Kamis, Desember 2, 2021
BerandaBerita TerbaruKomet Alien 21/Borisov, Bagaimana NASA Mengungkap Misterinya

Komet Alien 21/Borisov, Bagaimana NASA Mengungkap Misterinya

Komet Alien 21/Borisov merupakan komet antar bintang pertama yang ditemukan NASA. Komet ini dapat memberi tahu mengenai sistem bintang lainnya. Sebagian besar penemuan komet bisa mengungkap rahasia sistem bintang alien.  

Penelitian Komet Alien 21/Borisov Terbaru oleh NASA

Mengutip Earthsky, komet 21/Borisov melakukan perjalanan dari titik-titik di luar Matahari. Selain itu, komet juga mengitari planet-planet di sekitarnya. 

Pada penelitian terbaru menunjukkan bahwa Komet 21/Borisov merupakan komet antar bintang yang dapat teramati. Hal ini dapat memberi petunjuk ke masa lalu dari dunia yang jauh.

Penelitian mengenai komet ini  telah terinci oleh jurnal Nature Communications. Pengetahuan ini mempunyai implikasi sebagai misi masa depan. Sehingga dapat mengeksplorasi pengunjung antar bintang yang lain.

Gambar yang menunjukkan Komet Alien 21/Borisov menunjukkan seperti apa permukaannya. Sangat mengesankan seperti gambar seorang seniman.

Gambaran komet seperti ilustrasi seorang seniman. Komet alien merupakan komet kedua yang mengunjungi tata surya kita. 

Sebelumnya  ada komet Oumuamua yang mendekati tata surya. Penemu Oumuamua adalah ESO/ M. Kormesser pada tahun 2017.

Baca Juga: Perbedaan Komet dan Meteor, Berikut Penjelasannya

Latar Belakang Penemuan Komet 21/Borisov

Pada tanggal 30 agustus 2019 seorang astronom amatir Gennady Borisov menemukan komet antar bintang. Komet tersebut meluncur melalui tata surya kita. 

Teleskop segera terarah pada komet supaya dapat melihat sekilas kejadian fana dan langka ini. 

Sejak dulu, belum pernah ada komet yang dikonfirmasi dari sistem bintang asing. Lintasan yang diproyeksikan dari pengunjung alien pun akan segera menghilang dari langit selamanya. 

Pada umumnya komet dapat berubah jika berinteraksi dengan sebuah bintang. Komet biasanya mempunyai sebuah orbit. 

Komet akan mendekati Matahari dari waktu ke waktu. Saat itu, permukaannya dapat berubah. 

Komet merupakan benda es. Terdiri dari batuan, debu beku, gas dan material yang berasal dari miliaran tahun yang lalu. Hal itu kemungkinan terjadi jauh sebelum planet dan benda langit lainnya terbentuk. 

Gaya gravitasi bintang yang kuat bisa menjadi lemah saat komet bergerak mendekati Matahari. Bahkan bisa hancur saat komet semakin dekat. 

Karbon dan material dari komet akan menguap karena radiasi dari matahari, partikel yang dipancarkan. Angin juga mempunyai dampak besar terhadap menguapnya komet.

Baca Juga: Komet C/2020 M3, Komet Langka yang Terdeteksi Mendekati Bumi

Komet 21/Borisov Mempunyai Komposisi Kimia yang Konsisten

NASA terus melakukan penelitian terhadap Komet Alien 21/Borisov. Saat para ilmuwan mengintip komet antar bintang tersebut, mereka tahu komposisinya.

Lingkaran gas yang terbentuk di sekitar komet saat mendekati Matahari dapat terdeteksi. Ada hal aneh yang terjadi. Komet melepaskan gas yang mempunyai konsentrasi karbon monoksida atau CO. 

Karbon Monoksida tersebut lebih besar daripada deteksi di planet manapun. Tentu saja dengan jarak yang sama dari Matahari.

Emisi dari karbon monoksida lebih lemah dan sulit untuk dideteksi. Apabila dibandingkan dengan hidrogen sianida.

Para peneliti dengan ketua tim Martin Cordiner dan Stefanie Milam di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA di Greenbelt, Maryland. Sebelum komet redup dari pandangan, para ilmuwan internasional ini terus melakukan penyelidikan. 

Tim menggunakan teleskop radio terkuat di dunia. Jangkauan teleskop saat melihat komet pada jarak terdekat dengan bumi sekitar 180 juta mil. Kurang lebihnya sama dengan 300 juta kilometer.

Pengamatan komet memakai observatorium teleskop radio di Chile Utara. Teleskop dikenal sebagai  Atacama Large Millimeter / submillimeter Array (ALMA). Terbuat dari 66 piringan, yang bekerja mengamati langit hingga detail. 

Teleskop radio juga bisa melihat gas dingin dengan energi rendah pada objek seperti komet. 

Komet Alien 21/Borisov berada pada lintasan orbit yang tepat. Jaraknya antara 1/5.000 derajat. Alat ini dapat mengumpulkan spektrum energi dari gas komet. Sehingga dapat membantu memperlihatkan citra amorf serta susunan kimianya. 

Tim peneliti melakukan upaya pencarian gas komet yang paling gampang terdeteksi. 

Es yang terdapat pada komet mulai menguap saat mendekati Matahari. Konsentrasi dari karbon monoksida sekitar 6 dan 26 kali lebih tinggi. Apabila dibandingkan dengan komet pada tata surya.

Para ilmuwan menyimpulkan bahwa sebagian besar komet yang biasa teramati mempunyai komposisi yang berubah. Komposisi terpengaruh oleh perjalanan komet saat mengelilingi bintang induk. 

Namun lain halnya dengan Komet Alien 21/Borisov. Komposisinya selalu konsisten utuh sejak pembentukan.  (R10/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -