Kasus Positif Meledak Lagi, Satgas Kota Banjar; Belum Ada Tempat Isolasi

Kasus Positif

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Hari ini kasus positif meledak lagi di Kota Banjar, Jawa Barat. Berdasarkan data yang disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Banjar, H. Agus Nugraha, bahwa per tanggal 8 April ini terjadi penambahan sebanyak 61 kasus positif.

Penambanan kasus baru tersebut hampir kebanyakan berasal dari pengembangan kasus kontak klaster keluarga yang selama ini menjalani perawatan secara mandiri. Sedangkan sisanya berasal dari pasien suspek rumah sakit dan surveilans ILI.

“Hari ini terjadi lonjakan lagi kasus positif, dan paling banyak penambanannya dari kasus kontak erat klaster keluarga,” kata Agus, kepada HR Online, Kamis (08/04/2021).

Lebih lanjut ia menyebutkan, adanya penambahan kasus positif paling banyak pada hari ini berasal dari Kelurahan Pataruman, dengan jumlah 13 kasus.

Kemudian, Kelurahan Banjar sebanyak 11 kasus, Karangpanimbal 8 kasus, Kelurahan Mekarsari 8 kasus, Desa Balokang, Mekarharja dan Desa Binangun masing-masing penambahannya 4 kasus.

Penambahan berikutnya untuk Desa Mulyasari 2 kasus, Kelurahan Bojongkantong 2 kasus, Desa Kujangsari 1 kasus, dan Kelurahan Situbatu juga 1 kasus.

“Jumlah kumulatif sampai hari ini sudah mencapai 1.239 kasus positif Covid-19 dengan konfirmasi aktif sebanyak 219 kasus,” terang Agus.

Baca Juga : Satgas Covid-19 Kota Banjar Disiplinkan Warga Agar Terapkan 3M

Satgas Covid-19 Kota Banjar Belum Siapkan Tempat Isolasi

Kasus positif meledak lagi, sehingga jumlah kumulatif sampai hari ini sudah tembus 1.239 kasus positif Covid-19. Meski begitu, Satgas Covid-19 Kota Banjar belum menyiapkan tempat untuk isolasi terpadu.

Koordinator Sekretariat Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar, Edi Herdianto mengatakan, rencana penggunaan gedung GBP Langensari sebagai tempat isolasi terpadu bagi pasien positif, sampai saat ini rencana tersebut belum terealisasi.

Menurutnya, untuk penggunaan gedung tersebut memerlukan kesiapan yang matang karena berkaitan dengan anggaran. Serta pelaksanaan teknisnya di lapangan, seperti menyiapkan fasilitas dan tim medis yang akan bertugas.

Selain itu, pihaknya juga masih menunggu adanya regulasi Perwal yang terbaru sebagai dasar acuan pelaksanaan oleh tim satgas dalam bertugas.

“Kami masih menunggu regulasi terbaru, dan rencananya nanti akan dimasukan dalam regulasi tentang perpanjangan PSBB yang sekarang ini sudah akan berakhir. Selebihnya akan kami bahas nanti saat rapat evaluasi,” kata Edi. (Muhlisin/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah