Lansia Hidup Sebatang Kara di Kota Banjar Tinggal di Rumah Gubuk

Hidup Sebatang Kara
Ani Sri Sugihartini saat memberikan makanan untuk Elin. Foto: Sandi Lukman/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Seorang lansia hidup sebatang kara di Kota Banjar, Jawa Barat, tinggal di sebuah rumah gubuk peninggalan saudaranya. Lansia yang bernama Elin (63), warga Lingkungan Banjar, RT. 4, RW. 2, Kelurahan Banjar, itu setiap harinya diurus oleh Ani Sri Sugihartini yang merupakan tetangganya.

Ani menceritakan, dulunya Elin tinggal bersama kakaknya di rumah tersebut. Namun, setelah kakaknya meninggal dunia, ia hanya hidup sebatang kara.

“Dulu tinggal sama kakaknya. Rumah yang sekarang ia tempati itu kan milik almarhum kakaknya. Tapi sekarang ia hidup sendirian,” tutur Ani, Jumat (16/04/2021).

Karena merasa kasihan melihat hidupnya sebatang kara, Ani pun berinisiatif untuk merawat dan memenuhi kebutuhan Elin sehari-harinya.

Ani juga menjelaskan, hingga usia lanjut, Elin belum pernah memiliki suami dan anak, sehingga dalam masa tuanya tidak ada yang mengurus.

“Keluarganya pada jauh dan sudah membiarkannya. Di Banjar juga ada kerabatnya, cuma pada cuek aja. Malah saya yang mengurusnya kurang lebih sudah tiga tahun ini,” ungkapnya.

Dengan segala keterbatasannya, Ani seringkali kekurangan untuk memenuhi kebutuhan Elin, terlebih saat ini Elin sudah tidak mampu berjalan.

“Untuk sehari-hari dari saya, cuma untuk sekarang ini saya lagi kesulitan untuk kebutuhan pampers, dan kayu putih,” ungkap Ani.

Baca Juga : Warga Isoman di Kelurahan Banjar Dapat Bantuan Sembako

Hidup Sebatang Kara Tak Ada Perhatian dari RT Setempat

Selain itu, Ani juga mengatakan bahwa, RT setempat yang seharusnya memperhatikan warganya. Namun, di lingkungan tempat Elin tinggal sama sekali Ketua RT setempat tidak pernah menjumpai warganya yang sedang kesusahan.

“RT-nya saja nggak pernah pernah peduli. Mangkanya dulu waktu ada bantuan dari Baznas, itu spontanitas dan tidak prosedural. Sekarang kalau hidupnya dibiarkan tidak mungkin kan. Ini manusia yang seharusnya mendapat perhatian juga dari lingkungan setempat,” tandas Ani.

Selama tiga bulan terakhir, Elin yang merupakan lansia hidup sebatang kara itu telah mendapatkan bantuan uang tunai dari Baznas Kota Banjar untuk mengurangi beban kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Kemudian, selain bantuan dari Baznas, Elin juga terdaftar sebagai penerima manfaat dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sejak satu tahun lalu sampai sekarang. (Sandi/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah