Keteladanan Abu Bakar Mengajarkan Keikhlasan untuk Urusan Islam

Keteladanan Abu Bakar Mengajarkan Keikhlasan untuk Urusan Islam
Ilustrasi: Keteladanan Abu Bakar. Foto: Ist/net.

Keteladanan Abu Bakar memang patut kita tiru terutama dalam kehidupan sehari-hari. Selain kondang dengan gelarnya As-Shiddiq karena telah membenarkan kisah Hijrah Baginda Nabi Muhammad SAW, ternyata kisahnya juga sangat dikenal banyak orang tentang kebaikan dan ketulusan hatinya.

Sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita mengidolakan para tokoh muslim. Juga menjadikan mereka sebagai inspirasi untuk selalu melakukan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Memiliki nama Asli Abdullah bin Abu Quhafah, juga sekaligus sahabat Nabi Muhammad yang sangat setia.

Khalifah pertama ini juga menjadi salah satu sahabat Nabi Muhammad yang sudah dijamin masuk syurga. Selain itu juga termasuk dalam keluarga Nabi yang pertama kali masuk islam atau Assabiqunal Awwalun.

baca juga: Kisah Perjalanan Nabi Muhammad SAW Mendapat Perintah saat Isra Miraj

Beberapa Keteladanan Abu Bakar As-Shiddiq yang Patut Anda Ketahui dan Amalkan

Ayah mertua Nabi Muhammad ini lahir pada tanggal 27 Oktober pada tahun 573 Mekkah, Jazirah Arab. Menjadi khalifah sejak tahun 632 sampai dengan tahun 634. Lahir dari seorang ayah yang bernama Utsman Abu Quhafah dan Salma binti Shakhar dari suku Quraisy.

Sebagai pemeluk islam pertama dan khulafaur Rasyidin pertama setelah peninggalan Baginda Nabi Muhammad SAW, tentunya Abu Bakar memiliki keteladanan.

baca juga: Dakwah Nabi Muhammad SAW pada Periode Mekah

Tidak Berpikir 2x dalam Mengeluarkan Hartanya untuk Kepentingan Agama Islam

Kisah khalifah pertama ini, nyatanya tidak luput dari julukannya yakni pedagang kaya raya yang sudah sukses sejak usia muda. Memiliki sifat yang jujur dan juga ramah menjadikan ia mampu membawa perdagangannya sampai ke Yaman. Orang-orang Quraisy juga sangat menghormati anak dari Utsman Abu Quhafah ini.

Sebagai seorang yang sudah masuk islam, tentunya khalifah pertama ini rela menghabiskan hartanya untuk dakwah dan menyebarkan agama islam. Bahkan ia juga tidak pernah berpikir dua kali untuk mengeluarkan hartanya. Tentunya tidak hanya itu saja, Abu Bakar juga rela membebaskan budak dengan harga yang tidak sedikit.

Perlu anda ketahui juga, bahwa pengorbanan harta dan jiwa seorang Abu Bakar berhasil membawa islam memiliki pengikut dan terus bertambah. Itulah salah satu keteladanan Abu Bakar yang harus kita tiru, terutama untuk perihal sedekah.

baca juga: Perang Terakhir Nabi Muhammad SAW

Setia dan Mencintai Baginda Nabi SAW

Bukti kecintaan Abu Bakar terhadap Baginda Nabi Muhammad SAW adalah saat menemani Hijrah dari Mekkah menuju Madinah. Saat perjalanan tersebut Nabi Muhammad selalu dalam penjagaan Abu Bakar.

Kemudian, saat tidur pun Baginda Muhammad SAW berada di pangkuan Abu Bakar. Bahkan ia rela terkena gigitan ular demi bisa menutupi Nabi Muhammad SAW. Pengorbanan yang demikian itu hanya muncul ketika muncul rasa iman dan juga rasa cinta sepenuh hati. Hal itu juga karena rasa ikhlas pada sosok Nabi Muhammad SAW.

Nah, dari sinilah kita bisa mengambil keteladanan Abu Bakar yakni saling menolong dengan ikhlas tanpa pamrih dan sedikitpun tidak meminta imbalan.

Percaya dengan Semua Ucapan Rasulullah SAW

Perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad ternyata menjadi waktu luang bagi kaum Quraisy. Mereka memanfaatkan waktu tersebut untuk mengajak kaum muslim menjadi murtad. Bahkan mereka juga menemui Rasulullah dan menanyakan apa saja yang terjadi malam itu.

Setelah Muhammad menceritakannya secara runtut, malah kaum Quraisy mengatakan hal yang demikian itu adalah mustahil, karena tidak dapat diterima oleh logika. Namun, karena Abu Bakar paham betul mengenai karakter Rasulullah yang selalu jujur.

Mengetahui hal tersebut lantas Abu Bakar mengatakan, “Engkau berkata benar. Aku bersaksi bahwa Engkau adalah utusan Allah Ta’alla”. Sebagai umat Baginda Nabi Muhammad sudah seharusnya kita juga harus mengamalkan sunnah-sunnah yang yang telah diajarkan. Hal tersebut juga menjadi salah satu keteladanan Abu Bakar.

Orang yang Bertanggung Jawab dan Juga Jujur Sebagai Seorang Pemimpin

Bukan Abu Bakar As-Shiddiq jika sifat jujurnya tidak menonjol. Meskipun demikian, Khalifah pertama ini tetap tidak sombong dan juga hidup dengan sederhana. Bahkan ia juga tidak mau menyalahgunakan kepemimpinannya.

Saat menjelang ajalnya, Khalifah pertama ini juga berwasiat kepada putrinya yakni dengan mengatakan bahwa ia hanya memiliki satu ekor unta, sehelai permadani usang, dan juga seorang pelayan yang mengurusi rumah tangga. Maksudnya, Abu Bakar tidak mau menghadap Allah SWT dengan harta umat meskipun hanya secuil.

Keteladanan inilah yang sudah seharusnya menjadi kiblat untuk para pemimpin bangsa ini. Terutama, untuk para pemimpin yang beragama Islam. Sudah menjadi kewajiban bagi mereka untuk menjauhi memakan dana banyak umat alias korupsi. (R10/HR-Online)

Editor: Muhafid