Obat Nyamuk Lupa Dimatikan, Rumah di Tasikmalaya Hangus Terbakar

Obat Nyamuk Lupa Dimatikan
Warga Sambong Pari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya berhamburan menjauhi kebakaran. Foto: Apip/HR

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),– Kebakaran menghanguskan rumah Empud Mahpudin (56), warga Kelurahan Sambong Pari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Minggu (4/4/2021). Kebakaran tersebut diduga disebabkan oleh obat nyamuk bakar yang lupa dimatikan.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran tersebut, hanya saja barang-barang yang ada di dalam rumah hangus terbakar. 

Selain itu, pemilik rumah, untuk sementara waktu terpaksa mengungsi ke tempat saudaranya yang lebih aman. 

Pantauan HR Online di lapangan, saat kejadian kebakaran, warga sekitar berhamburan dan berlarian. Apalagi saat api mulai membesar dan mengeluarkan asap tebal hitam.

Sebagian warga ada yang berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, beruntung Damkar Kota Tasikmalaya cepat memadamkan api sehingga tidak menyebar ke rumah warga lainnya.

Agus ketua RT setempat mengatakan, kebakaran yang diduga akibat obat nyamuk lupa dimatikan tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. “Pemilik rumah sedang tidak ada di rumah karena sedang bekerja,” ungkap Agus.

Ia pun mengimbau warga untuk lebih berhati-hati saat akan keluar rumah. Pastikan mengecek terlebih dahulu kondisi di dalam rumah.

“Listrik harus dimatikan, cek kompor gas. Beruntung tadi Damkar cepat datang ke lokasi, jadi api berhasil dipadamkan. Di sini padat penduduk takutnya menjalar ke rumah lainnya,” katanya.

Agus juga mengaku sempat panik saat melihat asap menghitam dari kejauhan. “Tadi itu apinya besar sudah kelihatan dari jarak jauh juga asapnya kelihatan hitam. Saya juga panik,” katanya.

Menurut Agus, karena khawatir bangunan sisa kebakaran roboh, penghuni rumah pun terpaksa mengungsi. 

“Yang terbakar di dalam rumah itu perabotan seperti TV, kulkas, mesin cuci, lemari pakaian, kursi tamu dan bangunan rumah rapuh karena habis terbakar, kemungkinan kerugian akibat kebakaran ini ditaksir ratusan juta lebih pak,” pungkasnya. (Apip/R7/HR-Online)

Editor: Nd