Pengrajin Kopiah Pelepah Palem di Kota Banjar Marema saat Ramadhan

Pengrajin kopiah
Pengrajin kopiah pelepah palm di Dusun Cibeureum, RT.01, RW.03, Desa Balokang, Kecamatan Banjar, Kota Banjar. Foto: Istimewa.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Berkah Ramadhan bagi pengrajin kopiah pelepah palm di Dusun Cibeureum, RT.01, RW.03, Desa Balokang, Kecaatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat. Sejak menjelang bulan suci Ramadhan, pesanan kopiah berbahan pelepah pohon palem itu meningkat.

Aam Abdussalam, pengrajin yang juga pemilik usaha produksi kopiah pelepah palem, mengatakan, dari menjelang puasa sampai saat ini sudah ada sekitar 10 kodi lebih pesanan yang digarapnya.

“Alhamdulillah, bulan puasa sekarang ini lumayan banyak pesanan. Kemarin juga sudah kirim dua kodi, sudah terjual,” kata Aam yang juga salah satu pengurus GP Ansor Cabang Kota Banjar, kepada HR Online, Jumat (16/04/2021).

Harga satu kopiah pelepah palem hasil produksinya bervariatif dan sangat terjangkau, yakni kisaran Rp 40-Rp50 ribu per picis. Tergantung bentuk, motif, serta ukuran kopiah yang dipesan.

Untuk menyelesaikan orderannya tersebut, Aam dibantu oleh tiga orang karyawannya yang bertugas membuat motif kopiah dari awal sampai proses finishing.

Menurut Aam, proses pembuatan kopiah berbahan pelepah palem ini sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu lama, tergantung motif kopiahnya.

“Kalau motif songkok terompah model Habib Bahar cukup satu jam selesai. Tapi kalau motif Kudus, untuk menyelesaikan satu kopiah bisa sampai dua jam,” terangnya.

Kopiah Pelepah Palem Terinspirasi Pedagang di Bandung

Baca Juga : Mantan Sekretaris Desa Balokang Kota Banjar Jadi Tersangka Korupsi DD

Aam menceritakan awal mula menjadi pengrajin kopiah menggunakan bahan dasar pelepah pohon palm dari pedagang di Bandung, saat ia membeli kopiah dengan model serupa.

Kemudian, ia berlatih temannya yang juga seorang pengrajin kopiah di wilayah Kabupaten Ciamis. Sekarang Aam tengah mencoba mengembangkannya dengan membuat produk sendiri.

“Dalam proses pembuatannya ada tiga orang yang membantu saya. Namun, mereka memproduksinya masih di Ciamis. Kalau saya hanya menyediakan bahan baku, proses finishing, dan pemasaran saja,” ujar Aam.

Untuk kedepannya Aam ingin mengembangkan barang produksinya tersebut bersama teman-teman Ansor lainnya yang ada di Desa Balokang.

“Sementara ini untuk pengerjaan awal sebagian masih di Ciamis. Kedepan semua proses produksi rencananya akan saya pindahkan ke Banjar,” kata Aam.

GP Ansor Apresiasi Kadernya Produksi Kopiah Pelepah Palem

Terpisah, Ketua GP Ansor Kota Banjar, Supriyanto menyambut positif kreativitas kerajinan bernilai ekonomi yang diproduksi kadernya tersebut. Apalagi saat situasi sulit ini banyak sektor usaha yang lesu akibat terdampak pandemi.

Menurutnya, Aam memanfaatkan potensi sumber daya alam yang tadinya terkesan tidak berharga menjadi barang yang bernilai jual tinggi. Karena itu, apa yang digagas oleh Aam patut menjadi motivasi bagi kader Ansor lainnya.

“Kedepan saya berharap kreativitas bernilai ekonomis seperti ini bisa mendapat intervensi dari pemerintah. Sehingga bisa meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi,” kata Supriyanto. (Muhlisin/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah