Krisis Kebutuhan Air Bersih Landa Satu Dusun di Cijulang Pangandaran

Krisis Air
Tagana Kabupaten Pangandaran mengirimkan bantuan 60 ribu liter air bersih untuk 100 KK warga Dusun Garunggang, Desa Kondangjajar, Kabupaten Pangandaran. Foto: Entang SR/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Krisis kebutuhan air bersih melanda satu dusun di Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Sumur resapan milik warga kering akibat dua minggu tak turun hujan.

Ketua Tagana Kabupaten Pangandaran, Nana Suryana mengatakan, warga yang mengalami krisis air bersih itu berada di Dusun Garunggang, Desa Kondangjajar, Kabupaten Pangandaran.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, Tagana Kabupaten Pangandaran pun langsung mengirimkan bantuan 60 ribu liter air bersih untuk 100 KK (Kepala Keluarga).

“Warga Dusun Kondangjajar kondisinya memprihatinkan, mereka sangat membutuhkan air, terlebih saat bulan Ramadhan,” terangnya, Kamis (29/04/2021).

Lebih lanjut Nana mengatakan, semua sumur milik warga Dusun Garunggang kini kering kerontang. Mengingat sumur milik warga merupakan sumur tadah hujan yang kondisinya banyak bebatuan ketika digali lebih dalam.

Sehingga, dua minggu saja tak turun hujan sudah bisa dipastikan sumur yang ada akan mengalami kekeringan. Dampaknya, warga Dusun Garunggang mengalami krisis kebutuhan air bersih.

“Saat ini saja sudah banyak keluhan warga yang membutuhkan air bersih. Namun, untuk sementara kami mendahulukan warga yang memang sangat membutuhkan dan kondisinya memprihatinkan,” kata Nana.

Baca Juga : Nostalgia Kereta Api Banjar-Cijulang, Ini Kata Warga Pangandaran

Bantuan Air Bersih Baru dari Tagana Pangandaran

Sementara itu, Emuh, salah seorang warga Dusun Garunggang mengaku bahwa, sekarang ini ada 100 KK yang kesulitan air bersih untuk kebutuhan mandi, masak, dan yang lainnya.

“Kami sudah dua minggu ini kesulitan air bersih. Oleh karena itu, kami meminta bantuan kepada pihak Tagana Kabupaten Pangandaran, dan alhamdulillah langsung respon,” ungkapnya.

Emuh juga mengatakan, bantuan berupa air bersih baru dari Tagana saja. Sedangkan dari yang lainnya, seperti BPBD Kabupaten Pangandaran, belum ada.

Ia menambahkan, keringnya sumur milik warga akibat dampak dari dua minggu ini tidak turun hujan. Adapun air yang bisa diambil oleh warga lokasinya sangat jauh, dan sangat sulit untuk ditempuh.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tagana Pangandaran yang telah membantu kebutuhan air bersih. Ini sangat bermanfaat bagi kami yang tengah mengalami kekeringan,” ucap Emuh. (Ntang/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah