Pasien Covid-19 dengan Komorbid di Kota Banjar Harus Dirawat di RS

Pasien Covid-19 dengan Komorbid
Ilustrasi pasien Covid-19 dengan komorbid di Kota Banjar harus dirawat di RS. Foto: Ist/Net

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),– Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Banjar, Jawa Barat, dr. Fuad Hanif menegaskan, pasien positif Covid-19 memiliki penyakit penyerta (Komorbid) harus menjalani perawatan dan menjalani isolasi di rumah sakit.

Perawatan di rumah sakit bagi mereka yang terpapar virus Corona dengan penyakit penyerta tersebut agar mereka bisa diobservasi dan mendapatkan perawatan medis secara maksimal.

Pernyataan itu dikatakan menanggapi adanya pasien positif yang memiliki penyakit penyerta dan meninggal dunia saat menjalani perawatan secara mandiri.

“Pasien terpapar Covid-19 apalagi sudah ada komorbid sebaiknya harus dirawat dan diisolasi di rumah sakit agar bisa diobservasi,” kata dr. Fuad saat dihubungi HR Online, Kamis (15/4/2021).

Lanjut dr. Fuad mengatakan, untuk penanganan pasien positif Covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri harus mendapatkan pengawasan secara ketat. Pengawasan bisa dilakukan oleh tim Satgas maupun tim medis Puskesmas agar saat isolasi tetap terpantau.

Pengawasan secara ketat tersebut karena terkadang kesadaran keluarga pasien sangat kurang sehingga mereka tidak mau ketika akan diisolasi dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Selain itu, pihak pemerintah sebaiknya juga menyediakan tempat isolasi terpadu dengan pengawasan ketat karena menurutnya pelaksanaan isolasi mandiri yang berjalan saat ini memang kurang efektif.

“Memang isoman itu belum tentu efektif. Makanya lebih baik disediakan tempat isolasi terpadu dengan pengawasan ketat,” ujarnya.

Pasien Positif Covid-19 dengan Komorbid Meninggal, Pemkot Kota Banjar Diminta Serius

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Banjar, Jawa Barat, Tri Pamuji Rudianto, meminta kepada pihak Pemkot lebih serius dalam melaksanakan upaya penanggulangan Covid-19.

Terlebih lagi upaya penanganan itu sudah didukung dengan anggaran yang cukup besar. Tinggal efektivitas penggunaan anggarannya saja sehingga anggaran yang dialokasikan itu betul-betul bermanfaat bagi masyarakat.

Selain itu, ia juga meminta agar dalam pelaksanaan penanganan pasien positif betul-betul menjalankan SOP dengan benar karena akan berdampak fatal atas penanganan Covid-19 di Banjar.

“Saya berharap pemerintah Kota Banjar serius dalam pelaksanaan tahapan penanggulangan Covid-19 sehingga didapatkan hasil yang maksimal,” katanya. (Muhlisin/R7/HR-Online)

Editor: Ndu