Jumat, Mei 2, 2025
BerandaBerita CiamisKisah Penerima BPUM di Ciamis, Rela Antri dari Pukul 2 Dini Hari

Kisah Penerima BPUM di Ciamis, Rela Antri dari Pukul 2 Dini Hari

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau BLT UMKM tahun 2021 di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat awalnya sumringah saat mendapatkan kembali bantuan modal sebesar Rp 1,2 juta.

Namun kegembiraan tersebut harus dibarengi dengan perjuangan yang melelahkan. Mereka rela antri dari jam 2 pagi untuk mendapat nomor antrian.

Jika datang siang maka siap-siap harus kecewa lantaran tidak bakal kebagian antrian. Itupun, setelah dapat nomor antrian dan mengantri sampai bank dibuka, belum tentu penerima BPUM di Ciamis langsung menerima dana Rp 1,2 juta.

Mereka harus kembali menunggu satu minggu kemudian sampai dana Rp 1,2 juta masuk ke rekening mereka dan bisa dicairkan.  

Liem (33) salah seorang penerima BPUM di Ciamis menuturkan, awalnya ia mengetahui dirinya kembali menerima BLT UMKM Rp 1,2 juta setelah mengeceknya lewat situs e-form BRI.

Warga jalan Ir H Djuanda, Kecamatan Ciamis tersebut lantas datang ke bank untuk mengecek apakah benar dirinya menerima bantuan.

“Dari satpam saya disarankan datang ke bank jam 2 pagi agar dapat antrian nomor 1, jadi bisa pagi-pagi dilayani. Karena yang dilayani juga terbatas, hanya 200 orang per hari,” katanya, Selasa (20/4/2021).

Pada Senin (19/4/2021), Liem sudah bersiap sejak pukul 01.00 WIB. Tepat pukul 02.00 WIB, ia langsung bergegas menuju ke bank.

“Ternyata kalau datangnya jam 2 pagi, benar belum ada siapa-siapa. Tapi jam setengah tiga, datang bapak-bapak yang sama ngantri dengan saya,” ungkapnya.

Antrian Penerima BPUM di Ciamis Sudah Mengular Sejak Subuh

Menurut Liem, sebelum adzan Subuh, sudah banyak yang datang. Setelah Subuh antrian sudah mengular.

“Jam setengah lima itu bank sudah mulai berbenah. Saya dapat antrian nomor 1. Itu saya nunggu lagi sampai dilayani jam 6 pagi,” katanya.

Setelah menunggu dari pukul 02.00 WIB, akhirnya Liem dilayani oleh satpam. Satpam di sana bertugas menginput nama dan NIK KTP Liem dan penerima BPUM lainnya.

“Sebelumnya saya juga sudah mengisi formulir surat pernyataan bermaterai, ke bank juga sambil bawa fotocopy KTP dan fotocopy rekening tabungan,” katanya.

Selanjutnya, setelah proses input selesai, Liem difoto sambil memegang surat pernyataan tersebut. 

“Setelah difoto baru bisa pulang, pencairannya katanya nunggu satu minggu baru bisa cair dananya masuk ke rekening kita,” jelasnya.

Liem menambahkan, bukan hanya antri dari pukul 02.00 pagi, penerima BPUM lainnya ada juga yang sampai menginap agar dapat nomor antrian.

Dibatasi 200 Orang Per Hari

Sementara itu, penerima BPUM lainnya Niah Maryati, salah seorang warga Baregbeg mengatakan, awalnya ia tidak mengetahui bisa mendapatkan bantuan tambahan, karena bantuan Rp 2,4 juta sudah ia terima sebelumnya.

“Ketika ada teman yang memberitahukan bahwa penerima BPUM kembali mendapatkan bantuan saya langsung cek melalui e-form BRI dan ternyata namanya kembali terdaftar menerima bantuan Rp 1,2 juta,” ungkapnya.

Lanjut Niah, meski sudah dipastikan mendapatkan kembali bantuan, dirinya langsung mendatangi bank BRI terdekat, akan tetapi meski sudah mengantri bantuan tersebut tidak langsung cair dan harus menunggu hingga satu minggu.

“Saat datang ke Bank BRI saya hanya diberi formulir untuk diisi sebagai penerima bantuan. Lalu oleh satpam bank disuruh pulang dan bisa datang satu minggu berikutnya untuk pencairan,” jelasnya.

Menurut Niah banyak warga yang datang ke Bank untuk mencairkan bantuan tersebut. Sehingga harus pagi-pagi sekali mengambil nomor antrian.

Selain sudah ada yang mencairkan ada juga warga yang hanya menerima formulir pemberitahuan pencairan, hal tersebut untuk menyamakan antara rekening penerima oleh pihak bank.

Bank juga tetap berusaha menjaga protokol kesehatan meski kerumunan tidak bisa dihindari. Namun, banyak warga yang sudah mengerti kalau tidak langsung cair mereka langsung pulang dan datang lagi besok harinya.

“Dengan adanya bantuan ini saya sebagai pelaku usaha kecil sangat terbantu sekali terlebih di masa pandemi. Sehingga ada beban yang bisa berkurang karena menerima bantuan,” katanya.

Sementara menurut Satpam Bank BRI di Ciamis yang namanya enggan disebutkan, pihak bank hanya membatasi sekitar 200 warga penerima BPUM setiap harinya. Hal tersebut untuk menghindarkan kerumunan di masa pandemi Covid-19. (ES/R7/HR-Online)

Editor: Ndu

Jaminan Kehilangan Pekerjaan

Buruh di Kota Banjar Desak Perusahaan Terapkan Jaminan Kehilangan Pekerjaan

harapanrakyat.com,- Buruh di Kota Banjar, Jawa Barat, mendesak pengusaha untuk menerapkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2023 tentang Ketenagakerjaan. Pengusaha juga harus menerapkan jaminan kehilangan...
Aksi May Day

Aksi May Day di Garut Menyedihkan, Buruh Korban PHK Perusahaan Pailit Belum Terima Upah Terakhir

harapanrakyat.com,- Ratusan buruh korban PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) PT Danbi Internasional di Garut, Jawa Barat, menggelar aksi May Day atau hari buruh internasional, Kamis...
Batik Hokokai Pekalongan, Sejarah di Balik Motifnya yang Rumit

Batik Hokokai Pekalongan, Sejarah di Balik Motifnya yang Rumit

Batik Hokokai Pekalongan sangat terkenal. Batik Hokokai ini memiliki sejarah di baliknya. Kini batik tersebut menjadi salah satu warisan budaya yang sangat penting. Sebagai...
Hari Buruh Tanpa Unjuk Rasa, Polres Kota Banjar Inisiasi Kegiatan Sosial hingga Jalan Santai

Hari Buruh Tanpa Unjuk Rasa, Polres Kota Banjar Inisiasi Kegiatan Sosial hingga Jalan Santai

harapanrakyat.com,- Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Banjar, Jawa Barat, kali ini berbeda. Biasanya peringatan ini identik dengan aksi unjuk rasa,...
Gerobak PKL di Langensari Kota Banjar Ludes Terbakar, Diduga Akibat Selang Kompor Gas Bocor

Gerobak PKL di Langensari Kota Banjar Ludes Terbakar, Diduga Akibat Selang Kompor Gas Bocor

harapanrakyat.com,- Sebuah gerobak milik pedagang kaki lima di samping Puskesmas Langensari 2, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, ludes terbakar. Peristiwa itu pun membuat...
People Nearby Telegram Hilang, Ini Alasannya

People Nearby Telegram Hilang, Ini Alasannya

People Nearby Telegram hilang atau telah dihapus oleh pihak aplikasi sendiri untuk meningkatkan moderasi konten. Selain itu, juga untuk melindungi privasi pengguna serta mencegah...