Pengobatan Unik di Pangandaran, Penyakit Hilang Ditempel Besi Menyala

Pengobatan Unik di Pangandaran
Aki Sodik (77) saat mengobati pasiennya dengan besi menyala. Foto: Ceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Layaknya seorang dokter, Aki Sodik (77), warga Pangandaran, Jawa Barat sudah lama punya cara pengobatan yang unik dalam menyembuhkan penyakit pasien-pasiennya.

Aki Sodik yang tinggal di Dusun Pangleseran, Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran ini sejak usianya 7 tahun sudah mengobati pasien dengan besi yang masih menyala. Penyakit yang kerap disembuhkan oleh Aki Sodik adalah penyakit kulit seperti eksim dan sakit gigi.

Awalnya Aki Sodik sering melihat kakeknya bekerja sebagai pembuat golok atau tukang panday. Usianya saat itu masih 7 tahun. 

“Saya dari kecil suka melihat kakek membuat golok atau arit. Bahannya dari besi per mobil yang kemudian dibakar,” ujar Aki Sodik, Minggu (4/4/2021).

Awal Mula Pengobatan Unik di Pangandaran

Aki Sodik sudah terbiasa dengan panas bara api besi. Biasanya ketika besi dibakar warnanya merah menyala saking panasnya besi tersebut. 

“Waktu masih 7 tahun saya gatal-gatal, karena gatal itu besi per mobil yang sedang dibakar saya tempelkan ke kulit yang gatal, padahal besinya masih menyala,” katanya.

Anehnya setelah kulitnya yang gatal ditempel dengan besi per mobil yang masih panas, Aki Sodik tak merasakan panas sama sekali. Hangat yang ia rasakan di kulitnya terasa wajar..

“Kakek saya sampai terheran-heran, dia bilang dalam bahasa Sunda agar api itu jangan dibuat mainan,” jelasnya.

Tak sampai di sana, Aki Sodik sakit gigi. Gigi bagian samping bawahnya berlubang. Saat itupun Aki Sodik mengobatinya dengan bara dari besi yang masih menyala.

“Kakek saya tidak tahu, saat itu saya bakar besi seukuran batang rokok. Ujungnya saya bengkokkan,” katanya

Besi yang ia bakar menyala, saat itulah Aki Sodik menyulut giginya yang berlubang dengan besi panas tersebut.

Seperti halnya ketika Aki Sodik menempelkan besi menyala pada kulitnya yang gatal, Aki Sodik pun tidak merasakan panas saat gigi disulut bara api dari besi yang menyala.

“Sakit gigi langsung sembuh saat itu. Memang waktu kecil bara api besi dari per mobil yang sudah menyala karena dibakar itu sering saya jadikan mainan, bahkan saya sering menjilat-jilatnya,” ungkapnya.

Banyak Didatangi Pasien yang Ingin Berobat

Sejak saat itulah warga di sekitar Aki Sodik yang sakit gigi atau terkena penyakit kulit eksim selalu memanggil Aki Sodik. Padahal usianya saat itu masih 7 tahun.

“Karena masih kecil, kalau ada yang mau mengobati giginya yang sakit saya nggak mau. Pernah sampai kabur, tapi orangnya sampai rela nunggu,” katanya.

Pengobatan unik yang dilakukan Aki Sodik jadi bahan perbincangan orang-orang, melalui cerita dari mulut ke mulut, warga Pangandaran ini banyak didatangi orang yang minta diobati.

“Sehari-hari saya nggak bisa pergi jauh. Banyak yang minta tolong diobati,” ungkapnya.

Karena banyaknya pasien yang datang, bahkan sampai dari luar daerah, Aki Sodik membangun rumah singgah bagi para pasien yang pengobatannya memakan waktu lama.

“Niatnya menolong, kalau menolong itu kuncinya jangan matre, niatkan saja dengan hati ikhlas menolong yang sakit. Selain itu juga perlu sabar saat pengobatan,” tandasnya. (Ceng2/R7/HR-Online)

Editor: Ndu