Imbas Pandemi, Omzet Pedagang Ayam Goreng di Kota Banjar Turun 50%

Ayam Goreng
Pedagang ayam goreng di Jalan Hamara Efendi, Kota Banjar, saat sedang melayani pembeli. Foto: Sandi Lukman/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Imbas pandemi Covid-19, omzet pedagang ayam goreng di Jalan Hamara Effendi, Kota Banjar, Jawa Barat, turun hingga 50 persen. Selama pandemi ini, para pedagang kaki lima yang berjualan ayam goreng itu hanya bisa menjual per harinya sekitar 20 kilogram.

Seperti diungkapkan Andi yang mengaku sudah puluhan tahun berjualan ayam goreng. Menurutnya, ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi omzet pedagang ayam goreng turun. Namun, baru kali ini turunnya drastis hingga 50 persen.

“Adanya pandemi Covid-19 jelas sangat berdampak sekali bagi para pedagang seperti kita ini. Tapi alhamdulillah sih ada saja yang beli sedikit-sedikit, meskipun nggak sama seperti waktu belum ada Corona,” tuturnya, Senin (12/04/2021).

Baca Juga : Kasus Covid-19 Kota Banjar Meningkat, Pelaku Usaha dan Toga Berkumpul

Sebelum pandemi Covid-19 melanda Kota Banjar, dalam sehari Andi bisa menjual ayam goreng hingga 30 kilogram lebih. Biasanya ia mulai berjualan dari sore sampai menjelang tengah malam.

Selain imbas pandemi, penyebab menurunnya omset para pedagang kaki lima yang menjual ayam goreng juga akibat melambungnya harga daging ayam dalam 10 hari menjelang bulan suci Ramadhan.

“Penurunan omset juga akibat banyaknya persaingan yang sekarang ini semakin ketat, karena banyak pedagang baru bermunculan,” ujarnya.

Andi maupun para pedagang ayam goreng lainnya berharap pandemi segera berakhir dan kembali normal. Sehingga, pada pedagang bisa berjualan seperti sebelumnya. (Sandi/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah