Kawasan Agrowisata Cianjur Diproyeksikan Jadi Wisata Andalan Jabar

Kawasan Agrowisata Cianjur
Gubernur Jabar Ridwan Kamil luncurkan kawasan agrowisata Cianjur. Foto,: Humas Jabar

Berita Jabar (Harapanrakyat.com),- Gubernur Jabar Ridwan Kamil meluncurkan Kawasan Agrowisata Cianjur, Desa Cipendawa, kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kawasan ini diproyeksikan menjadi andalan untuk pulihkan ekonomi setelah pandemi. 

Daerah ini masih asri dengan hamparan sawah serta pegunungan yang hijau dan sejuk. Kuliner terkenal daerah ini adalah kue cincin, lapis legit dan makaroni. Desa ini juga memiliki seni budaya yang masih kuat yakni gamelan Sunda. 

Dengan segudang potensi ini, Cipendawa akan menjadi salah satu kawasan agrowisata Cianjur yang jadi andalan untuk mengembangkan dunia pariwisata Jabar. 

Ridwan Kamil pun menyampaikan rumus pengembangan agrowisata. Melalui pengelolaan dengan menerapkan teori baru dalam promosi, dapat mensejahterakan masyarakat.   

Pada era teknologi saat ini, promosi wisata bisa dengan memanfaatkan influence media sosial yang memiliki banyak pengikut. 

“Hanya dengan memposting foto tempat, desa wisata ini insyaallah bakal menarik banyak orang untuk datang,” katanya.

Teori baru yang bisa diterapkan pada kawasan agrowisata  Cianjur ini dengan memaksimalkan teknologi digital. Perkuat dengan tempat Swafoto atau selfie yang memiliki latar belakang kekinian.   

“Turis yang datang kan mencari pemandangan. Kalau memang belum ada titik selfie segera bikin dengan aneka bentuk. Bisa bentuk perahu, sejumlah ikon menarik, sarang burung dan lainnya,” ungkapnya. 

Spot Swafoto ini bisa memakai bambu dan kayu sehingga menghasilkan kesan Instagramable. Ridwan Kamil meminta dalam dua Minggu ini spot Selfie itu harus sudah ada. Dalam pembuatannya bisa mencari orang kreatif Cianjur. 

Teori kedua adalah perkuat potensi pada kawasan agrowisata Cianjur ini. Konsep mengajak cocok tanam adalah hal unik bisa menjadi potensi untuk menarik wisatawan. Orang-orang akan merindukan suasana bercocok tanam yang saat ini mulai mereka tinggalkan. 

“Ada tour guide bercocok tanam. Ini juga dapat menghadirkan lowongan kerja. Konsep ketiga adalah homestay bagi wisatawan, penduduk yang punya kamar bisa menyulapnya agar mendekati suasana hotel, toiletnya juga harus bersih,” katanya. (R9/HR-Online)

Editor: Dadang