Sabtu, Oktober 23, 2021
BerandaBerita TerbaruMisteri Laba-laba di Mars, Pola Aneh Menyeramkan

Misteri Laba-laba di Mars, Pola Aneh Menyeramkan

Misteri laba-laba di Mars telah dipresentasikan oleh seorang peneliti dari Irlandia. Terdapat bayangan yang menyerupai arakhnida dari es kering berada di tanah Mars dan berubah jadi gas.

Mengutip amazon.com, para ilmuwan di Trinity College Dublin membuktikannya dengan reaksi atmosfer planet mars di laboratorium.

Baca Juga: Kawah Jezero Mars, Lokasi Paling Tua yang Mengandung Banyak Sampel

Ilmuwan Ungkap Misteri Laba-laba di Mars

Ada versi formasi lebih kecil menekan es kering  terhadap sedimen yang lebih hangat. Para ilmuwan mengaplikasikannya di atmosfer yang mirip dengan planet Merah.

Penelitian tersebut menghasilkan tanda yang mirip laba-laba Mars sebagai es dengan sublimasi dan menonjol ke luar. Hasil riset telah terbit dalam jurnal Scientific Report.

Planet Mars merupakan planet terdekat keempat dari Matahari. Planet ini sering mendapat julukan planet Merah. Karena dari kejauhan tampak kemerah-merahan. 

Penyebabnya adalah keberadaan besi pada permukaannya. Planet berupa bebatuan dengan atmosfer yang tipis. Pada permukaannya terdapat lembah, gurun, gunung berapi, tudung es, dan kawah.

Para ilmuwan melakukan penelitian dan menyajikan serangkaian bukti empiris pertama kali untuk mengungkap misteri laba-laba di Mars. Terdapat proses pada permukaan yang memodifikasi lanskap kutub Mars.

Eksperimen menunjukkan Mars pada orbit yang dapat terpahat. Hal tersebut terjadi karena konversi langsung es kering dari padat ke gas.

Bukti pertama berasal dari hipotesis Kieffer yang sudah tahu sebelumnya. Mereka berharap agar karbondioksida yang telah beku mengalami sublimasi selama musim semi di planet Merah.

Kemudian keadaan berubah dari padat ke gas. Kompos memanas, mengembang, dan memecahkan es permukaan. Sehingga gas akan keluar. Proses ini dapat menyebabkan gas yang keluar meninggalkan saluran bernama laba-laba Mars.

Baca Juga: Penemuan Reaksi Kimia Baru di Mars yang Sebelumnya Tak Terlihat

Pola Aneh Seperti Laba-laba

Banyak perdebatan tentang laba-laba di planet Merah sejak 20 tahun yang lalu. Pola aneh mirip laba-laba tersebut terlihat di kutub selatan planet Mars.

Berdasarkan pola misteri laba-laba di Mars, tidak seperti formasi lain di Bumi. Para peneliti mencoba memecahkan misteri tersebut dengan menciptakan versi kecil di laboratorium.

Sekitar 95% atmosfer di Mars terbuat dari karbon dioksida. Untuk itu, es yang terbuat di planet tersebut terbentuk dari gas. Retakan di permukaan Mars penyebabnya adalah tekanan saat es berubah jadi hangat.

Gas yang terdapat di planet Merah melarikan diri melewati celah-celah. Kemudian akan meninggalkan gundukan yang mirip dengan laba-laba menyeramkan.

Para ilmuwan mempelajari laba-laba tersebut dari dekat. Dengan alasan untuk mengkonfirmasi apakah teori itu 100% benar. Bukti terkuat sejauh ini ditunjukkan dengan adanya hasil terkait dengan proses gas.

Gumpalan Gelap di Permukaan Mars

Misteri laba-laba Mars menjadi perdebatan bagi para peneliti. Muncul gumpalan gelap yang sekelilingnya ada gangguan seperti cacing.

Laba-laba yang disebut araneiform telah terukir di permukaan planet Merah. Saat musim semi, es kering akan mengalami perubahan dari padat ke gas.

Fisik pertama menunjukkan bahwa produk sampingan dari pergeseran musim Mars merupakan sublimasi es CO2. Pada musim dingin suhu akan turun. Endapan gas terdapat di permukaan sebagai es.

Saat suhu naik langsung berubah daripada menjadi gas. Sistem radial topografi negatif tampak aneh dari palung dendritik. Splodges ini menyerupai cabang pohon atau garpu petir. 

Seperti apakah ruang simulasi untuk mengungkap misteri laba-laba di Mars? Terbuat dari balok karbondioksida dan ada lubang pengeboran di dalamnya.

Simulasi ini melayang di atas tempat tidur granular. Sebelum menurunkan tekanan ruang ke tekanan atmosfer pada planet Merah, ada penempatan ukuran biji-bijian yang berbeda.

Balok es tersebut penempatannya berada di permukaan. Pola dari laba-laba lebih bercabang daripada ukuran biji-bijian halus. Pada simulasi lain, ukuran pola kurang bercabang saat menggunakan biji yang kasar. Hal ini untuk memperkuat riset menggunakan efek Leidenfrost.

Eksperimen dari Dr Lauren McKeown menyajikan bukti empiris pertama. Lengkap modifikasi lanskap kutub Mars dengan proses permukaannya.

Pada riset bisa menunjukkan pola laba-laba bisa terukir oleh konversi langsung. Kemudian perubahan dari es kering memadat dan menjadi gas. Untuk itu, para ilmuwan melakukan serangkaian percobaan untuk mengungkap misteri laba-laba di Mars. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img