Ibu Muda di Pangandaran Bertahan dari Pandemi dengan Jualan Soto

Ibu Muda di Pangandaran
Maia, seorang ibu muda di Pangandaran bertahan dari pandemi dengan jualan soto. Foto: Entang/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Seorang ibu muda bertahan dari pandemi Covid-19 dengan berjualan soto di Jalan Citumang, Dusun Sukasari, RT 3, RW 3, Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Meskipun hanya berjualan soto di warung miliknya, Maia, ibu muda di Pangandaran tersebut bisa menutupi kebutuhan sehari-hari.

Maia mengatakan, berjualan soto merupakan usaha turun temurun dari keluarganya. Karena itu soto buatannya dibumbui sesuai resep dari orang tuanya. Tak heran jika rasa soto buatan Maia punya rasa khas tersendiri.

“Resepnya berasal dari orang tua, alhamdulillah soto yang disediakan selalu habis terjual setiap harinya,” ujar ibu muda yang baru memiliki satu anak tersebut, Selasa (7/4/2021).

Maia mengaku awalnya jualan soto karena meneruskan usaha orang tuanya. Ia berjualan soto sejak masih gadis.

“Setelah saya menikah, saya pun melanjutkan usahanya yakni berjualan soto ayam mengingat para langganan lumayan banyak,” katanya.

Awalnya Maia tidak berniat mengikuti jejak orang tuanya berjualan soto. Namun orang tuanya memilih kerja di luar kota, sementara pelanggan sotonya sudah banyak. 

“Akhirnya mau tidak mau saya harus melanjutkan usaha ini. Semenjak saya yang mengelola pelanggan justru bertambah, karena di sini juga melayani pesanan yang masuk ke WA atau SMS di HP,” katanya.

Saat pandemi Covid-19, Maia mengaku penjualannya soto sempat merosot. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama.

“Sekarang berangsur stabil, meskipun pandemi Covid-19, tetapi soto selalu habis, alhamdulillah ada rezekinya,” ungkap Maia.

Maia juga mengunggah sotonya di media sosial, ia pun terbiasa mendapat pesanan delivery order (DO).

“Pembeli yang datang langsung ke warung ataupun yang pesan lewat WA selalu ada setiap hari,” katanya.

Menurut Maia, penghasilan dari berjualan soto tidak menentu setiap harinya. Meskipun begitu pendapatan dari berjualan soto bisa menutupi kebutuhan keluarganya.

“Lumayan untuk menambah kebutuhan keluarga dan membantu suami,” katanya.

Maia menambahkan, masa pandemi Covid-19 saat ini omset pendapatan dari penjualan soto antara Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu perhari. (Entang/R7/HR-Online)

Editor: Ndu