Nelayan Jaring Arad Pangandaran Keluhkan Hasil Tangkapan Minim

Nelayan Jaring Arad Pangandaran Keluhkan Hasil Tangkapan Minim
Aktivitas nelayan arad di pantai Timur Pangandaran Kamis (15/4/2021). Foto:Entang/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Nelayan jaring arad di Pangandaran, Jawa Barat, mengeluhkan minimnya hasil tangkapan ikan.

Salah satu faktor penyebabnya yakni kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

Meski begitu, nelayan arad di pantai Timur Pangandaran masih tetap melaksanakan aktivitasnya menjaring ikan.

Salah seorang nelayan jaring arad Yayu membenarkan jika hasil tangkapan ikan saat ini tidak maksimal.

“Kondisi cuaca memang kurang bersahabat, jadi hasil tangkapan turun,” ujar Yayu kepada HR Online Kamis (15/4/2021).

Para nelayan arad di Pangandaran terpaksa tetap melaksanakan aktivitasnya menangkap ikan lantaran terdesak kebutuhan.

“Kalau tidak pasang jaring arad, bagaimana para nelayan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari,” katanya.

Baca Juga: Pangandaran Sentra Ikan Hias, Pemkab Terima DAK KKP Rp 1,3 M

Lanjut Yayu, meskipun saat ini bulan puasa, namun tidak menyurutkan para untuk menjaring ikan di laut dan menariknya dari bibir pantai.

“Kami tidak pernah putus asa dan terus bersemangat menjaring ikan, kami tetap berusaha hasil biar Allah yang tentukan,” jelasnya.

Yayu menjelaskan, para nelayan tradisional jaring arad biasanya menabur jaring Arad  paling jauh 400 meter dari bibir pantai.

Nelayan biasanya menaburkan jaring  paling banyak lima kali dalam sehari.

“Sementara ini hasil tangkapan ikan kurang bagus, ikan yang terkena jaring kecil-kecil,” ungkap Yayu.

Menangkap ikan dengan menggunakan jaring arad di pantai Pangandaran merupakan salah satu tradisi sejak dahulu sebelum ada alat modern. (Entang/R8/HR Online)

Editor: Jujang