Menu Baru Pikobar Tampilkan Informasi Keterisian Rumah Sakit di Jabar

Keterisian Rumah Sakit
Kadinkes Jabar Dewi Sartika meluncurkan menu baru di Pikobar yakni informasi keterisian rumah sakit. Foto: Humas Jabar

Berita Jabar (Harapanrakyat.com),- Pemprov Jabar terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan meluncurkan menu baru dalam aplikasi Pikobar. Layanan ini menampilkan informasi data keterisian rumah sakit. Menu baru ini adalah Bed Occupancy Rate atau BOR Dashboard Jabar. 

Kadis Kominfo Jabar Setiaji mengatakan BOR Dashboard Jabar ini bisa memberikan informasi terkait kondisi ketersediaan tempat tidur dari 380 rumah sakit se Jabar. Sehingga dapat mempercepat penanganan Covid-19.

Setiaji menjelaskan BOR Dashboard Jabar ini mengambil sumber data dari RS Online Kementerian Kesehatan lalu menyinkronkan dengan Pemprov Jabar. Dengan pembaharuan data secara harian.

Dalam menunjukan informasi keterisian rumah sakit, ada 6 kategori tempat tidur dalam BOR Dashboard Jabar ini. Yakni kategori hijau tanpa gejala ringan. Kemudian kuning atau gejala ringan dan sedang. 

Kategori merah dengan gejala berat, ICU, tekanan negatif serta ventilator. BOR Dashboard inipun menampilkan data IGD, keterisian ruangan intensif dan ruang bersalin. 

BOR Dashboard ini juga menampilkan data spesifik. Mampu menampilkan data per zona/wilayah atau kota/kabupaten. Data tingkat keterisian rumah sakit dan memudahkan warga melakukan pencarian. 

“Akurasi keterisian tempat tidur ini juga tergantung kedisiplinan RS untuk memperbaharui data melalui RS Online,” ungkapnya. 

Dewi Sartika, Plt Kadinkes Jabar, mengatakan BOR Dashboard Jabar bisa menjadi sumber terpercaya. Rumah sakit harus konsisten dan berkomitmen dalam memberikan data terbaru soal keterisian tempat tidur.

“SDM rumah sakit pun berpengaruh terhadap data keterisian rumah sakit. Juga bertanggung jawab dalam memberikan data terbaik,” ucapnya. 

Menurutnya, BOR Dashboard ini menunjukan bukti transparansi Pemprov Jabar dalam menangani Pandemi Covid-19. Masyarakat pun bisa lebih mudah mengakses fasilitas layanan kesehatan. (R9/HR-Online)

Editor: Dadang