Keteladanan Rasul Ulul Azmi Mengajarkan Tentang Kesabaran dan Setia

Keteladanan Rasul Ulul Azmi Mengajarkan Tentang Kesabaran dan Setia
Ilustrasi Keteladanan Rasul Ulul Azmi. Foto: Ist/Net

Keteladanan Rasul Ulul Azmi dapat mengajarkan kita banyak hal, terutama dalam kehidupan sehari-hari. Ulul Azmi sendiri merupakan sebuah gelar yang hanya dimiliki oleh beberapa Nabi dan Rasul saja. Di antara 25 Nabi yang sudah kita ketahui dan imani, nyatanya hanya ada 5 Nabi dan Rasul saja yang masuk dalam Ulul Azmi.

Ulul Azmi juga gelar yang melambangkan tentang keteguhan hati dalam menjalankan amanat dan kerja keras mewujudkan cita-citanya yang haq. Sehingga semua apapun halangan yang dihadapi dapat terhalang dengan baik.

Pasalnya, selalu melibatkan Allah dan hanya berharap kepada-Nya. Selain itu, karena keteguhan juga kesabarannyalah yang menjadikan amanat dari Allah tersebut sukses untuk mereka sampaikan kepada umatnya.

baca juga: Amalan di Bulan Sya’ban Akan Allah Lipat Gandakan Selama Satu Tahun

Beberapa Keteladanan Rasul Ulul Azmi yang Wajib Anda Tahu

Apabila orang kafir mempunyai batas dengan kesabaran dan keteguhannya, berbanding terbalik dengan Rasul Ulu Azmi. Justru kesabaran yang mereka miliki tiada batasnya, terutama untuk berjihad di jalan Allah SWT. Hal ini berdasarkan pada Firman Allah dalam Al-Quran Surat Al-Ahqaf ayat 35.

Dari hal tersebut, kita juga dapat mengambil pelajaran, yakni agar selalu sabar dengan apapun yang menimpa.

baca juga: Mukjizat Nabi Sulaiman Mengajarkan Tidak Ada yang Mustahil Bagi Allah

Rasul Ulul Azmi Nuh ‘Alaihissalam

Nabi Nuh As adalah salah satu Rasul yang termasuk dalam Ulu Azmi. Kita sebagai seorang muslim seharusnya mengetahui dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Nuh As adalah Nabi Allah yang mempunyai urutan ketiga. Dalam kisah dakwahnya menyebarkan dan menegakkan agama Islam, tentunya tidak semulus seperti saat ini.

Kemusyrikan dan kaumnya yang sangat ingkar menjadi tantangan pokok baginya. Bahkan hal yang demikian itu sudah mendarah daging dalam tubuh mereka. Namun, berkat kesabaran dan pantang menyerah, perjuangan Nabi Nuh sampai kepada Allah Ta’alla.

Bukan hanya itu saja, bahkan anak dan istrinya juga tidak mau mengikuti ajaran dari Nuh yang merupakan mukjizat dari Allah Azza Wa Jalla.

Hal tersebut tentunya menjadi tantangan besar bagi Nuh. Atas izin Allah, umat Nabi Nuh yang masih tetap menyembah berhala tenggelam, karena ada badai banjir dahsyat yang menyerang hunian kaum Nuh.

Dengan kita mengetahui kisah dari Nabi Nuh, maka keteladanan Rasul Ulul Azmi yang kita dapatkan adalah kesabaran, ketabahan, dan setia kepada Allah. Meskipun, ada banyak tantangan dan rintangan yang harus ia hadapi dalam menegakkan, juga meluaskan ajaran agama Islam.

baca juga: Hikmah Sabar dan Tawakal, Dicintai Allah serta Mendapatkan Surga-Nya

Nabi Ibrahim Dibakar Tidak Mempan

Ibrahim adalah Nabi Allah yang mendapatkan mukjizat tidak mempan terbakar. Keteladanan Rasul Ulul Azmi dari Ibrahim adalah kesabaran dan keteguhannya dalam mendakwahi kaum dan ayahnya.

Budaya kaum Nabi Ibrahim adalah menyembah berhala yang sudah mereka buat sendiri. Bahkan ayahnya sendiri juga termasuk dalam hal penyembahan berhala tersebut.

Mendakwahi ayahnya dengan ajaran yang ia terima langsung dari Allah bukanlah suatu yang mudah bagi Ibrahim. Sebagai seorang anak, ia haruslah tunduk dan taat dengan sang ayah.

Namun dakwahnya merupakan perintah Allah. Meski ia selalu berdebat saat mendakwahi ayahnya, namun semangat Ibrahim tidaklah melemah.

Bahkan ia rela diusir dari rumah dan harus dibakar hidup-hidup dalam kobaran api yang besar dan ganas. Meskipun demikian, ia tetap berlindung dan memohon pertolongan hanya kepada Allah dengan berdoa.

Musa As Musuh Fir’aun

Fir’aun adalah ciptaan Allah, namun ia sangatlah durhaka dan pembangkang kepada Penciptanya. Bahkan ia menganggap dirinya itu sebagai Tuhan yang harus disembah orang-orang yang sudah hidup pada zamannya.

Namun, Allah mempercayakan kedurhakaan Fir’aun kepada Nabi Musa As. Mendengar hal tersebut, membuat kebiadaban Raja tersebut semakin menjadi-jadi.

Bahkan ia membunuh anak-anak laki yang lahir dari rahim seorang ibu hidup-hidup tanpa kecuali. Karena kelahiran Nabi Musa untuk memusnahkan Fir’aun, maka Allah menyelamatkan dari pembunuhan masal tersebut.

Hingga pada saatnya ia harus berhadapan langsung dengan kebiadaban Fir’aun karena perintah Allah SWT. Akan tetapi, karena semangat, kesabaran, dan keteguhan imannya kepada Allah, musa mampu mengalahkan Fir’aun dengan menenggelamkannya ke Laut Merah. Tentunya atas izin Allah Ta’alla.

Dari kisah Nabi Musa, kita dapat mengambil keteladanan Rasul Ulul Azmi yakni selalu bersabar dalam menghadapi cobaan dari Allah dan yakin semua akan ada pertolongan yang bersumber dari-Nya.

Isa As Anak Maryam

Saat hendak menyampaikan dakwah kepada umatnya, Isa harus menelan pahitnya perlakuan kaumnya. Mereka ingin menjadikannya sebagai Tuhan. Padahal Isa sudah menjelaskan bahwa Tuhan satu-satunya yang patut mereka sembah hanyalah Allah yang Maha Esa.

Dalam mendakwahkan Islam sendiri, kaum Isa hendak membunuhnya dan menyalibnya. Namun karena selalu setia dengan Allah, taat dan tunduk dengan semua perintah-Nya, Allah mengangkat Nabi Isa ke langit dan menggantinya dengan orang lain.

Kisah Nabi Isa memberikan keteladanan Rasul Ulul Azmi tentang sebuah kesabaran dan ketaatan juga ketundukannya kepada perintah Allah. Meyakini bahwa Allah akan selalu memberikan pertolongan kepada siapapun yang taat dan lurus berada di jalan-Nya.

Uswatun Hasanah Muhammad SAW

Sebagai penutup Nabi dan Rasul, Baginda Muhammad membawa keteladanan yang tidak jauh berbeda dengan Rasul Ulul Azmi. Banyak cobaan dan rintangan yang harus Nabi Muhammad hadapi.

Bahkan beliau harus bertahun-tahun dakwah dengan sembunyi-sembunyi. Meskipun demikian, kaumnya bukan menerimanya dengan welcome, tetapi justru Nabi Muhammad harus menerima lemparan batu kerikil.

Bahkan Baginda Nabi juga harus menahan kesabaran dalam mendakwahi keluarganya sendiri. Sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW, tidak akan hilang dan lekang oleh waktu. (Muhafid/R6/HR-Online)