Rabu, Oktober 20, 2021
BerandaBerita TerbaruPesan Rasulullah Kepada Umatnya Amalan untuk Kehidupan Manusia

Pesan Rasulullah Kepada Umatnya Amalan untuk Kehidupan Manusia

Pesan Rasulullah kepada umatnya seharusnya sudah menjadi amalan dalam kehidupan sehari-hari. Namun apa nyatanya? Jawabannya berada pada diri anda sendiri. Padahal Allah itu menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk. Manusia juga dibekali dengan akal dan pikiran, supaya sebelum bertindak itu ia memikirkan dahulu.

Nabi Muhammad adalah utusan Allah yang sekaligus pemimpin akhir zaman juga penutup Nabi dan Rasul. Sedangkan kita adalah umat akhir zaman. Dengan demikian bisa kita ambil kesimpulan, bahwa semua sunnah ataupun anjuran dari Baginda Nabi sudah seharusnya kita lakukan. Syafaat dari Baginda Nabi Muhammad SAW itu tidak bisa kita dapatkan dengan cara gratisan.

baca juga: Manfaat Zakat Mal untuk Membersihkan Harta dan Membantu Sesama

Beberapa Pesan Rasulullah Kepada Umatnya yang Harus Anda Ketahui

Sebelum wafatnya Baginda Nabi Muhammad SAW, beliau memberikan pesan untuk seluruh umatnya. Meskipun kita bukanlah orang yang beruntung karena tidak dapat berjumpa dengan Baginda Nabi Muhammad, namun karena beliau adalah uswatun hasanah kita, sudah seharusnya kita selalu mengikuti atau meniru semua yang menjadi anjurannya.

Apa saja pesan Rasulullah Muhammad SAW, mari kita simak bersama.

baca juga: Keutamaan Bersedekah Harta, Hidup Jadi Tenang dan Rezeki Melimpah

Nasehat untuk Melaksanakan Shalat

Perlu anda ketahui bahwa nasehat untuk selalu menjalankan shalat ini menjadi pesan Rasulullah kepada umatnya yang mempunyai urutan nomor satu. Pasalnya shalat sendiri adalah amalan yang akan dihisab pertama kali ketika di akhirat nanti.

Baginda Nabi Muhammad juga mengatakan bahwa ketika shalat, hendaknya ia merasa kali ini adalah shalat yang terakhir kalinya. Setelah ini sudah tidak bisa melaksana kan shalat lagi, maka hendaknya bersungguh-sungguhlah (Khusyuk).

Sebagai seorang mukmin hendaknya kita selalu mengingat pesan Rasulullah kepada umatnya yang satu ini, terutama ketika hendak melaksana kan shalat.

baca juga: Kisah Zaid Bin Haritsah, Sahabat Rosulullah yang Disebut dalam Al-Qur’an

Selalu Menjaga Lisan

Jika kita sadari lisan adalah hal yang paling berbahaya bagi manusia. Terkadang tanpa kita sadari apa yang kita ucapkan itu dapat menyakiti hati seseorang. Jika perkataan tersebut belum terucap berarti ia masih ada dalam kendali pemiliknya. Namun sebaliknya, apabila telah keluar, maka ucapan itulah yang akan menguasainya bahkan ia sendiri juga yang akan menanggung semua risikonya.

Pesan Rasulullah kepada umatnya ini juga beliau sertai dengan penjelasan:

Menerima Apa Adanya Atau Qonaah

Qonaah adalah sikap menerima apa adanya dan mensyukuri dan menggantungkan semuanya hanya kepada Allah Ta’alla. Dengan demikian kita sudah seharusnya untuk memupuskan harapan harta dari tangan manusia.

Mengenai pesan Rasulullah kepada umatnya ini beliau juga mengatakan bahwa bertekatlah hatimu untuk memutuskan asa terhadap papun yang bersumber dari tangan manusia. Jangan sekalipun menggantung kan harapan kepada selain Allah. Jadikanlah Allah sebagai pengharapan seutuhnya.

Mempunyai Akhlak yang Baik Dalam Bergaul

Banyak sekali hal ini yang masih sering kita temui. Nyatanya sampai saat ini kita masih sulit untuk mengamalkan pesan Rasulullah kepada umatnya ini. Faktanya sifat manusia itu tidak bisa berpisah dengan harta, dan tahta. Karena dua hal tersebut ia lupa bahwa apa yang telah ia miliki itu hanya titipan. Kapanpun Allah menghendaki bisa saja hilang darinya.

Itu juga yang menyebabkan kesombongan perkara kehidupan duniawi. Bukan hanya itu saja, akan tetapi hal tersebut juga menimbulkan sikap yang merendahkan orang lain karena kesetaraan.

Hal tersebut tentunya bukanlah akhlak yang mulia. Hendaknya siapapun dan dimanapun kita berada, akhlak atau adab nomor satu. Meskipun orang tersebut juga telah wafat, maka kebaikannya tetap akan dikenang dan mempunyai tempat yang tersendiri.

Sebagaimana pesan Rasulullah kepada umatnya dan contohkan dalam kehidupan sehari-hari beliau selalu mengutamakan akhlaknya. Jadi meskipun kini telah tiada, namun namanya masih harum mewangi tanpa pudar karena waktu. (Muhafid/R6/HR-Online)

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img