit terlihat dari Surabaya. Karena meteor masuk dengan sudut miring saat masuk atmosfer.

Meteor pun berumur panjang dan melintasi area langit luas, sebelum akhirnya akan terbakar. Menurut perkiraan, meteor mencapai aktivitas puncak pada pukul 1 dini hari.

Baca Juga: Hujan Meteor Quadrantid, Simak Kapan Terjadi dan Bagaimana Melihatnya

Selain meteor Pi Puppid, ada pula hujan meteor Lyrid yang akan memberi warna langit malam bulan April ini. Tepat di langit timur laut pukul 01.00, meteor ini mulai terlihat.

Bila lingkungan sekitar gelap, maka pengamatan tidak membutuhkan teleskop. Pastikan juga tidak terhalang pepohonan, gedung ataupun polusi cahaya.

Peristiwa periodik ini jarang terjadi. Anda bisa menikmatinya tanpa rasa takut, karena hujan meteor Pi Puppid tidak berbahaya. Hujan meteor hanya berasal dari debu serta batuan ruang angkasa. Kemudian memasuki atmosfer Bumi.

Namun sebelum benar-benar masuk Bumi, akan terbakar habis di angkasa. Hal ini disebabkan karena mempunyai ukuran yang kecil.

Asal Mula Hujan Meteor

Hujan meteor Pi Puppid terjadi saat Bumi melalui aliran yang tertinggal setelah asteroid dan komet. Potongan puing berbentuk seperti pasir akan memasuki orbit objek induk di sekitar Tata Surya kita.

Salah satu dari potongan puing tersebut tiap kali tampak seperti bintang jatuh. Akan terbakar bila bertabrakan dengan Bumi. Ketinggiannya diperkirakan antara 70 sampai 100 km. Orbit Bumi akan melalui aliran padat tiap tahun pada hari tertentu.

Kemudian akan bertemu dengan asteroid atau komet yang melepaskan material padat ke luar angkasa dalam jumlah yang besar. Hujan tersebut disebut hujan meteor tahunan. Semua meteor yang tampak memancar dari titik yang sama di langit.

Baca Juga: Fenomena Hujan Meteor Camelopardalid, Lambat dan Berkilauan

Tempat Terbaik Melihat Meteor

Agar bisa melihat sebagian besar meteor, tempat terbaik bukanlah pada titik pancarannya sendiri. Akan tetapi, pada bidang gelap langit dengan jarak 30 sampai 40 derajat. Sebagian besar meteor akan terlihat pada radiasi ini.

Orbit aliran dari hujan meteor bisa ditentukan pada posisi titik radiasi di langit. Bahkan pada posisi ini bisa melakukan identifikasi benda tertentu yang menciptakan aliran puing-puing. Sehingga bisa tahu bahwa ada asteroid atau komet dengan orbit yang hampir sama.

Hujan meteor Pi Puppid skala peristiwanya masih kecil daripada Lyrid. Titik munculnya ada di rasi bintang Puppis di langit selatan.

Meteor yang akan melintas tiap jam sulit menentukannya. Hujan meteor yang terjadi di langit selatan biasanya kurang terlihat. Jadi, saat mengamati harus lebih teliti.

Kesempatan untuk menikmati hujan meteor tidak bisa dirasakan semua negara. Beruntung sekali di Indonesia bisa melihat peristiwa langka ini.

Untuk itu, jangan sampai lewatkan kejadian menakjubkan hujan meteor. Selain hujan meteor, kemungkinan lain yang terjadi sepanjang bulan April adalah fase Bulan purnama.

Bulan akan mencapai kedudukan 180 derajat letaknya dari Bumi. Sehingga keberadaan bulan akan terlihat sempurna. Apalagi bila tidak mendung, maka akan bersinar terang.

Bulan April menjadi waktu terbaik untuk mengamati Omega-Cen dan Haumea. Omega-Cen atau Omega Centauri adalah gugus bintang yang membentuk bola di luar angkasa. Tampak bercahaya dan sangat terang.

Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah tanggal 13 April. Karena posisinya tepat berada pada oposisi atau tepat berseberangan dengan Matahari.

Kemudian untuk pengamatan 17 April tampak Haumea berada di langit bagian utara, waktunya hampir sama dengan hujan meteor Pi Puppid. Haumea tampak seperti bintang kecil dengan sinar terang. Planet kerdil ini massanya sepertiga dari Pluto. (R10/HR Online)

Editor: Jujang