Senin, Mei 16, 2022
BerandaGaya HidupKhazanahPemimpin Wanita di Zaman Rasulullah Menjadi Teladan dan Bukti Nyata

Pemimpin Wanita di Zaman Rasulullah Menjadi Teladan dan Bukti Nyata

Pemimpin wanita di zaman Rasulullah bisa menjadi teladan yang baik untuk perempuan zaman sekarang. Hal ini juga dapat menjadi bukti nyata ketika muncul narasi yang mengatakan bahwa seorang perempuan tidak akan bisa menjadi seorang pemimpin.

Sudah seharusnya kita sebagai umat muslim meniru dan menjadikan teladan semua kisah kehidupan Baginda Nabi Muhammad SAW. Karena beliau adalah utusan Allah Ta’alla, yang semoga kelak kita adalah umatnya yang mendapatkan syafa’atnya. Allahumma Aamiin.

baca juga: Macam-macam Sholawat Nabi Menjadi Penyebab Bertambahnya Pahala

Beberapa Pemimpin Wanita di Zaman Rasulullah yang Harus Anda Ketahui

Meskipun saat ini banyak yang menjadi pemimpin itu laki-laki, akan tetapi bukan berarti seorang perempuan tidak bisa menjadi pemimpin. Karena dalam sejarah Islam, pemimpin perempuan juga mampu untuk menguasai berbagai macam bidang.

Mulai dari perekonomian sampai pada pendidikan. Siapa saja wanita-wanita hebat pada zaman Nabi SAW dulu, mari kita simak bersama penjelasannya.

baca juga: Mukjizat Nabi Sulaiman Mengajarkan Tidak Ada yang Mustahil Bagi Allah

Ibunda khadijah Binti Khuwailid

Istri Baginda Nabi yang sekaligus menjadi pemimpin wanita di zaman Rasulullah ini memiliki nama panjang yakni Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abd Al-‘Uzza. Biasanya ia juga dipanggil Ummu Hindun dengan gelar Ummul Mu’minin (ibunya orang-orang beriman).

Khadijah lahir pada tahun 68 sebelum Hijrah kota Mekkah. Pada zaman jahiliah, ia merupakan wanita yang suci karena senantiasa menjaga kehormatan dan kesuciannya sehingga Ath-Thahirah menjadi julukan yang diberikan pada Ibunda Khadijah.

Dahulu ia adalah pemimpin bagi wanita Quraisy sebelum menikah dengan Nabi SAW. Ia juga seorang wanita yang paling kaya dan terpandang. Sebelum ia melamar dan menikah dengan Nabi Muhammad, ia sudah menikah dengan Atiq bin Abid juga abu halah At-Tamimi.

Meskipun kekayaannya yang tak terhingga, akan tetapi tidak membuat Khadijah sombong. Pasalnya, ia juga terkenal dengan mempunyai jiwa kemanusiaan dan dermawan. Bahkan ia juga menjadi orang pertama yang masuk Islam.

Ia juga dengan senang hati dan rasa ikhlas ikut menanggung semua beban dakwah Kanjeng Nabi untuk agama Islam. Bahkan ia juga tidak jarang menggunakan hartanya untuk kepentingan Islam.

baca juga: Nabi yang Menerima Suhuf Sebagai Petunjuk dan Pedoman Bagi Umatnya

Sayyidah Aisyah RA, Pemimpin Perempuan Islam dan Intelektual Muslimah

Sebagai istri Baginda Nabi SAW setelah wafatnya Khadijah. Kenyataannya Sayyidah Aisyah juga mempunyai peranan yang tak kalah pentingnya mengenai perjalanan pemimpin seorang wanita di zaman Rasulullah pada awal penyebaran Islam.

Sayyidah merupakan seorang kepercayaan Baginda Nabi SAW, mempunyai otak brilian, wawasan luas, rasa ingin tahu yang tinggi, dan kritis. Sepeninggal Nabi Muhammad SAW, Aisyah menjadi pemimpin komunitas muslim di Jazirah Arab.

Bahkan ia juga sudah tercatat intelektual karena mempunyai pengaruh yang besar dalam Islam. Bahkan ia juga memiliki dedikasi yang besar guna menyebarkan Islam yang inklusif.

Rasa ingin tahunya juga menjadikan Aisyah sebagai seorang yang intelektual muslim paling atas. Ia juga menjadi tempat belajar orang-orang tentang berbagai macam ilmu.

Bahkan ia juga dikenal sebagai orang nomor satu yang membuka sekolah pada masa itu. Banyak hal yang bisa kita jadikan teladan dari seorang Sayyidah Aisyah yang merupakan salah satu pemimpin wanita di zaman Rasulullah SAW ini.

Nusaibah Binti Kaab

Nusaibah adalah seorang wanita dari suku Banu Najjar di Madinah. Banyak yang mengenalnya karena keberaniannya dalam berperang. Ada banyak pertempuran demi Islam yang sudah ia ikuti. Misalnya perang Uhud, Yamamah, Hunayn, Hudaybiyah, dan masih banyak lagi.

Hudaibiyah juga termasuk pemimpin wanita di zaman Rasulullah yang terkenal dalam keberaniannya. Bahkan ia juga mempunyai ambisi ingin melindungi Rasulullah di mana saja berada. Pada setiap pertempuran, Baginda nabi selalu melihat perempuan tersebut.

Saat perang menghadapi Musailamah Al-Kadzab Nusaybah juga ada dalam pasukan Nabi. Ia harus kehilangan putranya dan dirinya sendiri juga harus menderita banyak luka.

Putri Rasulullah Fatimah Az-Zahra

Fatimah adalah putri Baginda Nabi dengan Khadijah. Ia juga istri dari Ali bin Abi Thalib plus ibu dari Hasan dan Husein. Fatimah lahir saat Ka’bah sedang mengalami masa renovasi.

Kepribadian Fatimah sama dengan kepribadian ayahnya. Bahkan Aisyah mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang menyamai Fatimah.

Ia mempunyai ketenangan dan keistiqomahan dalam duduk sebagaimana ayahnya. Bukan hanya duduk saja, akan tetapi sikap berdirinya juga sama persis dengan Baginda Nabi Muhammad SAW.

Bukan hanya itu saja yang menjadikan Fatimah sebagai seorang pemimpin wanita di zaman Rasulullah. Bahkan ia juga disebut sebagai pemimpin para wanita ketika di surganya Allah Ta’alla. (Muhafid/R6/HR-Online)

- Advertisment -